Alasan Wuling Air ev Dicintai Oleh Konsumen di Tanah Air
10 Februari 2026, 13:00 WIB
VinFast Indonesia mengatakan bahwa mereka siap memenuhi kewajibannya atas insentif CBU yang telah didapatkan
Oleh Denny Basudewa
KatadataOTO – VinFast merupakan salah satu manufaktur yang memasarkan mobil listrik bersubsidi. Namun terdapat syarat dan ketentuan mengikat.
Pabrikan penerima subsidi harus berinvestasi di Indonesia. Lalu harus memasarkan unit produksi lokal dengan jumlah sama.
VinFast sendiri berdasarkan data Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) periode Januari – November 2025. Brand asal Vietnam tersebut sudah mengimpor 17.222 unit mobil listrik secara CBU (Completely Built-Up).
Namun data di atas termasuk transportasi umum. Sehingga jumlah unit yang harus diproduksi jauh di bawah angka di atas.
“Itu (angka 17 ribu) kalau dihitung termasuk taksinya semua. Tetapi yang kami laporkan ke Gaikindo itu belum termasuk taksi,” ucap Kariyanto Hardjosoemanto, CEO VinFast Indonesia beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan jika hanya kendaraan pribadi saja ikut dengan skema insentif pemerintah. Adapun jumlah terhitung mencapai 3.200 unit.
Sehingga VinFast Indonesia wajib memenuhi kewajiban, produksi mobil listrik secara lokal sebanyak angka di atas.
“Itu sudah menjadi komitmen dari semua brand (penerima subsidi). Yang mendapatkan fasilitas CBU tentu harus memproduksi one-to-one,” tutur Kerry.
Merujuk data Gaikindo, VinFast mendominasi model mobil listrik VF e34. Namun unit tersebut banyak dimanfaatkan sebagai armada taksi Green SM.
Terbilang 9.187 unit VinFast e34 masuk secara CBU. Untuk kendaraan niaga terdapat skema khusus yang berbeda dari insentif impor mobil listrik pribadi.
Kemudian VinFast VF3 diketahui merupakan model kedua terbanyak. Mobil listrik mungil ini diimpor sejumlah 3.377 unit.
Produksi Pabrik VinFast di Indonesia
VinFast Indoensia sendiri baru saja meresmikan pabrik mandiri di daerah Subang, Jawa Barat. Fasilitas tersebut mulai beroperasi pada awal 2026.
Lalu VinFast VF3 menjadi model pertama yang akan diproduksi di sana. Selain karena cukup laris di pasaran, EV (Electric Vehicle) ini disebutkan memiliki peluang besar.
“Alasannya tentu karena potensi pasar besar. 70 persen penjualan VinFast dari VF3,” ungkap Kerry.
Usai mobil listrik mini VF3, VinFast dipastikan akan memproduksi Limo Green. Ini merupakan mobil listrik bergenre MPV listrik.
Model itu akan menantang BYD M6 dan Aletra yang telah lebih dulu di Tanah Air.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
10 Februari 2026, 13:00 WIB
10 Februari 2026, 12:00 WIB
09 Februari 2026, 19:20 WIB
09 Februari 2026, 14:00 WIB
09 Februari 2026, 13:00 WIB
Terkini
11 Februari 2026, 07:00 WIB
Mitsubishi memilih untuk fokus pada pengembangan produk dan layanan konsumen ketimbang ikut perang harga
11 Februari 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta melayani prosedur perpanjangan SIM A dan C, namun ada persyaratan yang harus dipenuhi
11 Februari 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta kembali diterapkan pada 11 Februari 2026 sehingga masyarakat harus siapkan rute alternatif
11 Februari 2026, 06:00 WIB
Warga Kota Kembang, bisa memilih salah satu lokasi SIM keliling Bandung yang dioperasikan pihak kepolisian
10 Februari 2026, 21:00 WIB
Kemenhub terus melakukan sosialisasi seritifkasi untuk bengkel-bengkel modifikasi yang ada di Indonesia
10 Februari 2026, 20:30 WIB
Suzuki Jimny 5 Door yang merupakan pemenang kontes modifikasi berskala nasional tampil memukau di IIMS 2026
10 Februari 2026, 20:00 WIB
SUV PHEV Denza B5 sebatas dipamerkan di BCA Expoversary, namun sejumlah konsumen berniat melakukan pemesanan
10 Februari 2026, 19:01 WIB
Jaecoo J5 EV punya versi hybrid-nya, dibawa ke Indonesia apabila konsumen tertarik dengan model hybrid anyar