Mobil Cina Gusur Jepang di Pasar Australia, Ekspansi Berlanjut
05 April 2026, 15:25 WIB
Terdapat beragam teknologi inovatif yang ada dalam pameran GIIAS 2025, salah satunya mobil terbang Xpeng
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Xpeng melakukan debutnya dalam pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di ICE BSD, Tangerang.
Salah satu yang mencuri perhatian para pengunjung GIIAS 2025 adalah mobil terbang Xpeng AeroHT X2.
Kendaraan tersebut merupakan mobil terbang electric take-off and landing (eVTOL).
Dilengkapi dengan dua tempat duduk yang dirancang untuk perjalanan para kaum urban di perkotaan.
Manufaktur asal Cina itu mengaku mempertimbangkan membawa Xpeng AeroHT untuk dipasarkan di Indonesia.
Namun mereka belum membocorkan kapan rencana tersebut mau direalisasikan.
"Kami sangat terbuka dengan peluang itu, namun akan sangat bergantung pada regulasi di Indonesia," ucap James Wu, Wakil Presiden Xpeng di GIIAS 2025.
Sebagai informasi Xpeng AeroHT diberi nama Land Aircraft Carrier. Digadang-gadang bakal mulai dipasarkan pada 2026.
Patut diketahui, Land Aircraft Carrier berbentuk modular. Ada semacam mothership atau mobil induk roda enam yang menyimpang mobil terbang.
Mobil terbang Xpeng tidak hanya bisa dikendalikan secara manual. Namun mampu beroperasi secara otomatis alias otonom.
Menurut kabar beredar, produk satu ini mampu mengudara sampai 20 km dengan durasi 15-20 menit terbang.
Menyitat laman resmi Xpeng, harga mobil terbang ini adalah 300 ribu dolar Amerika Serikat (AS) atau Rp 5 miliaran di pasar Cina.
Xpeng pun optimistis Land Aircraft Carrier mampu diminati masyarakat. Bahkan bisa terjual sampai 10 ribu unit dalam setahun.
Apalagi mobil tersebut Xpeng dapat diandalkan buat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Seperti digunakan untuk rute-rute di dalam kota.
AeroHT X2 dilengkapi dengan sistem redundansi, deteksi lingkungan sferis, pendaratan dan kembali otonom serta pemantauan darat.
Kemudian masih ada video real-time, kamera omnidirectional sampai parasut balistik darurat.
Selain itu, mobil ini mendukung mode manual dan autopilot untuk mempermudah pengendara selama perjalanan udara.
Ditambah ke depan, kendaraan otonom tersebut bakal dikembangkan. Jadi bisa menjelajah dengan jarak lebih lebih jauh.
Kendati demikian, para pengguna nantinya wajib memiliki surat izin mengemudi dan versi modifikasi dari lisensi pilot buat pengoperasiannya.
Terakhir, Xpeng juga disebut telah membangun sistem berlapis-lapis baik buat kontrol, powertrain dan komunikasi jika terjadi kegagalan operasional.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
05 April 2026, 15:25 WIB
04 April 2026, 09:00 WIB
20 Maret 2026, 13:31 WIB
11 Maret 2026, 19:00 WIB
11 Maret 2026, 17:00 WIB
Terkini
29 April 2026, 17:00 WIB
Jetour T2 PHEV dikonfirmasi masuk Indonesia tahun ini, sementara T1 sudah terdaftar di data Permendagri
29 April 2026, 15:49 WIB
Booth JETOUR di Cina suguhkan berbagai opsi SUV tangguh dan kendaraan ramah lingkungan buat mobilitas keluarga
29 April 2026, 13:00 WIB
Isu Chery Group ingin mengakuisisi pabrik milik Handal di Pondok Ungu, Bekasi sempat tersiar pada akhir 2025
29 April 2026, 12:12 WIB
Ajang Kia Collezione 2026 jadi momentum penguatan lini produk manufaktur asal Korea Selatan itu di Tanah Air
29 April 2026, 11:00 WIB
Lepas E4 yang akan masuk RI bakal dirakit difasilitas produksi milik PT Handal di kawasan Pondok Ungu, Bekasi
29 April 2026, 07:00 WIB
Mitsubishi Destinator dibekali fitur-fitur terkini yang bisa menambah kenyamanan berkendara para konsumen
29 April 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta beroperasi di waktu terbatas, jangan sampai terlambat sebab tidak ada dispensasi
29 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta hari ini kembali berlaku yang diharapkan mampu mengurai kemacetan terutama di jam sibuk