BYD Atto 2 Sudah Masuk di Indonesia, Segera Dipasarkan
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
RI masih jauh dari target produksi mobil listrik 600 ribu unit per 2030, Periklindo ungkap kendalanya
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Angka penjualan mobil listrik nasional sampai Juli 2024 ada di angka 17.826 unit. Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor) masih punya target lebih tinggi sebelum akhir tahun.
“Mungkin akhir tahun (penjualan mobil listrik) bisa capai angka 30 ribu unit, cukup bagus peningkatannya. Tetapi memang dibandingkan hybrid, hybrid jauh meningkat,” kata Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo kepada wartawan beberapa waktu lalu.
Bisa dibilang saat ini HEV (Hybrid Electric Vehicle) justru lebih menarik perhatian konsumen. Data Gaikindo ungkap penjualan HEV tembus 32 ribu per Mei 2024, hampir dua kali lipat capaian penjualan mobil listrik.
Masih ada banyak tantangan dihadapi dalam mensosialisasikan mobil listrik kepada masyarakat. Ditambah lagi pemerintah juga punya target produksi mobil listrik 600 ribu unit di 2030.
Periklindo (Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia) mengungkapkan bahwa salah satu alasannya adalah kapasitas produksi pabrik mobil listrik di Indonesia yang dinilai sedikit.
“Satu pabrik, katakan seperti Wuling satu tahun dia punya kapasitas produksi katakanlah 20 ribu unit, tidak banyak,” kata Tenggono Chuandra Phoa, Sekretaris Jenderal Periklindo di DoubleTree Hilton, Jakarta Pusat, Rabu (4/9).
Ada juga pabrik milik Hyundai yang memiliki kapasitas produksi 50 ribu unit per tahun. Namun rencananya per 2024 bakal ditingkatkan jadi 70 ribu unit. Lalu Neta sebanyak 27 ribu unit per tahun.
Sedangkan manufaktur lain seperti BYD (Build Your Dreams) masih mengimpor utuh lini kendaraannya. Karena fasilitas perakitan milik mereka baru ditargetkan beroperasi mulai 2026.
Periklindo menilai Indonesia masih butuh banyak investor untuk dongkrak produksi mobil listrik di dalam negeri. Karena pada akhirnya dapat bantu dorong penjualan dan harga semakin kompetitif imbas pemberian insentif dari pemerintah.
“Kita butuh industri yang lebih kuat untuk masuk dan produksi di Indonesia,” tegas Tenggono.
Lebih lanjut ia menegaskan penjualan kendaraan listrik secara year on year terbilang naik, menandakan besarnya antusiasme konsumen.
“Kalau melihat di Indonesia EV baru masuk dua tahun dan penjualan cukup bagus,” ungkap dia.
Dalam upaya menarik investor, pekan depan Periklindo bakal menggelar konferensi kendaraan listrik pertama di Indonesia. Bakal ada sejumlah merek ternama asal China turut hadir menjadi pembicara.
Tidak ketinggalan akademisi dan pihak pemangku kepentingan terkait lainnya termasuk Menko Marves dan Menko Perekonomian. Harapannya dapat menjadi wadah diskusi guna mencapai target komitmen elektrifikasi pemerintah.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
14 Oktober 2026, 19:00 WIB
14 Oktober 2026, 17:00 WIB
14 Oktober 2026, 16:22 WIB
14 Oktober 2026, 16:12 WIB
Terkini
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
Setelah menjadi perbincangan, BYD Atto 2 akhirnya dipajang dan dipamerkan kepada konsumen di Indonesia
15 Oktober 2026, 07:00 WIB
Sebelum menentukan pilihan, Mitsubishi Destinator bisa jadi bahan pertimbangan konsumen yang membutuhkan
14 Oktober 2026, 22:28 WIB
Itamotor baru saja meluncurkan handrip untuk skutik premium yang diklaim dapat memberikan kenyamanan lebih
14 Oktober 2026, 19:00 WIB
BYD Flash Charging bisa digunakan untuk lini mobil listrik Danza yang dipasarkan di Indonesia, seperti D9
14 Oktober 2026, 17:00 WIB
Mobil listrik MG S6 EV jadi opsi baru SUV keluarga di Indonesia, segera meluncur di pameran otomotif GAW 2026
14 Oktober 2026, 16:22 WIB
Shooting brake perdana dari BYD, Danza Z9GT resmi diluncurkan ke konsumen dengan harga Rp 2,25 miliar
14 Oktober 2026, 16:12 WIB
Pasar mobil listrik kembali kedatangan produk baru, kali ini new Danza D9 dan Z9 GT diluncurkan di Tanah Air
14 Oktober 2026, 11:00 WIB
Leapmotor B03 incar konsumen urban, mobil listrik berukuran kompak yang incar konsumen area perkotaan