iGreen+ Perkuat Ekosistem Mobil Listrik, Buat SPKLU di Ring Satu
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
VinFast Indonesia mengatakan bahwa mereka siap memenuhi kewajibannya atas insentif CBU yang telah didapatkan
Oleh Denny Basudewa
KatadataOTO – VinFast merupakan salah satu manufaktur yang memasarkan mobil listrik bersubsidi. Namun terdapat syarat dan ketentuan mengikat.
Pabrikan penerima subsidi harus berinvestasi di Indonesia. Lalu harus memasarkan unit produksi lokal dengan jumlah sama.
VinFast sendiri berdasarkan data Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) periode Januari – November 2025. Brand asal Vietnam tersebut sudah mengimpor 17.222 unit mobil listrik secara CBU (Completely Built-Up).
Namun data di atas termasuk transportasi umum. Sehingga jumlah unit yang harus diproduksi jauh di bawah angka di atas.
“Itu (angka 17 ribu) kalau dihitung termasuk taksinya semua. Tetapi yang kami laporkan ke Gaikindo itu belum termasuk taksi,” ucap Kariyanto Hardjosoemanto, CEO VinFast Indonesia beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan jika hanya kendaraan pribadi saja ikut dengan skema insentif pemerintah. Adapun jumlah terhitung mencapai 3.200 unit.
Sehingga VinFast Indonesia wajib memenuhi kewajiban, produksi mobil listrik secara lokal sebanyak angka di atas.
“Itu sudah menjadi komitmen dari semua brand (penerima subsidi). Yang mendapatkan fasilitas CBU tentu harus memproduksi one-to-one,” tutur Kerry.
Merujuk data Gaikindo, VinFast mendominasi model mobil listrik VF e34. Namun unit tersebut banyak dimanfaatkan sebagai armada taksi Green SM.
Terbilang 9.187 unit VinFast e34 masuk secara CBU. Untuk kendaraan niaga terdapat skema khusus yang berbeda dari insentif impor mobil listrik pribadi.
Kemudian VinFast VF3 diketahui merupakan model kedua terbanyak. Mobil listrik mungil ini diimpor sejumlah 3.377 unit.
Produksi Pabrik VinFast di Indonesia
VinFast Indoensia sendiri baru saja meresmikan pabrik mandiri di daerah Subang, Jawa Barat. Fasilitas tersebut mulai beroperasi pada awal 2026.
Lalu VinFast VF3 menjadi model pertama yang akan diproduksi di sana. Selain karena cukup laris di pasaran, EV (Electric Vehicle) ini disebutkan memiliki peluang besar.
“Alasannya tentu karena potensi pasar besar. 70 persen penjualan VinFast dari VF3,” ungkap Kerry.
Usai mobil listrik mini VF3, VinFast dipastikan akan memproduksi Limo Green. Ini merupakan mobil listrik bergenre MPV listrik.
Model itu akan menantang BYD M6 dan Aletra yang telah lebih dulu di Tanah Air.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
08 Agustus 2026, 09:00 WIB
08 Agustus 2026, 07:12 WIB
Terkini
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda