Rencana BAIC Bangun Pabrik Mandiri, Tunggu Penjualan Naik
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
Terdapat beragam teknologi inovatif yang ada dalam pameran GIIAS 2025, salah satunya mobil terbang Xpeng
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Xpeng melakukan debutnya dalam pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di ICE BSD, Tangerang.
Salah satu yang mencuri perhatian para pengunjung GIIAS 2025 adalah mobil terbang Xpeng AeroHT X2.
Kendaraan tersebut merupakan mobil terbang electric take-off and landing (eVTOL).
Dilengkapi dengan dua tempat duduk yang dirancang untuk perjalanan para kaum urban di perkotaan.
Manufaktur asal Cina itu mengaku mempertimbangkan membawa Xpeng AeroHT untuk dipasarkan di Indonesia.
Namun mereka belum membocorkan kapan rencana tersebut mau direalisasikan.
"Kami sangat terbuka dengan peluang itu, namun akan sangat bergantung pada regulasi di Indonesia," ucap James Wu, Wakil Presiden Xpeng di GIIAS 2025.
Sebagai informasi Xpeng AeroHT diberi nama Land Aircraft Carrier. Digadang-gadang bakal mulai dipasarkan pada 2026.
Patut diketahui, Land Aircraft Carrier berbentuk modular. Ada semacam mothership atau mobil induk roda enam yang menyimpang mobil terbang.
Mobil terbang Xpeng tidak hanya bisa dikendalikan secara manual. Namun mampu beroperasi secara otomatis alias otonom.
Menurut kabar beredar, produk satu ini mampu mengudara sampai 20 km dengan durasi 15-20 menit terbang.
Menyitat laman resmi Xpeng, harga mobil terbang ini adalah 300 ribu dolar Amerika Serikat (AS) atau Rp 5 miliaran di pasar Cina.
Xpeng pun optimistis Land Aircraft Carrier mampu diminati masyarakat. Bahkan bisa terjual sampai 10 ribu unit dalam setahun.
Apalagi mobil tersebut Xpeng dapat diandalkan buat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Seperti digunakan untuk rute-rute di dalam kota.
AeroHT X2 dilengkapi dengan sistem redundansi, deteksi lingkungan sferis, pendaratan dan kembali otonom serta pemantauan darat.
Kemudian masih ada video real-time, kamera omnidirectional sampai parasut balistik darurat.
Selain itu, mobil ini mendukung mode manual dan autopilot untuk mempermudah pengendara selama perjalanan udara.
Ditambah ke depan, kendaraan otonom tersebut bakal dikembangkan. Jadi bisa menjelajah dengan jarak lebih lebih jauh.
Kendati demikian, para pengguna nantinya wajib memiliki surat izin mengemudi dan versi modifikasi dari lisensi pilot buat pengoperasiannya.
Terakhir, Xpeng juga disebut telah membangun sistem berlapis-lapis baik buat kontrol, powertrain dan komunikasi jika terjadi kegagalan operasional.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
20 Agustus 2026, 19:19 WIB
04 Agustus 2026, 23:54 WIB
28 Juli 2026, 09:29 WIB
13 Juli 2026, 09:00 WIB
Terkini
27 Agustus 2026, 15:00 WIB
Changan memboyong sejumlah model andalan dari berbagai sub merek, tawarkan variasi produk buat konsumen
27 Agustus 2026, 11:00 WIB
Untuk pasar India, Honda ADV 160 kini pakai mesin bensin yang dapat menenggak bahan bakar campuran etanol
27 Agustus 2026, 09:00 WIB
Baru-baru ini beredar isu kenaikan tarif parkir untuk mobil di Jakarta menjadi Rp 60 ribu yang menuai kontra
27 Agustus 2026, 07:00 WIB
Marini dan Aldeguer akhirnya menentukan masa depan mereka dan mengisi susunan sementara pembalap MotoGP 2027
27 Agustus 2026, 06:07 WIB
Di hari ini SIM keliling Bandung beroperasi sejak pagi dan mengakomodir kebutuhan pengendara di Kota Kembang
27 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta beroperasi di lima lokasi dan pada jam yang terbatas, simak informasi lengkapnya
27 Agustus 2026, 06:00 WIB
Jadwal, titik-titik lokasi hingga jenis kendaraan yang boleh melintas Ganjil Genap Jakarta dirangkum di bawah
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
SUV EV kompak Changan Nevo Q05 membuktikan keandalannya sebagai mobil listrik urban, simak ulasan lengkapnya