BYD Racco Mulai Merambah Pasar Mobil Setir Kanan Selain Jepang
06 Oktober 2026, 20:00 WIB
Proses pembangunan pabrik baterai EV yang bertempat di Cilegon tetap berlanjut meskipun hadapi masalah
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Baru-baru ini beredar kabar mengenai ormas (organisasi masyarakat) serta oknum Kadin di Cilegon yang melakukan intimdasi terhadap PT CAA (Chandra Asri Alkali), sebuah pabrik baterai mobil listrik.
Aksi tersebut membuat beberapa pihak merasa geram. Hal itu mendorong pemerintah Indonesia melakukan rapat terbatas.
Dalam pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Cilegon, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM sampai Gubernur Banten.
Mereka pun membahas mengenai kelanjutan masa depan dari pabrik baterai EV (Electric Vehicle) satu ini.
"Kejadian kemarin tidak mempengaruhi posisi atau keputusan dari CAA, mereka terus melanjutkan investasinya," ungkap Robinsar, Wali Kota Cilegon di Antara, Kamis (15/05).
Lebih jauh Robinsar menjelaskan kalau pada rapat tersebut mereka membahas sejumlah hal lain, terutama mengenai aksi premanisme yang dialami oleh PT CAA.
Termasuk mengenai tindakan pihak kepolisian setelah terjadi pemalakan terhadap proyek pembangunan pabrik baterai mobil listrik di Cilegon.
"Perlu ada penegakan hukum, itu disampaikan oleh Pak Kapolda. Akan segera ditindaklanjuti dengan upaya pemanggilan," lanjut dia.
Kemudian Robinsar memastikan, pentingnnya menjaga iklim investasi dan keamanan daerah di Cilegon, Banten.
"Semua harus menjaga iklim dan kondusivitas. Untuk pengusaha lokal, InsyaAllah akan dilibatkan," ia menegaskan.
Robinsar menambahkan, ia telah menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah Cilegon agar tidak mempersulit akses masuk bagi para investor.
Ia mengajak semua pihak berperan aktif menjaga stabilitas dan mendukung masuknya investasi. Sebab dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Sebagai informasi, beberapa waktu lalu beredar sebuah video di sosial media. Di dalamnya memperlihatkan dugaan permintaan 'jatah' proyek dari ormas hingga pelaku usaha.
Lalu sejumlah oknum anggota Kadin Cilegon turut diduga melakukan pemalakan, dengan meminta jatah dari total investasi yang digelontorkan PT CAA untuk membangun pabrik baterai mobil listrik.
Padahal proyek tersebut berstatus sebagai PSN (Proyek Strategis Nasional). Hal itu berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.
Patut diketahui, fasilitas produksi ini bakal membuat CA-EDC (Chlor Alkali-Ethylene Dichloride), salah satu bahan baku baterai kendaraan roda empat setrum.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
06 Oktober 2026, 20:00 WIB
29 September 2026, 14:39 WIB
21 September 2026, 11:16 WIB
15 September 2026, 09:00 WIB
06 September 2026, 01:22 WIB
Terkini
08 Oktober 2026, 07:00 WIB
Marc Marquez benar-benar berambisi untuk menyelesaikan balapan dan meraih kemenangan di Sirkuit Mandalika
08 Oktober 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung salah satu fasilitas yang dihadirkan kepolisian, agar bisa lebih memudahkan masyarakat
08 Oktober 2026, 06:00 WIB
Hasil evaluasi, Ganjil Genap Jakarta berhasil mengatur lalu lintas di sejumlah jalan protokol Ibu Kota
08 Oktober 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku dapat dilakukan dengan mudah di fasilitas SIM keliling Jakarta, simak lokasinya
07 Oktober 2026, 19:46 WIB
Penjualan Hyundai positif di periode Agustus 2026, produk-produk di segmen premium ikut berkontribusi
07 Oktober 2026, 16:06 WIB
BNI TapCash bisa diandalkan untuk pembayaran tol sampai berbelanja makanan dan minuman saat road trip
07 Oktober 2026, 09:00 WIB
Pertamina Enduro VR46 Racing Team akan tampil beda dengan livery khusus yang menggambarkan kekuatan Indonesia
07 Oktober 2026, 07:00 WIB
MotoGP Mandalika 2026 bisa jadi kesempatan bagi Marquez untuk meraih poin dan memangkas jarak dengan Martin