Isuzu Berikan Nilai Tambah Bagi Para Pelanggan Setianya
09 Agustus 2026, 11:26 WIB
Kementerian Perhubungan Perpanhang masa sosialisasi truk ODOL hingga akhir 2026 setelah mendapat protes
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Masa sosialisasi truk Over Dimension dan Over Loading (ODOL) resmi diperpanjang hingga akhir tahun 2026. Kebijakan tersebut diambil setelah diskusi antara Kementerian Perhubungan, Polri serta Kemenko infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan pada 24 Juni 2025 dalam menindaklanjuti aspirasi dari asosiasi pengemudi.
Perpanjangan ini maka sosialisasi tidak hanya menyentuh para sopir di lapangan tetapi juga pemilik usaha serta pengguna jasa. Dengan demikian aturan bisa dilakukan lebih optimal.
"Jadi itu, atas masukan dan aspirasi sopir karena memang kemarin mungkin masa sosialisasinya terlalu pendek, sekarang kita perpanjang," ungkap Dhani Gumelar, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat dilansir Antara (05/07).
Tak hanya itu, nantinya penilangan pun tidak langsung dikenakan pada sopir tapi pada perusahaan yang memang menjalankan. Sehingga efek jera bisa lebih terasa.
Kementerian Perhubungan menegaskan tidak menerbitkan aturan baru terkait angkutan ODOL, namun akan menjalankan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Mereka juga mengingatkan kembali komitmen zero ODOL yang telah disepakati oleh pihak terkait pada tahun 2017.
Sayangnya aksi ini mendapat penolakan dari beberapa asosiasi pengemudi truk, bahkan sempat ada ancaman mogok nasional.
Padahal jumlah pelanggaran lalu lintas yang disebabkan oleh kendaraan ODOL sangat tinggi. Di Jawa Barat pada Juni 2025 saja Direktorat Lalu Lintas Polda Jabar mencatat 1.408 pelanggaran Over Dimensi serta 6.759 pelanggaran Over Loading.
Dari total 8.167 kendaraan ODOL yang ditindak, lebih dari 4.000 unit merupakan milik pribadi dan sekitar 3.900 milik perusahaan.
Tantangan terbesar terletak pada rendahnya tingkat kepatuhan. Banyak pengusaha maupun pemilik kendaraan yang tetap nekat mengoperasikan kendaraan ODOL demi keuntungan, mengabaikan keselamatan pengemudi serta pengguna jalan lainnya.
Padahal sejumlah kecelakaan telah terjadi akibat adanya pelanggan lalu lintas terkait ODOL ini. Salah satu kasus terbaru adalah insiden kecelakaan beruntun di Gerbang Tol Ciawi, Bogor beberapa waktu lalu.
Meksi tidak menimbulkan korban jika tetapi kejadian tersebut seharusnya menjadi pengingat betapa bahayanya pelanggaran truk ODOL.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
09 Agustus 2026, 11:26 WIB
05 Agustus 2026, 20:00 WIB
16 April 2026, 09:00 WIB
13 April 2026, 17:59 WIB
12 April 2026, 09:00 WIB
Terkini
14 September 2026, 06:00 WIB
Untuk bisa mengurai kemacetan panjang di sejumlah jalan protokol Ibu Kota, Ganjil Genap Jakarta masih berlaku
14 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi opsi terbaik untuk Anda yang ingin mengurus dokumen berkendara hari ini
14 September 2026, 05:48 WIB
Kembali beroperasi seperti biasa di lima lokasi, simak informasi lengkap SIM keliling Jakarta hari ini
13 September 2026, 19:55 WIB
Marc Marquez kembali mendominasi dan ada di puncak klasemen sementara setelah MotoGP San Marino 2026
13 September 2026, 18:11 WIB
Astra Financial menunjukkan komitmennya akan penguatan literasi keuangan di Indonesia mencetak Duta OJK Peduli
13 September 2026, 17:47 WIB
YIMM baru saja menggelar acara Yamaha Dirt Bike Experience chapter Skill Up berlokasi di Sirkuit Cibereum
12 September 2026, 22:30 WIB
Varian terendah GWM Wey G9 dibekali teknologi hybrid dengan harga Rp 1,15 miliar on the road Jakarta
12 September 2026, 21:41 WIB
Asuransi Astra memasuki usia 70 tahun dengan menjaga kepercayaan para pelanggan dengan sejumlah terobosan