BYD Atto 1 Versi Baru Meluncur, Ada Tambahan LiDAR
13 Mei 2026, 21:00 WIB
Aksi premanisme oleh ormas yang terjadi dalam pembangunan pabrik BYD menjadi perhatian Polisi Militer TNI
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Aksi ormas (organisasi masyarakat) yang meresahkan masyarakat semakin menjadi-jadi. Terkini dialami oleh BYD Indonesia.
Hal itu memantik beberapa pihak untuk melakukan tindakan tegas. Salah satunya datang dari Polisi Militer TNI.
Mereka mengaku turut mengerahkan satuan intelijen buat membantu aparat berwenang dalam penertiban aksi premanisme.
“Kami selalu bersama-sama dengan Polri untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” kata Mayjen TNI Yusri Nuryanto, Komandan Pusat Polisi Militer TNI di Antara, Rabu (07/05).
Nantinya intelijen Polisi Militer TNI berfungsi untuk penyelidikan serta pengamanan fisik (lidpamfik), dengan harapan bisa membantu intelijen dari lembaga lain.
Lalu informasi maupun analisis yang didapatkan oleh Polisi Militer TNI, akan dikombinasikan dengan data milik BIN (Badan Intelijen Negara) dan Badan Intelijen Strategis.
Sehingga mereka sama-sama bisa melakukan pencegahan gangguan ormas, seperti dialami BYD dalam proses pembangunan pabrik di kawasan Subang, Jawa Barat.
Sementara untuk penindakan hukum bakal dilakukan terhadap premanisme. Lalu para oknum prajurit TNI jika diduga melindungi anggota ormas.
Akan tetapi proses hukum bakal dilakukan sesuai dengan ketentuan. Sehingga bisa memberikan efek jera terhadap oknum ormas.
“Kalau memang di ormas itu ada mereka katanya orang sipil ya nanti dari kepolisian. Kalau ada oknum TNI, baru kami yang menangani,” lanjut Yusri.
Memang tidak bisa dipungkiri aksi premanisme yang mengganggu proses pembangunan pabrik BYD di Subang cukup meresahkan.
Apalagi hal serupa tidak hanya dialami oleh produsen mobil listrik asal China itu. Namun VinFast turut menjadi korban di kawasan tersebut.
Patut diketahui, kabar aksi premanisnya yang mengganggu proses pembangunan pabrik BYD sudah tersiar sampai ke Negeri Tirai Bambu.
“Di Indonesia, impian untuk menjadi pusat electric vehicle (EV) di Asia Tenggara berbenturan dengan musuh bebuyutan, yakni kelompok kejahatan terorganisir preman,” tulis South China Morning Post.
Dalam laporan berjudul "Indonesia's EV Revolution Held Hostage by Preman Gangster Problem", mereka menulis kalau aksi premanisme selalu jadi momok menakutkan bagi para pelaku industri.
Dari awalnya hanya mengganggu pedagang kaki lima dan usaha kecil, kini disebut juga mengusik fasilitas produksi milik BYD.
Padahal proyek itu digadang-gadang mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian di Tanah Air.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
13 Mei 2026, 21:00 WIB
12 Mei 2026, 12:54 WIB
11 Mei 2026, 17:03 WIB
27 April 2026, 19:00 WIB
23 April 2026, 19:17 WIB
Terkini
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia
13 Mei 2026, 21:00 WIB
Di negara asalnya, BYD Atto 1 mendapatkan tambahan sensor LiDAR, jarak tempuh lebih jauh dan dua warna baru
13 Mei 2026, 20:00 WIB
Mobil listrik Chery QQ 3 EV makin dekat ke Indonesia, konsumen cukup menyiapkan booking fee Rp 5 juta
13 Mei 2026, 19:15 WIB
Changan yakin mobil hybrid REEV atau Range Extender Electric Vehicle banyak peminatnya di luar Jakarta
13 Mei 2026, 14:45 WIB
Suzuki menggelar Burgman Fun Rally 2026 untuk mendekatkan diri kepada para konsumen kendaraan roda dua mereka
13 Mei 2026, 14:44 WIB
Maxi Tour Boemi Nusantara 2026 di Pulau Sumatera resmi berakhir setelah JMC diajak menjelajah ke Lampung
13 Mei 2026, 06:00 WIB
Sebelum libur kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung untuk memudahkan para pengendara motor dan mobil