Nissan Jual Pabrik Pada Renault Demi Selamatkan Perusahaan
02 April 2025, 14:00 WIB
RI masih jauh dari target produksi mobil listrik 600 ribu unit per 2030, Periklindo ungkap kendalanya
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Angka penjualan mobil listrik nasional sampai Juli 2024 ada di angka 17.826 unit. Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor) masih punya target lebih tinggi sebelum akhir tahun.
“Mungkin akhir tahun (penjualan mobil listrik) bisa capai angka 30 ribu unit, cukup bagus peningkatannya. Tetapi memang dibandingkan hybrid, hybrid jauh meningkat,” kata Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo kepada wartawan beberapa waktu lalu.
Bisa dibilang saat ini HEV (Hybrid Electric Vehicle) justru lebih menarik perhatian konsumen. Data Gaikindo ungkap penjualan HEV tembus 32 ribu per Mei 2024, hampir dua kali lipat capaian penjualan mobil listrik.
Masih ada banyak tantangan dihadapi dalam mensosialisasikan mobil listrik kepada masyarakat. Ditambah lagi pemerintah juga punya target produksi mobil listrik 600 ribu unit di 2030.
Periklindo (Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia) mengungkapkan bahwa salah satu alasannya adalah kapasitas produksi pabrik mobil listrik di Indonesia yang dinilai sedikit.
“Satu pabrik, katakan seperti Wuling satu tahun dia punya kapasitas produksi katakanlah 20 ribu unit, tidak banyak,” kata Tenggono Chuandra Phoa, Sekretaris Jenderal Periklindo di DoubleTree Hilton, Jakarta Pusat, Rabu (4/9).
Ada juga pabrik milik Hyundai yang memiliki kapasitas produksi 50 ribu unit per tahun. Namun rencananya per 2024 bakal ditingkatkan jadi 70 ribu unit. Lalu Neta sebanyak 27 ribu unit per tahun.
Sedangkan manufaktur lain seperti BYD (Build Your Dreams) masih mengimpor utuh lini kendaraannya. Karena fasilitas perakitan milik mereka baru ditargetkan beroperasi mulai 2026.
Periklindo menilai Indonesia masih butuh banyak investor untuk dongkrak produksi mobil listrik di dalam negeri. Karena pada akhirnya dapat bantu dorong penjualan dan harga semakin kompetitif imbas pemberian insentif dari pemerintah.
“Kita butuh industri yang lebih kuat untuk masuk dan produksi di Indonesia,” tegas Tenggono.
Lebih lanjut ia menegaskan penjualan kendaraan listrik secara year on year terbilang naik, menandakan besarnya antusiasme konsumen.
“Kalau melihat di Indonesia EV baru masuk dua tahun dan penjualan cukup bagus,” ungkap dia.
Dalam upaya menarik investor, pekan depan Periklindo bakal menggelar konferensi kendaraan listrik pertama di Indonesia. Bakal ada sejumlah merek ternama asal China turut hadir menjadi pembicara.
Tidak ketinggalan akademisi dan pihak pemangku kepentingan terkait lainnya termasuk Menko Marves dan Menko Perekonomian. Harapannya dapat menjadi wadah diskusi guna mencapai target komitmen elektrifikasi pemerintah.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
02 April 2025, 14:00 WIB
02 April 2025, 12:00 WIB
02 April 2025, 08:20 WIB
31 Maret 2025, 09:00 WIB
31 Maret 2025, 07:00 WIB
Terkini
03 April 2025, 07:55 WIB
Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat bakal berdampak ke harga motor Honda di Indonesia
02 April 2025, 18:27 WIB
Demi mengurangi kepadatan lalu lintas pada arus balik Lebaran 2025, Tol Japek II Selatan mulai dibuka hari ini
02 April 2025, 17:00 WIB
Jasa Marga bebaskan tarif tol saat arus balik untuk beri kemudahan kepada masyarakat saat arus balik
02 April 2025, 14:00 WIB
Nissan jual pabrik mereka di India pada Renault demi selamatkan perusahaan dari ancaman kebangkrutan
02 April 2025, 12:00 WIB
Jetour X50e EV siap dipasarkan di Indonesia tahun ini, disebut telah didesain menyesuaikan kebutuhan konsumen
02 April 2025, 10:00 WIB
MotoGP Amerika 2025 sempat tertunda 10 menit akibat Marc Marquez, bos Trackhouse minta kejelasan aturan
02 April 2025, 08:20 WIB
Agar mengurangi angka kecelakaan, pihak kepolisian diminta membuat SIM khusus pengemudi mobil listrik
01 April 2025, 18:19 WIB
Mengawali April 2025, harga BBM di seluruh SPBU milik swasta mengalami penurunan dengan jumlah bervariasi