Ganjil Genap Jakarta 17 April 2026, Tetap Berjalan Meski ASN WFH
17 April 2026, 06:00 WIB
Operasi Lintas Jaya 2024 resmi digelar dan diawasi langsung oleh ratusan petugas dari berbagai instansi
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Pemerintah DKI resmi akan menggelar Operasi Lintas Jaya 2024 dengan melibatkan ratusan petugas dari berbagai institusi. Dalam kegiatan ini petugas berhak menindak sejumlah pelanggaran lalu lintas yang kerap terjadi di Ibu Kota.
Tak tanggung-tanggung, ada 705 personel gabungan mengikuti Operasi Lintas Jaya 2024. Mereka terdiri dari 478 personel Dinas Perhubungan (Dishub), 83 personel TNI dan 144 personel Polri.
"Operasi ini merupakan salah satu operasi gabungan antara Pemprov DKI Jakarta, TNI dan Polri dalam rangka mewujudkan kelancaran serta ketertiban lalu lintas di DKI Jakarta secara berkelanjutan setiap tahun," ungkap Joko Agus Setyono, Sekretaris Daerah DKI di Jakarta Pusat (31/01).
Dalam operasi ini para petugas juga sudah dilengkapi oleh sejumlah fasilitas untuk mendukung kegiatannya. Mulai dari 55 unit mobil patroli, 125 unit mobil derek, 10 unit truk angkut dan 186 unit motor listrik.
Sasaran utama dari Operasi Lintas Jaya 2024 adalah kendaraan-kendaraan yang parkir bukan pada tempatnya serta tidak layak jalan namun tetap beroperasi. Dengan demikian diharapkan masyarakat akan lebih tertib berlalu lintas di masa depan.
Terlebih menurut Joko Operasi Lintas Jaya yang telah dilakukan selama tiga tahun terakhir ini telah memberikan hasil. Pasalnya terjadi peningkatan kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas.
"Di tahun 2023 terdapat perubahan signifikan terhadap angka kendaraan yang melakukan pelanggaran dibandingkan tahun 2022. Ini merupakan pertanda meningkatnya kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas," ujar Joko kemudian.
Tercatat pada 2021 berhasil menindak sebanyak 47.663 kendaraan, 2022 sebanyak 103.966 kendaraan dan 2023 sebanyak 71.478 kendaraan.
Meski mengalami penurunan tetapi dirinya mengingatkan kepada petugas bahwa tantangan Jakarta di masa depan bakal lebih rumit. Pasalnya status Ibu Kota Negara kemungkinan akan berubah menjadi Daerah Khusus Jakarta.
Perubahan status menuntut Jakarta menjadi kota global yang dinamis. Hal tersebut tentunya harus diimbangi oleh kedisiplinan warga agar bisa bersaing dengan negara lain.
“Sebagai langkah dalam mewujudkan hal tersebut, maka dibutuhkan sinergi dari berbagai pihak untuk mewujudkan Jakarta menuju Kota Global,” pungkas Joko.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
17 April 2026, 06:00 WIB
16 April 2026, 06:00 WIB
15 April 2026, 06:00 WIB
14 April 2026, 06:00 WIB
13 April 2026, 06:00 WIB
Terkini
30 Juni 2026, 21:00 WIB
BMW iX3 dijadwalkan meluncur di pameran otomotif GIIAS 2026, meskipun penjualan EV BMW diklaim masih datar
30 Juni 2026, 20:28 WIB
Dua model baru Changan yakni S05 EV dan REEV bisa dipesan, CBU Thailand dengan estimasi harga Rp 500 jutaan
30 Juni 2026, 15:00 WIB
Gaikindo menilai stimulus yang diberikan pemerintah dapat menggairahkan industri otomotif yang tengah terjepit
30 Juni 2026, 13:00 WIB
Chery Q EV hadir dengan tawaran yang menarik mulai dari desain dan dukungan fitur yang lengkap di kelas Rp 200 jutaa
30 Juni 2026, 11:03 WIB
SUV Jetour T1 siap menantang Mitsubishi Destinator, tersedia dalam opsi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV)
30 Juni 2026, 06:37 WIB
Di akhir Juni 2026 fasilitas SIM keliling Jakarta beroperasi seperti biasa di lima lokasi, simak jadwalnya
30 Juni 2026, 06:00 WIB
Kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung untuk mengakomodir kebutuhan para pengendara motor dan mobil
30 Juni 2026, 06:00 WIB
Untuk bisa sedikit mengurai kemacetan parah di Ibu Kota, diberlakukan aturan Ganjil Genap Jakarta sejak pagi