Ganjil Genap Puncak Pertama di Bulan Ramadan 2026
20 Februari 2026, 14:00 WIB
Pembangunan jalur Puncak II akan dilanjutkan tahun depan dengan estimasi biaya mencapai Rp 4,7 triliun
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Pembangunan Ruas Jalan Poros Tengah Timur (PTT) atau Jalan Puncak II akan dilanjutkan. Proses tersebut akan dilakukan pada 2026 dan diharapkan bisa mengurangi kemacetan kawasan wisata Puncak.
Kelanjutan pembangunan akan menjadi proyek strategis yang diprioritaskan Pemerintah Kabupaten Bogor.
“Pemkab Bogor konsisten menjadikan jalur Puncak II sebagai proyek prioritas dan strategis. Pada 2026 pembangunan dilanjutkan dengan dukungan Pemprov Jabar,” ujar Ajat Rochmat Jatnika, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor dilansir Antara (25/12).
Jalan Puncak II berada di wilayah Kabupaten Bogor serta Cianjur, Jawa Barat yang menghubungkan kawasan Sentul dengan Istana Cipanas. Jalur ini juga terintegrasi ke ruas Transyogi di wilayah Cariu.
Ruas jalan tersebut bakal menghubungkan Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang. Selain itu dapat memperlancar akses lintas wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta serta Banten.
Berdasarkan dokumen perencanaan mencatat pembangunan jalan PTT/Puncak II berpotensi meningkatkan efisiensi jarak tempuh hingga 16 persen. Ada pun target penurunan tingkat kemacetan kawasan Puncak mencapai 50 persen.
Ruas Jalan PTT/Puncak II memiliki total panjang 56,25 kilometer yang terbagi dalam dua tahap pembangunan. Mulai dari Sentul–Sukahraja–Istana Cipanas sepanjang 39 kilometer dan Sukahraja–Bantarkuning (Cariu) sepanjang 17,25 kilometer.
Estimasi kebutuhan anggaran pembangunan berdasarkan perhitungan tahun 2021 mencapai lebih dari Rp 4,7 triliun. Dari jumlah tersebut segmen STA 0+000–STA 16+450 bakal menghabiskan Rp 1,6 triliun, STA 16+450–STA 32+000 sebesar Rp 1,2 triliun dan STA 32+000–STA 56+250 sebanyak Rp 1,9 triliun.
Besarnya dana tersebut tidak bisa dipenuhi oleh Kabupaten Bogor. Oleh sebab itu mereka butuh dukungan pembiayaan dari pemerintah provinsi, pemerintah pusat hingga partisipasi swasta.
Dalam perencanaan, tahap I Sentul hingga Simpang Cibadak dikembangkan melalui partisipasi swasta dengan pembebasan lahan oleh Pemkab Bogor. Sementara Tahap II Sukahraja hingga Sukamakmur disiapkan melalui pengadaan tanah daerah dan pembangunan fisik oleh pemerintah provinsi.
Sejumlah pekerjaan awal pun telah dilaksanakan antara lain pembangunan Tugu Pancakarsa sebagai titik nol, kegiatan TMMD TNI pada beberapa segmen, pembangunan akses oleh pihak swasta serta perkerasan jalan pada ruas Sentul – Cibadak.
“Dengan dilanjutkannya pembangunan pada 2026, jalan Puncak II diharapkan menjadi solusi jangka panjang kemacetan Puncak sekaligus mendorong pertumbuhan wilayah Bogor Timur,” pungkas Ajat.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
20 Februari 2026, 14:00 WIB
16 Januari 2026, 14:00 WIB
29 Desember 2025, 08:00 WIB
27 Desember 2025, 13:00 WIB
19 Desember 2025, 14:00 WIB
Terkini
14 Oktober 2026, 22:28 WIB
Itamotor baru saja meluncurkan handrip untuk skutik premium yang diklaim dapat memberikan kenyamanan lebih
14 Oktober 2026, 19:00 WIB
BYD Flash Charging bisa digunakan untuk lini mobil listrik Danza yang dipasarkan di Indonesia, seperti D9
14 Oktober 2026, 17:00 WIB
Mobil listrik MG S6 EV jadi opsi baru SUV keluarga di Indonesia, segera meluncur di pameran otomotif GAW 2026
14 Oktober 2026, 16:22 WIB
Shooting brake perdana dari BYD, Danza Z9GT resmi diluncurkan ke konsumen dengan harga Rp 2,25 miliar
14 Oktober 2026, 16:12 WIB
Pasar mobil listrik kembali kedatangan produk baru, kali ini new Danza D9 dan Z9 GT diluncurkan di Tanah Air
14 Oktober 2026, 11:00 WIB
Leapmotor B03 incar konsumen urban, mobil listrik berukuran kompak yang incar konsumen area perkotaan
14 Oktober 2026, 09:00 WIB
Federal Oil terus melakukan berbagai pendekatan untuk mengembangkan pasar dengan konsistensi inovasi
14 Oktober 2026, 07:00 WIB
Aion UT Urban mengisi celah kosong tipe Standard dan Premium, jadi sesusai kebutuhan konsumen di Indonesia