BYD Tuai Hasil Manis Dalam Percepatan NEV di Tanah Air
13 Februari 2026, 17:55 WIB
Proses pembangunan pabrik baterai EV yang bertempat di Cilegon tetap berlanjut meskipun hadapi masalah
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Baru-baru ini beredar kabar mengenai ormas (organisasi masyarakat) serta oknum Kadin di Cilegon yang melakukan intimdasi terhadap PT CAA (Chandra Asri Alkali), sebuah pabrik baterai mobil listrik.
Aksi tersebut membuat beberapa pihak merasa geram. Hal itu mendorong pemerintah Indonesia melakukan rapat terbatas.
Dalam pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Cilegon, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM sampai Gubernur Banten.
Mereka pun membahas mengenai kelanjutan masa depan dari pabrik baterai EV (Electric Vehicle) satu ini.
"Kejadian kemarin tidak mempengaruhi posisi atau keputusan dari CAA, mereka terus melanjutkan investasinya," ungkap Robinsar, Wali Kota Cilegon di Antara, Kamis (15/05).
Lebih jauh Robinsar menjelaskan kalau pada rapat tersebut mereka membahas sejumlah hal lain, terutama mengenai aksi premanisme yang dialami oleh PT CAA.
Termasuk mengenai tindakan pihak kepolisian setelah terjadi pemalakan terhadap proyek pembangunan pabrik baterai mobil listrik di Cilegon.
"Perlu ada penegakan hukum, itu disampaikan oleh Pak Kapolda. Akan segera ditindaklanjuti dengan upaya pemanggilan," lanjut dia.
Kemudian Robinsar memastikan, pentingnnya menjaga iklim investasi dan keamanan daerah di Cilegon, Banten.
"Semua harus menjaga iklim dan kondusivitas. Untuk pengusaha lokal, InsyaAllah akan dilibatkan," ia menegaskan.
Robinsar menambahkan, ia telah menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah Cilegon agar tidak mempersulit akses masuk bagi para investor.
Ia mengajak semua pihak berperan aktif menjaga stabilitas dan mendukung masuknya investasi. Sebab dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Sebagai informasi, beberapa waktu lalu beredar sebuah video di sosial media. Di dalamnya memperlihatkan dugaan permintaan 'jatah' proyek dari ormas hingga pelaku usaha.
Lalu sejumlah oknum anggota Kadin Cilegon turut diduga melakukan pemalakan, dengan meminta jatah dari total investasi yang digelontorkan PT CAA untuk membangun pabrik baterai mobil listrik.
Padahal proyek tersebut berstatus sebagai PSN (Proyek Strategis Nasional). Hal itu berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.
Patut diketahui, fasilitas produksi ini bakal membuat CA-EDC (Chlor Alkali-Ethylene Dichloride), salah satu bahan baku baterai kendaraan roda empat setrum.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
13 Februari 2026, 17:55 WIB
12 Februari 2026, 18:00 WIB
11 Februari 2026, 13:00 WIB
08 Februari 2026, 10:00 WIB
08 Februari 2026, 07:00 WIB
Terkini
14 Februari 2026, 08:00 WIB
Bridgestone tidak hanya sekadar memamerkan produk-produk unggulannya pada pameran otomotif tahunan IIMS 2026
14 Februari 2026, 07:00 WIB
BYD telah hadir di Indonesia dengan membawa sejumlah model yang memiliki keunggulannya masing-masing
13 Februari 2026, 22:48 WIB
Mitsubishi Xforce edisi Anniversary meluncur di IIMS 2026 dengan penambahan fitur eksterior dan eksterior
13 Februari 2026, 21:34 WIB
BYD terus berinovasi untuk menempatkan diri mereka sebagai pemimpin dalam perkembangan teknologi dan otomotif
13 Februari 2026, 19:22 WIB
BYD Indonesia mampu memberi dampak langsung bagi kelangsungan industri dan ekosistem mobil listrik nasional
13 Februari 2026, 17:55 WIB
BYD menorehkan sejarah dalam pasar mobil listrik dunia, hal tersebut terlihat sepanjang periode 2025 lalu
13 Februari 2026, 17:55 WIB
Keahlian BYD di bidang teknologi diterapkan pada lini kendaraan ramah lingkungan yang dijual di pasar global
13 Februari 2026, 17:54 WIB
Berbagai model BYD dihadirkan memenuhi kebutuhan konsumen, mobilitas area kota sampai perjalanan jarak jauh