iGreen+ Perkuat Ekosistem Mobil Listrik, Buat SPKLU di Ring Satu
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
Proses pembangunan pabrik baterai EV yang bertempat di Cilegon tetap berlanjut meskipun hadapi masalah
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Baru-baru ini beredar kabar mengenai ormas (organisasi masyarakat) serta oknum Kadin di Cilegon yang melakukan intimdasi terhadap PT CAA (Chandra Asri Alkali), sebuah pabrik baterai mobil listrik.
Aksi tersebut membuat beberapa pihak merasa geram. Hal itu mendorong pemerintah Indonesia melakukan rapat terbatas.
Dalam pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Cilegon, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM sampai Gubernur Banten.
Mereka pun membahas mengenai kelanjutan masa depan dari pabrik baterai EV (Electric Vehicle) satu ini.
"Kejadian kemarin tidak mempengaruhi posisi atau keputusan dari CAA, mereka terus melanjutkan investasinya," ungkap Robinsar, Wali Kota Cilegon di Antara, Kamis (15/05).
Lebih jauh Robinsar menjelaskan kalau pada rapat tersebut mereka membahas sejumlah hal lain, terutama mengenai aksi premanisme yang dialami oleh PT CAA.
Termasuk mengenai tindakan pihak kepolisian setelah terjadi pemalakan terhadap proyek pembangunan pabrik baterai mobil listrik di Cilegon.
"Perlu ada penegakan hukum, itu disampaikan oleh Pak Kapolda. Akan segera ditindaklanjuti dengan upaya pemanggilan," lanjut dia.
Kemudian Robinsar memastikan, pentingnnya menjaga iklim investasi dan keamanan daerah di Cilegon, Banten.
"Semua harus menjaga iklim dan kondusivitas. Untuk pengusaha lokal, InsyaAllah akan dilibatkan," ia menegaskan.
Robinsar menambahkan, ia telah menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah Cilegon agar tidak mempersulit akses masuk bagi para investor.
Ia mengajak semua pihak berperan aktif menjaga stabilitas dan mendukung masuknya investasi. Sebab dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Sebagai informasi, beberapa waktu lalu beredar sebuah video di sosial media. Di dalamnya memperlihatkan dugaan permintaan 'jatah' proyek dari ormas hingga pelaku usaha.
Lalu sejumlah oknum anggota Kadin Cilegon turut diduga melakukan pemalakan, dengan meminta jatah dari total investasi yang digelontorkan PT CAA untuk membangun pabrik baterai mobil listrik.
Padahal proyek tersebut berstatus sebagai PSN (Proyek Strategis Nasional). Hal itu berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.
Patut diketahui, fasilitas produksi ini bakal membuat CA-EDC (Chlor Alkali-Ethylene Dichloride), salah satu bahan baku baterai kendaraan roda empat setrum.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
12 Agustus 2026, 16:34 WIB
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
10 Agustus 2026, 10:00 WIB
Terkini
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda