Moeldoko Sebut Truk Listrik MAB Banyak Diminta untuk IKN

Penggunaannya diklaim mulai masif, Moeldoko sebut truk listrik MAB banyak diminta untuk operasional di IKN

Moeldoko Sebut Truk Listrik MAB Banyak Diminta untuk IKN
Serafina Ophelia

KatadataOTO – Elektrifikasi tidak hanya merambah mobil penumpang namun juga sektor kendaraan niaga. Meski masih terlihat jauh lebih lamban, permintaannya diklaim sudah mulai masif.

Kendaraan seperti truk listrik nampaknya akan banyak digunakan untuk operasional di IKN (Ibu Kota Nusantara). Mengingat pemerintah memiliki visi membuat IKN jadi Green City atau berkonsep serba hijau.

Nantinya 80 persen transportasi publik dan 100 persen kendaraan milik penghuni IKN wajib berupa kendaraan listrik yang ramah lingkungan.

Merespons pertanyaan soal masa depan truk listrik di Indonesia, Moeldoko, Ketua Umum Periklindo (Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia) sekaligus Kepala Staf Kepresidenan mengatakan permintaannya mulai banyak.

Masa Depan Truk Listrik di Indonesia, Jadi Operasional di IKN
Photo : KatadataOTO

Tidak hanya itu merek besutannya, PT MAB (Mobil Anak Bangsa) juga diklaim akan berpartisipasi mendukung penggunaan EV (Electric Vehicle) di IKN.

“Saya dengar dari CEO MAB, beberapa pesanan dari IKN ya untuk truk sampah, pembersih jalan dan seterusnya. Sudah cukup banyak mendukung IKN,” ujar Moeldoko di DoubleTree Hilton, Jakarta Pusat, Rabu (4/9).

Hanya saja jika bicara kendaraan lain seperti bus PT MAB belum menyediakan. Namun ditegaskan pihaknya siap apabila diminta dukungan dari pemerintah.

Menurut Moeldoko saat ini penggunaan truk listrik mulai banyak di bidang logistik. Karena dianggap cocok sebagai pengganti kendaraan berbahan bakar diesel yang lebih mahal.

“Masif ya permintaannya khususnya di logistik, perkebunan itu banyak yang minta. Karena selama ini menggunakan diesel mahal, tetapi dengan EV semua menjadi efisien,” tegas Moeldoko.

Sebagai informasi pada perhelatan PEVS 2024 (Periklindo Electric Vehicle Show) PT MAB memboyong truk listrik hasil riset dan pengembangan internal untuk diperkenalkan ke masyarakat.

Masa Depan Truk Listrik di Indonesia, Jadi Operasional di IKN
Photo : KatadataOTO

Selain itu PT MAB hadirkan empat motor listrik, satu di antaranya yakni Electro ML01 masih berupa prototipe. Seluruh model diklaim sudah disesuaikan dengan selera maupun kebutuhan masyarakat Indonesia.

PT MAB sendiri menargetkan Electro ML01 mulai diproduksi akhir 2024 dan dijual dengan banderol kompetitif di bawah Rp 20 jutaan.

Sementara tiga model lain yaitu Delivery, Mojito dan City, bisa dipesan seharga Rp 20 juta sampai Rp 30 jutaan.


Terkini

mobil
Pertalite, Pertamina

Pembatasan Pembelian Pertalite Dimulai Hari Ini

Aturan pembelian BBM bersubsidi termasuk Pertalite merupakan langkah preventif pemerintah hadapi krisis energi

motor
Yamaha AEROX

Yamaha AEROX ALPHA Hadirkan Warna dan Grafis Terbaru

Yamaha AEROX ALPHA ditawarkan dengan enam pilihan varian yang memiliki keunggulan dan nilai masing-masing

news
Harga BBM

Harga BBM Pertamina di April 2026, Pertalite dan Pertamax Tetap

Pemerintah telah menetapkan bahwa harga BBM subsidi dan nonsubsidi tidak mengalami kenaikan pada April 2026

news
Ganjil genap Jakarta

Ganjil Genap Jakarta 1 April 2026, Siapkan Rute Alternatif

Ganjil genap Jakarta kembali diterapkan pada bulan ini sehingga masyarakat diharapkan menyiapkan rute alternatif

news
Sim keliling bandung

Catat Jadwal dan Lokasi SIM Keliling Bandung di Awal April 2026

Demi memudahkan para pengendara di Kota Kembang, kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung hari ini

news
SIM Keliling Jakarta

Syarat dan Biaya SIM Keliling Jakarta Hari Ini Rabu 1 April 2026

Di awal April 2026, SIM keliling Jakarta tetap melayani pemohon yang ingin memperpanjang masa berlaku

mobil
Chery QQ3 EV

Chery QQ3 EV Meluncur, Rival Aion UT Harga Rp 100 Jutaan

Mobil listrik kompak Chery QQ3 EV mendapatkan respons positif dari konsumen di Cina, raup 56.000 pemesanan

mobil
Mobil listrik

Harga Naik, Penjualan Mobil Listrik CKD Terancam Stagnan

Manufaktur mobil listrik di Indonesia harus bersiap menghadapi tekanan penjualan setelah insentif ditiadakan