Pertamina Enduro VR46 Usung Livery Garuda di MotoGP Mandalika
07 Oktober 2026, 09:00 WIB
Kendaraan ramah lingkungan seperti truk hidrogen sampai model listrik dilihat Pertamina sebagai alternatif
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Adopsi kendaraan ramah lingkungan seperti mobil listrik dan hybrid di Indonesia mulai menunjukkan tren positif. Di segmen niaga, model baru perlahan berdatangan.
Truk listrik untuk kebutuhan operasional bisnis dinilai memiliki sejumlah keunggulan, salah satunya adalah tenaga yang lebih kuat.
Hanya saja infrastruktur masih menjadi perhatian. Mengingat truk listrik buat bisnis harus menghadapi rute jarak jauh dan kerap di daerah luar Ibu Kota.
Meskipun begitu, Pertamina yang menggunakan kendaraan besar seperti truk tangki buat operasional mengklaim telah mengambil langkah agar bisa mengadopsi lini elektrifikasi di masa mendatang.
“Sekarang sebenarnya Pertamina lagi ada proyek itu untuk pengembangan mobil tangki berbahan (bakar) hidrogen,” kata Taufan Enggar, Manager Distribution Operation Supply and Distribution PT Pertamina Patra Niaga di Tangerang beberapa waktu lalu.
Perlu diketahui, bahan bakar hidrogen yang digunakan pada Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV) memang disebut cocok menjadi sumber tenaga kendaraan-kendaraan besar.
Ini dapat mengurangi secara drastis emisi dari truk konvensional, kemudian jadi alternatif dari truk listrik.
Ditambah, pengisian daya mobil hidrogen atau FCEV berbeda dari mobil listrik, cenderung mirip pengisian bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau SPBU.
Jadi tidak memakan waktu lama, sekitar empat sampai lima menit saja. Lalu karena tidak pakai baterai besar, kapasitas kargo kendaraan tidak berkurang.
Namun belum ada rencana pasti soal penerapan truk listrik ataupun truk hidrogen untuk operasional mereka di masa mendatang karena dinilai belum cukup ekonomis.
“Apabila suatu saat nanti memang sudah mandatory di Indonesia, ekosistem terbangun dan ekonomis dijadikan kendaraan untuk mengambil bahan bakar dan LPG, sangat mungkin untuk diikuti (diterapkan Pertamina),” kata dia.
Taufan mengungkapkan keputusan memikirkan lini elektrifikasi sebagai kendaraan operasional menjadi bentuk persiapan di tengah transisi dan regulasi emisi dari pemerintah.
Dalam kesempatan lain, Toyota yang baru meresmikan stasiun pengisian bahan bakar hidrogen di Karawang mengungkapkan niat untuk menggunakan truk FCEV sebagai kendaraan operasional.
Saat ini baru mobil Mirai dan forklift hidrogen yang diterapkan Toyota buat beroperasi di area fasilitas pabrik.
“Kita sedang pikirkan untuk konversi truk, karena paling cocok dengan FCEV (Fuel Cell Electric Vehicle). Bisa bekerja sama dengan Pertamina dan lain-lain,” kata Nandi Juliyanto, Presiden Direktur PT TMMIN (Toyota Motor Manufacturing Indonesia) beberapa waktu lalu.
Menurut dia perlu banyak waktu dan edukasi kepada semua pihak terkait agar adopsi kendaraan ramah lingkungan seperti hidrogen bisa diterima.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
07 Oktober 2026, 09:00 WIB
01 Oktober 2026, 17:35 WIB
23 September 2026, 22:39 WIB
02 September 2026, 19:52 WIB
01 September 2026, 20:09 WIB
Terkini
28 Oktober 2026, 23:44 WIB
Kia Puri resmi dibuka, hasil kerjasama dengan PT Sinar Inti Harapan dan akan terus bertambah di kemudian hari
28 Oktober 2026, 16:13 WIB
Rangkaian seri GIIAS berlanjut, kini GIIAS Makassar 2026 resmi dibuka diramaikan berbagai model elektrifikasi
28 Oktober 2026, 13:00 WIB
Komponen CVT pada motor matik perlu diperiksa secara berkala, ini gejalanya jika terjadi potensi kerusakan
28 Oktober 2026, 11:00 WIB
Periklindo menilai mobil hybrid turut berkontribusi dalam pengurangan konsumsi BBM dan emisi CO2 di Indonesia
28 Oktober 2026, 09:00 WIB
Muncul wacana insentif mobil hybrid, realisasinya berpeluang menambah angka penjualan lini kendaraan HEV
28 Oktober 2026, 07:00 WIB
Kepolisian coba mengantisipasi penumpukan kendaraan di sejumlah titik saat ada Demo Mahasiswa 28 Oktober 2026
27 Oktober 2026, 21:00 WIB
Sejumlah pembalap disebut menolak untuk melakoni MotoGP Qatar 2026 pekan depan karena masalah keamanan
27 Oktober 2026, 18:59 WIB
Marquez memiliki peluang besar untuk menjadi pemenang dan mendulang poin sempurna di MotoGP Malaysia 2026