Pengiriman Jaecoo J5 EV Tembus 20.000 Unit, Terlaris di Mei 2026
29 Juni 2026, 07:00 WIB
Proses pembangunan pabrik baterai EV yang bertempat di Cilegon tetap berlanjut meskipun hadapi masalah
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Baru-baru ini beredar kabar mengenai ormas (organisasi masyarakat) serta oknum Kadin di Cilegon yang melakukan intimdasi terhadap PT CAA (Chandra Asri Alkali), sebuah pabrik baterai mobil listrik.
Aksi tersebut membuat beberapa pihak merasa geram. Hal itu mendorong pemerintah Indonesia melakukan rapat terbatas.
Dalam pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Cilegon, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM sampai Gubernur Banten.
Mereka pun membahas mengenai kelanjutan masa depan dari pabrik baterai EV (Electric Vehicle) satu ini.
"Kejadian kemarin tidak mempengaruhi posisi atau keputusan dari CAA, mereka terus melanjutkan investasinya," ungkap Robinsar, Wali Kota Cilegon di Antara, Kamis (15/05).
Lebih jauh Robinsar menjelaskan kalau pada rapat tersebut mereka membahas sejumlah hal lain, terutama mengenai aksi premanisme yang dialami oleh PT CAA.
Termasuk mengenai tindakan pihak kepolisian setelah terjadi pemalakan terhadap proyek pembangunan pabrik baterai mobil listrik di Cilegon.
"Perlu ada penegakan hukum, itu disampaikan oleh Pak Kapolda. Akan segera ditindaklanjuti dengan upaya pemanggilan," lanjut dia.
Kemudian Robinsar memastikan, pentingnnya menjaga iklim investasi dan keamanan daerah di Cilegon, Banten.
"Semua harus menjaga iklim dan kondusivitas. Untuk pengusaha lokal, InsyaAllah akan dilibatkan," ia menegaskan.
Robinsar menambahkan, ia telah menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah Cilegon agar tidak mempersulit akses masuk bagi para investor.
Ia mengajak semua pihak berperan aktif menjaga stabilitas dan mendukung masuknya investasi. Sebab dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Sebagai informasi, beberapa waktu lalu beredar sebuah video di sosial media. Di dalamnya memperlihatkan dugaan permintaan 'jatah' proyek dari ormas hingga pelaku usaha.
Lalu sejumlah oknum anggota Kadin Cilegon turut diduga melakukan pemalakan, dengan meminta jatah dari total investasi yang digelontorkan PT CAA untuk membangun pabrik baterai mobil listrik.
Padahal proyek tersebut berstatus sebagai PSN (Proyek Strategis Nasional). Hal itu berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.
Patut diketahui, fasilitas produksi ini bakal membuat CA-EDC (Chlor Alkali-Ethylene Dichloride), salah satu bahan baku baterai kendaraan roda empat setrum.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
29 Juni 2026, 07:00 WIB
28 Juni 2026, 07:15 WIB
25 Juni 2026, 20:58 WIB
19 Juni 2026, 19:00 WIB
19 Juni 2026, 13:00 WIB
Terkini
01 Juli 2026, 07:00 WIB
Fabio Quartararo dan Alex Rins resmi mengakhiri masa bakti mereka bersama tim pabrikan Yamaha musim ini
01 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung beroperasi secara penuh di awal bulan demi memudahkan para pengendara di Kota Kembang
01 Juli 2026, 06:00 WIB
Aturan Ganjil Genap Jakarta kembali berlaku hari ini 1 Juli 2026, ada beberapa aturan baru yang diterapkan
01 Juli 2026, 06:00 WIB
Mengawali Juli 2026, layanan SIM keliling Jakarta kembali mengakomodir perpanjangan masa berlaku SIM
30 Juni 2026, 21:00 WIB
BMW iX3 dijadwalkan meluncur di pameran otomotif GIIAS 2026, meskipun penjualan EV BMW diklaim masih datar
30 Juni 2026, 20:28 WIB
Dua model baru Changan yakni S05 EV dan REEV bisa dipesan, CBU Thailand dengan estimasi harga Rp 500 jutaan
30 Juni 2026, 15:00 WIB
Gaikindo menilai stimulus yang diberikan pemerintah dapat menggairahkan industri otomotif yang tengah terjepit
30 Juni 2026, 13:00 WIB
Chery Q EV hadir dengan tawaran yang menarik mulai dari desain dan dukungan fitur yang lengkap di kelas Rp 200 jutaa