Enam Titik Penyekatan Car Free Night Puncak
29 Desember 2025, 08:00 WIB
Pembangunan jalur Puncak II akan dilanjutkan tahun depan dengan estimasi biaya mencapai Rp 4,7 triliun
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Pembangunan Ruas Jalan Poros Tengah Timur (PTT) atau Jalan Puncak II akan dilanjutkan. Proses tersebut akan dilakukan pada 2026 dan diharapkan bisa mengurangi kemacetan kawasan wisata Puncak.
Kelanjutan pembangunan akan menjadi proyek strategis yang diprioritaskan Pemerintah Kabupaten Bogor.
“Pemkab Bogor konsisten menjadikan jalur Puncak II sebagai proyek prioritas dan strategis. Pada 2026 pembangunan dilanjutkan dengan dukungan Pemprov Jabar,” ujar Ajat Rochmat Jatnika, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor dilansir Antara (25/12).
Jalan Puncak II berada di wilayah Kabupaten Bogor serta Cianjur, Jawa Barat yang menghubungkan kawasan Sentul dengan Istana Cipanas. Jalur ini juga terintegrasi ke ruas Transyogi di wilayah Cariu.
Ruas jalan tersebut bakal menghubungkan Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang. Selain itu dapat memperlancar akses lintas wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta serta Banten.
Berdasarkan dokumen perencanaan mencatat pembangunan jalan PTT/Puncak II berpotensi meningkatkan efisiensi jarak tempuh hingga 16 persen. Ada pun target penurunan tingkat kemacetan kawasan Puncak mencapai 50 persen.
Ruas Jalan PTT/Puncak II memiliki total panjang 56,25 kilometer yang terbagi dalam dua tahap pembangunan. Mulai dari Sentul–Sukahraja–Istana Cipanas sepanjang 39 kilometer dan Sukahraja–Bantarkuning (Cariu) sepanjang 17,25 kilometer.
Estimasi kebutuhan anggaran pembangunan berdasarkan perhitungan tahun 2021 mencapai lebih dari Rp 4,7 triliun. Dari jumlah tersebut segmen STA 0+000–STA 16+450 bakal menghabiskan Rp 1,6 triliun, STA 16+450–STA 32+000 sebesar Rp 1,2 triliun dan STA 32+000–STA 56+250 sebanyak Rp 1,9 triliun.
Besarnya dana tersebut tidak bisa dipenuhi oleh Kabupaten Bogor. Oleh sebab itu mereka butuh dukungan pembiayaan dari pemerintah provinsi, pemerintah pusat hingga partisipasi swasta.
Dalam perencanaan, tahap I Sentul hingga Simpang Cibadak dikembangkan melalui partisipasi swasta dengan pembebasan lahan oleh Pemkab Bogor. Sementara Tahap II Sukahraja hingga Sukamakmur disiapkan melalui pengadaan tanah daerah dan pembangunan fisik oleh pemerintah provinsi.
Sejumlah pekerjaan awal pun telah dilaksanakan antara lain pembangunan Tugu Pancakarsa sebagai titik nol, kegiatan TMMD TNI pada beberapa segmen, pembangunan akses oleh pihak swasta serta perkerasan jalan pada ruas Sentul – Cibadak.
“Dengan dilanjutkannya pembangunan pada 2026, jalan Puncak II diharapkan menjadi solusi jangka panjang kemacetan Puncak sekaligus mendorong pertumbuhan wilayah Bogor Timur,” pungkas Ajat.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
29 Desember 2025, 08:00 WIB
27 Desember 2025, 13:00 WIB
19 Desember 2025, 14:00 WIB
15 Desember 2025, 12:00 WIB
12 Desember 2025, 14:00 WIB
Terkini
11 Januari 2026, 13:00 WIB
Toyota terus menunjukan dominasinya, terutama dalam hal merek mobil terlaris usai mencatatkan 258.268 unit
11 Januari 2026, 09:00 WIB
Mobil bekas di bawah Rp 100 juta di awal 2026 bisa menjadi pilihan menarik untuk dijadikan andalan bermobilitas
11 Januari 2026, 07:00 WIB
Raffi Ahmad terpantau memiliki kendaraan baru di garasinya termasuk BAIC BJ40 Plus dan Toyota Starlet
10 Januari 2026, 17:00 WIB
Diskon Hyundai Creta tembus Rp 45 juta berlaku khusus unit lansiran 2025, tipe Prime jadi Rp 300 jutaan
10 Januari 2026, 15:00 WIB
Honda UC3 hadir untuk menggoda para konsumen di Thailand dan Vietnam dengan berbekal berbagai keunggulan
10 Januari 2026, 13:00 WIB
Jaecoo Indonesia akui ketersediaan jaringan menjadi tantangan buat mereka di 2026 dan harus segera diatasi
10 Januari 2026, 11:00 WIB
ETLE Drone kini resmi beroperasi di lokasi yang selama ini sulit terjangkau oleh para petugas di lapangan
10 Januari 2026, 09:30 WIB
Krisis geopolitik berdampak besar pada sektor otomotif, Toyota Indonesia mewaspadai pengaruhnya pada logistik dan rantai pasok