Gaikindo Minta Insentif Tidak Hanya untuk Mobil Listrik Saja
30 Juni 2026, 15:00 WIB
VinFast Indonesia mengatakan bahwa mereka siap memenuhi kewajibannya atas insentif CBU yang telah didapatkan
Oleh Denny Basudewa
KatadataOTO – VinFast merupakan salah satu manufaktur yang memasarkan mobil listrik bersubsidi. Namun terdapat syarat dan ketentuan mengikat.
Pabrikan penerima subsidi harus berinvestasi di Indonesia. Lalu harus memasarkan unit produksi lokal dengan jumlah sama.
VinFast sendiri berdasarkan data Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) periode Januari – November 2025. Brand asal Vietnam tersebut sudah mengimpor 17.222 unit mobil listrik secara CBU (Completely Built-Up).
Namun data di atas termasuk transportasi umum. Sehingga jumlah unit yang harus diproduksi jauh di bawah angka di atas.
“Itu (angka 17 ribu) kalau dihitung termasuk taksinya semua. Tetapi yang kami laporkan ke Gaikindo itu belum termasuk taksi,” ucap Kariyanto Hardjosoemanto, CEO VinFast Indonesia beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan jika hanya kendaraan pribadi saja ikut dengan skema insentif pemerintah. Adapun jumlah terhitung mencapai 3.200 unit.
Sehingga VinFast Indonesia wajib memenuhi kewajiban, produksi mobil listrik secara lokal sebanyak angka di atas.
“Itu sudah menjadi komitmen dari semua brand (penerima subsidi). Yang mendapatkan fasilitas CBU tentu harus memproduksi one-to-one,” tutur Kerry.
Merujuk data Gaikindo, VinFast mendominasi model mobil listrik VF e34. Namun unit tersebut banyak dimanfaatkan sebagai armada taksi Green SM.
Terbilang 9.187 unit VinFast e34 masuk secara CBU. Untuk kendaraan niaga terdapat skema khusus yang berbeda dari insentif impor mobil listrik pribadi.
Kemudian VinFast VF3 diketahui merupakan model kedua terbanyak. Mobil listrik mungil ini diimpor sejumlah 3.377 unit.
Produksi Pabrik VinFast di Indonesia
VinFast Indoensia sendiri baru saja meresmikan pabrik mandiri di daerah Subang, Jawa Barat. Fasilitas tersebut mulai beroperasi pada awal 2026.
Lalu VinFast VF3 menjadi model pertama yang akan diproduksi di sana. Selain karena cukup laris di pasaran, EV (Electric Vehicle) ini disebutkan memiliki peluang besar.
“Alasannya tentu karena potensi pasar besar. 70 persen penjualan VinFast dari VF3,” ungkap Kerry.
Usai mobil listrik mini VF3, VinFast dipastikan akan memproduksi Limo Green. Ini merupakan mobil listrik bergenre MPV listrik.
Model itu akan menantang BYD M6 dan Aletra yang telah lebih dulu di Tanah Air.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
30 Juni 2026, 15:00 WIB
29 Juni 2026, 07:00 WIB
28 Juni 2026, 07:15 WIB
25 Juni 2026, 20:58 WIB
25 Juni 2026, 20:56 WIB
Terkini
30 Juni 2026, 21:00 WIB
BMW iX3 dijadwalkan meluncur di pameran otomotif GIIAS 2026, meskipun penjualan EV BMW diklaim masih datar
30 Juni 2026, 20:28 WIB
Dua model baru Changan yakni S05 EV dan REEV bisa dipesan, CBU Thailand dengan estimasi harga Rp 500 jutaan
30 Juni 2026, 15:00 WIB
Gaikindo menilai stimulus yang diberikan pemerintah dapat menggairahkan industri otomotif yang tengah terjepit
30 Juni 2026, 13:00 WIB
Chery Q EV hadir dengan tawaran yang menarik mulai dari desain dan dukungan fitur yang lengkap di kelas Rp 200 jutaa
30 Juni 2026, 11:03 WIB
SUV Jetour T1 siap menantang Mitsubishi Destinator, tersedia dalam opsi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV)
30 Juni 2026, 06:37 WIB
Di akhir Juni 2026 fasilitas SIM keliling Jakarta beroperasi seperti biasa di lima lokasi, simak jadwalnya
30 Juni 2026, 06:00 WIB
Kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung untuk mengakomodir kebutuhan para pengendara motor dan mobil
30 Juni 2026, 06:00 WIB
Untuk bisa sedikit mengurai kemacetan parah di Ibu Kota, diberlakukan aturan Ganjil Genap Jakarta sejak pagi