Tanpa Insentif, Pabrikan Cina Bakal Fokus Jualan Mobil Hybrid
23 Februari 2026, 09:00 WIB
RI masih jauh dari target produksi mobil listrik 600 ribu unit per 2030, Periklindo ungkap kendalanya
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Angka penjualan mobil listrik nasional sampai Juli 2024 ada di angka 17.826 unit. Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor) masih punya target lebih tinggi sebelum akhir tahun.
“Mungkin akhir tahun (penjualan mobil listrik) bisa capai angka 30 ribu unit, cukup bagus peningkatannya. Tetapi memang dibandingkan hybrid, hybrid jauh meningkat,” kata Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo kepada wartawan beberapa waktu lalu.
Bisa dibilang saat ini HEV (Hybrid Electric Vehicle) justru lebih menarik perhatian konsumen. Data Gaikindo ungkap penjualan HEV tembus 32 ribu per Mei 2024, hampir dua kali lipat capaian penjualan mobil listrik.
Masih ada banyak tantangan dihadapi dalam mensosialisasikan mobil listrik kepada masyarakat. Ditambah lagi pemerintah juga punya target produksi mobil listrik 600 ribu unit di 2030.
Periklindo (Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia) mengungkapkan bahwa salah satu alasannya adalah kapasitas produksi pabrik mobil listrik di Indonesia yang dinilai sedikit.
“Satu pabrik, katakan seperti Wuling satu tahun dia punya kapasitas produksi katakanlah 20 ribu unit, tidak banyak,” kata Tenggono Chuandra Phoa, Sekretaris Jenderal Periklindo di DoubleTree Hilton, Jakarta Pusat, Rabu (4/9).
Ada juga pabrik milik Hyundai yang memiliki kapasitas produksi 50 ribu unit per tahun. Namun rencananya per 2024 bakal ditingkatkan jadi 70 ribu unit. Lalu Neta sebanyak 27 ribu unit per tahun.
Sedangkan manufaktur lain seperti BYD (Build Your Dreams) masih mengimpor utuh lini kendaraannya. Karena fasilitas perakitan milik mereka baru ditargetkan beroperasi mulai 2026.
Periklindo menilai Indonesia masih butuh banyak investor untuk dongkrak produksi mobil listrik di dalam negeri. Karena pada akhirnya dapat bantu dorong penjualan dan harga semakin kompetitif imbas pemberian insentif dari pemerintah.
“Kita butuh industri yang lebih kuat untuk masuk dan produksi di Indonesia,” tegas Tenggono.
Lebih lanjut ia menegaskan penjualan kendaraan listrik secara year on year terbilang naik, menandakan besarnya antusiasme konsumen.
“Kalau melihat di Indonesia EV baru masuk dua tahun dan penjualan cukup bagus,” ungkap dia.
Dalam upaya menarik investor, pekan depan Periklindo bakal menggelar konferensi kendaraan listrik pertama di Indonesia. Bakal ada sejumlah merek ternama asal China turut hadir menjadi pembicara.
Tidak ketinggalan akademisi dan pihak pemangku kepentingan terkait lainnya termasuk Menko Marves dan Menko Perekonomian. Harapannya dapat menjadi wadah diskusi guna mencapai target komitmen elektrifikasi pemerintah.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
23 Februari 2026, 09:00 WIB
20 Februari 2026, 08:00 WIB
19 Februari 2026, 16:27 WIB
19 Februari 2026, 15:00 WIB
19 Februari 2026, 09:00 WIB
Terkini
25 Februari 2026, 20:50 WIB
Geely membukukan 1.776 SPK termasuk Zeekr, EX2 mendominasi 80 persen dari keseluruhan pemesanan selama IIMS 2026
25 Februari 2026, 16:00 WIB
Agrinas Pangan Nusantara memberikan kesempatan bagi Mitsubishi Fuso Canter jadi armada Koperasi Merah Putih
25 Februari 2026, 15:00 WIB
MotoGP SEG yang dulu dikenal Dorna tengah menyiapkan aturan terbaru untuk meminimalisir gap gaji pembalap
25 Februari 2026, 14:00 WIB
Beberapa harga mobil LCGC terpantau terkoreksi, bisa menjadi opsi buat Anda saat musim mudik Lebaran 2026
25 Februari 2026, 13:00 WIB
KPK memastikan proses impor pikap untuk Koperasi Merah Putih tidak menimbulkan masalah seperti kasus korupsi
25 Februari 2026, 12:00 WIB
Pembuatan SIM Internasional pada akhir Februari 2026 masih belum mengalami perubahan bila dibanding sebelumnya
25 Februari 2026, 11:00 WIB
GAC Indonesia berhasil mendapat hasil baik di IIMS 2026 dengan meraih 2.095 setelah memberi promo potongan harga
25 Februari 2026, 10:00 WIB
PT Agrinasi Pangan Nusantara disebut butuh kendaraan pikap 4x4, Gaikindo akui 4x2 lebih populer di RI