BYD Genjot Ekspor Mobil Listrik, Pesan 10 Kapal Pengangkut Lagi
15 September 2026, 09:00 WIB
Di 2025 angka penjualan mobil Cina diprediksi tembus 27 juta unit, sementara pabrikan Jepang 25 juta unit
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Kendaraan roda empat produksi Jepang telah mendominasi pasar global selama lebih dari 20 tahun. Namun di 2025, mobil Cina diprediksi melampaui capaian tersebut untuk pertama kalinya.
Mengacu pada data dari S&P Global Mobility, penjualan mobil Cina yang dimaksud mencakup kendaraan niaga, kendaraan penumpang baik domestik maupun ekspor.
Secara spesifik angkanya diproyeksikan sekitar 27 juta unit buat mobil Cina. Sedangkan kendaraan bikinan Jepang sebanyak 25 juta unit.
Merebaknya tren mobil Cina sudah terjadi beberapa waktu belakangan. Berbagai merek berlomba menghadirkan model baru dengan fitur berlimpah namun harga terpaut lebih rendah.
Menariknya banyak mobil Cina sekarang merupakan kendaraan ramah lingkungan, baik itu hybrid maupun bertenaga listrik murni.
Di Tiongkok, pemberian insentif dari pemerintah provinsi berkontribusi mendorong penjualan kendaraan. Sebanyak 70 persen penjualan mobil di sana didominasi New Energy Vehicle (NEV) atau kendaraan energi terbarukan.
Namun kunci keberhasilan penjualan mobil Cina di pasar global justru berangkat dari oversupply. Di sana, banyak model memiliki stok berlimpah dan berimbas pada terjadinya perang harga.
Untuk mengatasi hal tersebut, banyak manufaktur kemudian melakukan ekspor kendaraan ke negara-negara potensial.
Apalagi berbagai negara terkhusus di Asia Tenggara mulai memberlakukan kebijakan yang menguntungkan manufaktur mobil ramah lingkungan.
Di Indonesia, merek seperti BYD mendapatkan keuntungan berupa insentif mobil listrik impor atau Completely Built Up (CBU).
Artinya seluruh produk BYD yang masuk Indonesia bisa dijual lebih kompetitif walaupun belum diproduksi secara lokal.
Sepanjang 2025, BYD mengimpor sebanyak 60 ribu unit mobil lintas model termasuk Seal, Sealion 7, Atto 3 sampai produk teranyar mereka Atto 1.
Insentif diberikan dengan syarat manufaktur harus melakukan perakitan lokal sesuai jumlah unit impor yang berhasil terjual ke konsumen di Indonesia alias penjualan retail.
Dominasi merek-merek otomotif Jepang saat ini mulai dibalap oleh Tiongkok. Padahal sebelumnya di 2018, penjualan mobil asal Negeri Sakura secara global berhasil tembus 30 juta unit.
Di Indonesia hal serupa turut terjadi. Merek Cina hadir menawarkan variasi model baru dengan harga kompetitif.
Pada November 2025 misalnya, empat merek Cina masuk ke dalam 10 besar merek mobil yang mencatatkan penjualan retail (distribusi dari diler ke konsumen) terbanyak.
BYD berada di posisi ketiga sebanyak 8.243 unit, berada tepat di belakang Daihatsu 12.750 unit.
Bahkan di bulan sebelumnya pada Oktober 2025, penjualan retail BYD tembus angka 9.732 unit.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 September 2026, 09:00 WIB
14 September 2026, 18:01 WIB
10 September 2026, 07:00 WIB
06 September 2026, 01:22 WIB
03 September 2026, 16:02 WIB
Terkini
18 September 2026, 06:00 WIB
Menjelang akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih tetap beroperasi di lima lokasi di sekitar ibu kota
18 September 2026, 06:00 WIB
Mobil pribadi dengan pelat nomor yang tidak sesuai diharapkan tidak melintas area Ganjil Genap Jakarta
18 September 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan, SIM keliling Bandung tetap beroperasi untuk memudahkan para pengendara di Kota Kembang
17 September 2026, 22:00 WIB
Sejumlah motor matic murah dari Suzuki dan TVS mengalami kenaikan bervariasi pada periode September 2026
17 September 2026, 18:59 WIB
Tim satelit KTM, yakni Tech3 baru mengumumkan Agius untuk masuk ke susunan sementara pembalap MotoGP 2027
17 September 2026, 17:00 WIB
Pameran otomotif GIIAS siap berlanjut ke Semarang di akhir September 2026, ada promo pembelian tiket
17 September 2026, 15:00 WIB
Merek mobil mewah di RI alami kenaikan penjualan sepanjang periode Agustus 2026, termasuk BMW dan Lexus
17 September 2026, 13:00 WIB
Kei car bertenaga listrik Suzuki e Sky punya peluang hadir di Indonesia sebagai perkenalan atau bahan studi