Harga BBM Pertamina Naik di Maret 2026, Pertamax Rp 12 Ribuan
01 Maret 2026, 08:26 WIB
Kendaraan ramah lingkungan seperti truk hidrogen sampai model listrik dilihat Pertamina sebagai alternatif
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Adopsi kendaraan ramah lingkungan seperti mobil listrik dan hybrid di Indonesia mulai menunjukkan tren positif. Di segmen niaga, model baru perlahan berdatangan.
Truk listrik untuk kebutuhan operasional bisnis dinilai memiliki sejumlah keunggulan, salah satunya adalah tenaga yang lebih kuat.
Hanya saja infrastruktur masih menjadi perhatian. Mengingat truk listrik buat bisnis harus menghadapi rute jarak jauh dan kerap di daerah luar Ibu Kota.
Meskipun begitu, Pertamina yang menggunakan kendaraan besar seperti truk tangki buat operasional mengklaim telah mengambil langkah agar bisa mengadopsi lini elektrifikasi di masa mendatang.
“Sekarang sebenarnya Pertamina lagi ada proyek itu untuk pengembangan mobil tangki berbahan (bakar) hidrogen,” kata Taufan Enggar, Manager Distribution Operation Supply and Distribution PT Pertamina Patra Niaga di Tangerang beberapa waktu lalu.
Perlu diketahui, bahan bakar hidrogen yang digunakan pada Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV) memang disebut cocok menjadi sumber tenaga kendaraan-kendaraan besar.
Ini dapat mengurangi secara drastis emisi dari truk konvensional, kemudian jadi alternatif dari truk listrik.
Ditambah, pengisian daya mobil hidrogen atau FCEV berbeda dari mobil listrik, cenderung mirip pengisian bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau SPBU.
Jadi tidak memakan waktu lama, sekitar empat sampai lima menit saja. Lalu karena tidak pakai baterai besar, kapasitas kargo kendaraan tidak berkurang.
Namun belum ada rencana pasti soal penerapan truk listrik ataupun truk hidrogen untuk operasional mereka di masa mendatang karena dinilai belum cukup ekonomis.
“Apabila suatu saat nanti memang sudah mandatory di Indonesia, ekosistem terbangun dan ekonomis dijadikan kendaraan untuk mengambil bahan bakar dan LPG, sangat mungkin untuk diikuti (diterapkan Pertamina),” kata dia.
Taufan mengungkapkan keputusan memikirkan lini elektrifikasi sebagai kendaraan operasional menjadi bentuk persiapan di tengah transisi dan regulasi emisi dari pemerintah.
Dalam kesempatan lain, Toyota yang baru meresmikan stasiun pengisian bahan bakar hidrogen di Karawang mengungkapkan niat untuk menggunakan truk FCEV sebagai kendaraan operasional.
Saat ini baru mobil Mirai dan forklift hidrogen yang diterapkan Toyota buat beroperasi di area fasilitas pabrik.
“Kita sedang pikirkan untuk konversi truk, karena paling cocok dengan FCEV (Fuel Cell Electric Vehicle). Bisa bekerja sama dengan Pertamina dan lain-lain,” kata Nandi Juliyanto, Presiden Direktur PT TMMIN (Toyota Motor Manufacturing Indonesia) beberapa waktu lalu.
Menurut dia perlu banyak waktu dan edukasi kepada semua pihak terkait agar adopsi kendaraan ramah lingkungan seperti hidrogen bisa diterima.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
01 Maret 2026, 08:26 WIB
28 Februari 2026, 11:00 WIB
24 Februari 2026, 08:00 WIB
23 Februari 2026, 16:00 WIB
19 Februari 2026, 11:00 WIB
Terkini
02 Maret 2026, 16:06 WIB
Lamborghini memutuskan untuk hadirkan Lanzador sebagai PHEV, EV murni masih belum berhasil menjaring peminat
02 Maret 2026, 14:00 WIB
Usaha rental mobil ikut terdampak di tengah lesunya ekonomi dan adanya efisiensi atau pemotongan anggaran
02 Maret 2026, 13:00 WIB
Mitsubishi Indonesia menyiapkan setidaknya empat strategi untuk bisa mewujudkan targetnya pada tahun ini
02 Maret 2026, 12:00 WIB
Geely siap mengawal pelanggannya saat mudik Lebaran 2026 dengan membuka 11 diler di sejumlah kota besar
02 Maret 2026, 11:00 WIB
Selama musim mudik 2026, Hino akan membuka sejumlah posko mudik yang siap mengawal perjalanan pelanggan
02 Maret 2026, 10:00 WIB
Yamaha ingin berkolaborasi dengan Agrinas Pangan Nusantara untuk memasok motor baru bagi Koperasi Merah Putih
02 Maret 2026, 08:03 WIB
Pedro Acosta sukses mengamankan 32 poin di Thailand untuk bisa berebut puncak klasemen sementara MotoGP 2026
02 Maret 2026, 06:00 WIB
Pembatasan ganjil genap Jakarta pertama di Maret 2026 akan diawasi ketat oleh pihak kepolisian yang terus berjaga