Pameran Otomotif GIIAS Direncanakan Pindah Tempat Tahun Depan

Ajang pameran GIIAS mengincar tempat baru untuk bisa memenuhi peserta yang terus bertambah setiap tahun

Pameran Otomotif GIIAS Direncanakan Pindah Tempat Tahun Depan

KatadataOTO – Ajang GIIAS (Gaikindo Indonesia International Auto Show) dikabarkan akan menggunakan lokasi baru pada tahun depan. Dikarenakan tempat saat ini sudah tidak bisa lagi memenuhi kebutuhan pameran.

GIIAS tahun lalu kedatangan belasan merek mobil baru. Walhasil sejumlah nama baru harus menempati booth beratapkan tenda.

Lalu pada GIIAS 2025 akan bertambah 9 merek mobil anyar. Mulai dari Aletra hingga X-peng akan meramaikan acara.

“Terakhir (2024) kita pakai yang namanya tenda, karena tempatnya sudah tidak cukup. Tahun ini tetap pakai tenda dan kita masih menjajaki apakah yang baru cukup atau tidak,” ucap Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo di Jakarta (18/06).

GIIAS 2024 Resmi Dibuka
Photo : indonesiaautoshow.com

Berdasarkan informasi yang beredar, pameran otomotif GIIAS akan dipindah ke kawasan PIK (Pantai Indah Kapuk). Adapun lokasi tersebut masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).

Alasan lain untuk pindah ke PIK adalah banyaknya orang dengan status ekonomi mapan. Sehingga akan menguntungkan mengadakan pameran mobil di sana.

Nangoi menjelaskan jika keputusan untuk pindah lokasi pameran belum final. Saat ini masih fokus menggelar GIIAS 2025 di ICE BSD.

“Progresnya (pindah) akan dimulai saat selesai GIIAS, baru akan kita putuskan. Tapi memang ada pandangan ke arah sana (PIK),” jelas Nangoi kemudian.

Sekadar informasi bahwa rencana tempat penyelengaraan GIIAS 2026 adalah NICE (Nusantara International Convention Exhibition).

Gedung yang dirancang untuk menyelenggarakan MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) ini mencakup tiga gedung pameran dan area outdoor seluas 30 ribu meter persegi.

Total luas bangunan adalah 30 hektar dengan area pameran mencapai 55.100 meter persegi. Sedangkan total luas tanah NICE mencapai 40 hektar kurang lebih.

Perbedaan dengan ICE BSD adalah 10 ruang pameran seluas 50 ribu meter persegi. Ada aula konvensi seluas 4.000 meter persegi, 33 ruang pertemuan dan lobi prafungsi 12 ribu meter persegi.

GIIAS 2025
Photo : KatadataOTO

Secara total luas tanah ICE BSD sebesar 22 hektar. Sehingga NICE PIK 2 menawarkan ruang hampir dua kali lipat.

NICE hingga sekarang masih dalam tahap pembangunan. Ditargetkan prosesnya selesai pada September 2025.

ICE BSD sudah dikelilingi infrastruktur memadai seperti hotel, pusat perbelanjaan dan pom bensin dan SPKLU.


Terkini

mobil
Mitsubishi Triton

Varian Baru Mitsubishi Triton Meluncur, Single Cabin Versi Sporti

Mitsubishi Triton Single Cabin tersedia dalam varian baru yang tampil semakin sporti, harga Rp 300 jutaan

news
Pondok Indah

Aksi Mobil Drift di Pondok Indah Meresahkan, Polisi Buru Pelaku

Aksi drift di Pondok Indah dianggap sangat membahayakan, seharusnya dilakukan di area khusus yang disediakan

mobil
Toyota Gazoo Racing

Toyota Gazoo Racing Ganti Nama, Perkuat Identitas di Ajang Balap

Pergantian nama divisi balap Gazoo Racing tanpa entitas Toyota resmi berlaku, efektif per 7 Januari 2026

mobil
Hyundai Kona Electric

Hyundai Sambut Wacana Insentif Khusus Buat EV dengan Baterai Nikel

Wacana insentif lebih besar buat mobil listrik yang menggunakan baterai berbahan nikel bakal menguntungkan Hyundai

mobil
Ekspor Toyota

Ekspor Toyota Indonesia Berpotensi Terdampak Serangan AS ke Venezuela

Serangan AS ke Venezuela beberapa waktu lalu berpotensi sebabkan penurunan ekspor Toyota ke negara tersebut

mobil
Daihatsu Rocky Hybrid

Beli Daihatsu Rocky Hybrid Wajib Sabar, Inden Tiga Bulan

Harga di bawah Rp 300 juta masih dipertahankan, namun inden Daihatsu Rocky Hybrid tahun ini sampai tiga bulan

news
SIM

Pengendara yang Merokok di Jalan Bakal Terancam Kehilangan SIM

Pencabutan SIM dalam jangka waktu tertentu dinilai jadi hukuman yang bisa memberikan efek jera ke pengendara

news
Opsen

Opsen PKB dan BBNKB Kembali Hantui Industri Otomotif di Tahun Ini

Penerapan kebijakan opsen PKB dan BBNKB di beberapa daerah di Indonesia berpotensi mengalami perubahan