Mengenal Grup Besar di Balik BAW, dari Tekstil Merambah Otomotif
03 Oktober 2026, 21:00 WIB
Terdapat beragam teknologi inovatif yang ada dalam pameran GIIAS 2025, salah satunya mobil terbang Xpeng
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Xpeng melakukan debutnya dalam pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di ICE BSD, Tangerang.
Salah satu yang mencuri perhatian para pengunjung GIIAS 2025 adalah mobil terbang Xpeng AeroHT X2.
Kendaraan tersebut merupakan mobil terbang electric take-off and landing (eVTOL).
Dilengkapi dengan dua tempat duduk yang dirancang untuk perjalanan para kaum urban di perkotaan.
Manufaktur asal Cina itu mengaku mempertimbangkan membawa Xpeng AeroHT untuk dipasarkan di Indonesia.
Namun mereka belum membocorkan kapan rencana tersebut mau direalisasikan.
"Kami sangat terbuka dengan peluang itu, namun akan sangat bergantung pada regulasi di Indonesia," ucap James Wu, Wakil Presiden Xpeng di GIIAS 2025.
Sebagai informasi Xpeng AeroHT diberi nama Land Aircraft Carrier. Digadang-gadang bakal mulai dipasarkan pada 2026.
Patut diketahui, Land Aircraft Carrier berbentuk modular. Ada semacam mothership atau mobil induk roda enam yang menyimpang mobil terbang.
Mobil terbang Xpeng tidak hanya bisa dikendalikan secara manual. Namun mampu beroperasi secara otomatis alias otonom.
Menurut kabar beredar, produk satu ini mampu mengudara sampai 20 km dengan durasi 15-20 menit terbang.
Menyitat laman resmi Xpeng, harga mobil terbang ini adalah 300 ribu dolar Amerika Serikat (AS) atau Rp 5 miliaran di pasar Cina.
Xpeng pun optimistis Land Aircraft Carrier mampu diminati masyarakat. Bahkan bisa terjual sampai 10 ribu unit dalam setahun.
Apalagi mobil tersebut Xpeng dapat diandalkan buat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Seperti digunakan untuk rute-rute di dalam kota.
AeroHT X2 dilengkapi dengan sistem redundansi, deteksi lingkungan sferis, pendaratan dan kembali otonom serta pemantauan darat.
Kemudian masih ada video real-time, kamera omnidirectional sampai parasut balistik darurat.
Selain itu, mobil ini mendukung mode manual dan autopilot untuk mempermudah pengendara selama perjalanan udara.
Ditambah ke depan, kendaraan otonom tersebut bakal dikembangkan. Jadi bisa menjelajah dengan jarak lebih lebih jauh.
Kendati demikian, para pengguna nantinya wajib memiliki surat izin mengemudi dan versi modifikasi dari lisensi pilot buat pengoperasiannya.
Terakhir, Xpeng juga disebut telah membangun sistem berlapis-lapis baik buat kontrol, powertrain dan komunikasi jika terjadi kegagalan operasional.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
03 Oktober 2026, 21:00 WIB
15 September 2026, 09:00 WIB
08 September 2026, 16:50 WIB
01 September 2026, 20:11 WIB
01 September 2026, 07:00 WIB
Terkini
22 Oktober 2026, 21:16 WIB
Track My Chery Q memberikan akses kepada konsumen untuk memantau perkembangan unit sejak tahap produksi
22 Oktober 2026, 15:44 WIB
Debut di Chery Brand Night, Tiggo X7 dan all new Tiggo 7 jadi amunisi baru untuk penjualan di pasar global
22 Oktober 2026, 13:08 WIB
Toyota Innova Zenix Hybrid kini dilengkapi T Intouch terbaru, berbagai fungsi kendaraan dapat diakses dari HP
22 Oktober 2026, 11:00 WIB
Bing Bang Auto Festival 2026 akan menyuguhkan kejutan dan menjadi panggung untuk mobil serta motor listrik
22 Oktober 2026, 09:00 WIB
Usulan insentif mobil hybrid dinilai kurang tepat, seharusnya pemerintah lebih fokus pada bantuan untuk EV
22 Oktober 2026, 07:00 WIB
iCar Mod Fest menjadi tempat menampilkan karya kreatif konsumen dalam melakukan modifikasi pada kendaraan
21 Oktober 2026, 22:50 WIB
Leapmotor berusaha mematuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang telah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia
21 Oktober 2026, 17:00 WIB
LCR Honda menunjuk David Alonso sebagai rekan Johann Zarco dan melengkapi susunan pembalap MotoGP 2027