Apresiasi Jurnalistik Pertamina 2026 Dorong Inovasi Insan Media
03 Juli 2026, 15:00 WIB
Kendaraan ramah lingkungan seperti truk hidrogen sampai model listrik dilihat Pertamina sebagai alternatif
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Adopsi kendaraan ramah lingkungan seperti mobil listrik dan hybrid di Indonesia mulai menunjukkan tren positif. Di segmen niaga, model baru perlahan berdatangan.
Truk listrik untuk kebutuhan operasional bisnis dinilai memiliki sejumlah keunggulan, salah satunya adalah tenaga yang lebih kuat.
Hanya saja infrastruktur masih menjadi perhatian. Mengingat truk listrik buat bisnis harus menghadapi rute jarak jauh dan kerap di daerah luar Ibu Kota.
Meskipun begitu, Pertamina yang menggunakan kendaraan besar seperti truk tangki buat operasional mengklaim telah mengambil langkah agar bisa mengadopsi lini elektrifikasi di masa mendatang.
“Sekarang sebenarnya Pertamina lagi ada proyek itu untuk pengembangan mobil tangki berbahan (bakar) hidrogen,” kata Taufan Enggar, Manager Distribution Operation Supply and Distribution PT Pertamina Patra Niaga di Tangerang beberapa waktu lalu.
Perlu diketahui, bahan bakar hidrogen yang digunakan pada Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV) memang disebut cocok menjadi sumber tenaga kendaraan-kendaraan besar.
Ini dapat mengurangi secara drastis emisi dari truk konvensional, kemudian jadi alternatif dari truk listrik.
Ditambah, pengisian daya mobil hidrogen atau FCEV berbeda dari mobil listrik, cenderung mirip pengisian bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau SPBU.
Jadi tidak memakan waktu lama, sekitar empat sampai lima menit saja. Lalu karena tidak pakai baterai besar, kapasitas kargo kendaraan tidak berkurang.
Namun belum ada rencana pasti soal penerapan truk listrik ataupun truk hidrogen untuk operasional mereka di masa mendatang karena dinilai belum cukup ekonomis.
“Apabila suatu saat nanti memang sudah mandatory di Indonesia, ekosistem terbangun dan ekonomis dijadikan kendaraan untuk mengambil bahan bakar dan LPG, sangat mungkin untuk diikuti (diterapkan Pertamina),” kata dia.
Taufan mengungkapkan keputusan memikirkan lini elektrifikasi sebagai kendaraan operasional menjadi bentuk persiapan di tengah transisi dan regulasi emisi dari pemerintah.
Dalam kesempatan lain, Toyota yang baru meresmikan stasiun pengisian bahan bakar hidrogen di Karawang mengungkapkan niat untuk menggunakan truk FCEV sebagai kendaraan operasional.
Saat ini baru mobil Mirai dan forklift hidrogen yang diterapkan Toyota buat beroperasi di area fasilitas pabrik.
“Kita sedang pikirkan untuk konversi truk, karena paling cocok dengan FCEV (Fuel Cell Electric Vehicle). Bisa bekerja sama dengan Pertamina dan lain-lain,” kata Nandi Juliyanto, Presiden Direktur PT TMMIN (Toyota Motor Manufacturing Indonesia) beberapa waktu lalu.
Menurut dia perlu banyak waktu dan edukasi kepada semua pihak terkait agar adopsi kendaraan ramah lingkungan seperti hidrogen bisa diterima.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
03 Juli 2026, 15:00 WIB
10 Juni 2026, 14:57 WIB
10 Juni 2026, 07:00 WIB
06 Juni 2026, 18:08 WIB
01 Juni 2026, 13:20 WIB
Terkini
25 Juli 2026, 22:44 WIB
Toyota terus menunjukkan komitmen mereka dalam memajukan pendidikan vokasi dengan menyumbangkan mesin mobil
25 Juli 2026, 22:43 WIB
Penjualan mobil tampak kembali pulih di Juni 2026, Kemenperin yakin bisa tembus 1 juta unit di akhir 2026
25 Juli 2026, 08:00 WIB
Para pemilik kendaraan jenis SUV atau Double Cabin 4X4 menjadi incaran calon produk terbaru Giti di Indonesia
24 Juli 2026, 23:00 WIB
SUV PHEV DFSK E5 Plus sudah mulai dirakit lokal di pabrik Cikande, ditawarkan dengan harga Rp 500 jutaan
24 Juli 2026, 22:00 WIB
Daihatsu Rocky Hybrid dibekali beberapa fitur terkini guna memberikan sensasi berkendara yang berbeda
24 Juli 2026, 21:00 WIB
Astra Honda Motor Technical Skill Contest 2026 baru saja digelar dan diikuti 69 peserta dari seluruh Indonesia
24 Juli 2026, 20:22 WIB
Mobil listrik MG S5 EV memiliki potensi overheating, ada ribuan unit yang mulai ditarik dari pasaran
24 Juli 2026, 09:00 WIB
Menutup pekan terakhir di Juli 2026, Sistem lalu lintas Ganjil Genap Jakarta hari ini tetap diberlakukan