BYD Resmi Buka Pabrik di Subang, Mampu Produksi 150 Ribu Mobil
03 September 2026, 16:02 WIB
Aksi premanisme oleh ormas yang terjadi dalam pembangunan pabrik BYD menjadi perhatian Polisi Militer TNI
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Aksi ormas (organisasi masyarakat) yang meresahkan masyarakat semakin menjadi-jadi. Terkini dialami oleh BYD Indonesia.
Hal itu memantik beberapa pihak untuk melakukan tindakan tegas. Salah satunya datang dari Polisi Militer TNI.
Mereka mengaku turut mengerahkan satuan intelijen buat membantu aparat berwenang dalam penertiban aksi premanisme.
“Kami selalu bersama-sama dengan Polri untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” kata Mayjen TNI Yusri Nuryanto, Komandan Pusat Polisi Militer TNI di Antara, Rabu (07/05).
Nantinya intelijen Polisi Militer TNI berfungsi untuk penyelidikan serta pengamanan fisik (lidpamfik), dengan harapan bisa membantu intelijen dari lembaga lain.
Lalu informasi maupun analisis yang didapatkan oleh Polisi Militer TNI, akan dikombinasikan dengan data milik BIN (Badan Intelijen Negara) dan Badan Intelijen Strategis.
Sehingga mereka sama-sama bisa melakukan pencegahan gangguan ormas, seperti dialami BYD dalam proses pembangunan pabrik di kawasan Subang, Jawa Barat.
Sementara untuk penindakan hukum bakal dilakukan terhadap premanisme. Lalu para oknum prajurit TNI jika diduga melindungi anggota ormas.
Akan tetapi proses hukum bakal dilakukan sesuai dengan ketentuan. Sehingga bisa memberikan efek jera terhadap oknum ormas.
“Kalau memang di ormas itu ada mereka katanya orang sipil ya nanti dari kepolisian. Kalau ada oknum TNI, baru kami yang menangani,” lanjut Yusri.
Memang tidak bisa dipungkiri aksi premanisme yang mengganggu proses pembangunan pabrik BYD di Subang cukup meresahkan.
Apalagi hal serupa tidak hanya dialami oleh produsen mobil listrik asal China itu. Namun VinFast turut menjadi korban di kawasan tersebut.
Patut diketahui, kabar aksi premanisnya yang mengganggu proses pembangunan pabrik BYD sudah tersiar sampai ke Negeri Tirai Bambu.
“Di Indonesia, impian untuk menjadi pusat electric vehicle (EV) di Asia Tenggara berbenturan dengan musuh bebuyutan, yakni kelompok kejahatan terorganisir preman,” tulis South China Morning Post.
Dalam laporan berjudul "Indonesia's EV Revolution Held Hostage by Preman Gangster Problem", mereka menulis kalau aksi premanisme selalu jadi momok menakutkan bagi para pelaku industri.
Dari awalnya hanya mengganggu pedagang kaki lima dan usaha kecil, kini disebut juga mengusik fasilitas produksi milik BYD.
Padahal proyek itu digadang-gadang mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian di Tanah Air.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
03 September 2026, 16:02 WIB
28 Agustus 2026, 22:10 WIB
22 Agustus 2026, 12:34 WIB
20 Agustus 2026, 13:00 WIB
18 Agustus 2026, 14:00 WIB
Terkini
05 September 2026, 17:00 WIB
Harga Mitsubishi Pajero terbaru terungkap, jadi gambaran banderol untuk pasar Indonesia di masa mendatang
05 September 2026, 15:00 WIB
Lexus NX, salah satu model terlaris Lexus di pasar global kini telah mendapatkan sejumlah permbaruan
05 September 2026, 14:16 WIB
Ajang Daihatsu Kumpul Sahabat Batam berlangsung sampai 6 September, banyak anak muda terlibat meramaikan
04 September 2026, 13:00 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat Batam terselenggara di pusat perbelanjaan atas beberapa masukan dari para konsumen
04 September 2026, 11:00 WIB
Para bikers wajib menyambangi IMHAX 2026 untuk melengkapi perlengkapan berkendara yang berkeselamatan
04 September 2026, 09:00 WIB
Pameran IEE Series 2026 memasuki Energy Week, ikut dukung ekosistem kendaraan energi terbarukan di Indonesia
04 September 2026, 07:00 WIB
AUKSI memanfaatkan momentum hari pelanggan nasional untuk memberikan persembahan istimewa bagi peserta lelang
04 September 2026, 06:00 WIB
Masih ada lima lokasi SIM keliling Jakarta tersedia hari ini, melayani prosedur perpanjangan masa berlaku