Masa Depan Truk Listrik di RI, Masih Jauh dari Realisasi
16 April 2026, 09:00 WIB
Kepolisian berhasil menjaring ribuan truk ODOL yang masih nekat beroperasi di jalanan dalam dua pekan terakhir
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Sejak 1 Juni 2025 kepolisian resmi menggelar program “Indonesia Menuju Zero Over Dimension dan Overload”. Kegiatan ini dibuat karena banyaknya masyarakat yang mengangkut barang bawaan ke dalam truk melampaui batas maksimal.
Akibatnya banyak kendaraan mengalami kecelakaan hingga membuat jalanan jadi lebih cepat rusak. Namun kepolisian tidak serta merta menindak para pelanggar melainkan melakukan sosialisasi terlebih dulu terkait kesalahannya.
“Program dilakukan sedikit berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya. Karena ada tahap sosialisasi untuk para pemilik dan pengguna yang dilaksanakan selama satu bulan,” ungkap Kombes Pol Aries, Kabag Ops Korlantas Polri dalam keterangan resminya (16/06).
Meski sosialisasi baru berlangsung selama dua pekan tetapi kepolisian cukup serius dalam menjalankannya. Hal ini terlihat dari jumlah kendaraan yang berhasil mereka jaring.
“Sudah 42.000 unit berhasil terjaring dan 11.000 kendaraan terterindikasi Over Dimension selama satu bulan ini,” ungkapnya kemudian.
Jumlah tersebut dipastikan bakal terus bertambah mengingat program masih berjalan cukup lama.
Sebelumnya diberitakan bahwa kepolisian menggelar program Indonesia Menuju Zero Over Dimension and Overload (ODOL). Kegiatan dibagi dalam tiga tahap yaitu sosialisasi, peringatan dan penegakan hukum.
Sekarang sedang berlangsung tahap sosialisasi yang digelar pada 1 hingga 30 Juni 2025. Selama periode ini diharapkan para pemilik melakukan perbaikan agar kendaraannya bisa sesuai dengan ketentuan.
Setelah tahap sosialisasi Korlantas bakal masuk ke fase peringatan pada 1–13 Juli. Dalam periode ini kendaraan yang masih tidak sesuai ketentuan akan didata serta diberikan teguran tertulis termasuk penempelan stiker peringatan.
Sementara penegakan hukum dilakukan pada 14–27 Juli bersamaan dengan pelaksanaan Operasi Patuh 2025.
Beragam cara pengawasan dan penindakan bakal dilakukan kepolisian untuk memastikan kedisiplinan dalam berkendara. Termasuk juga memanfaatkan tilang elektronik (ETLE) hingga Weight In Motion (WIM).
Dengan teknologi-teknologi tersebut diharapkan pengawasan bisa dilakukan lebih detail dan berlangsung selama 24 jam. Hal ini tentunya penting karena sebenarnya banyak para pelanggar yang beroperasi di malam hari.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
16 April 2026, 09:00 WIB
13 April 2026, 17:59 WIB
12 April 2026, 09:00 WIB
11 April 2026, 13:33 WIB
10 April 2026, 08:40 WIB
Terkini
14 Mei 2026, 20:18 WIB
Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia
13 Mei 2026, 21:00 WIB
Di negara asalnya, BYD Atto 1 mendapatkan tambahan sensor LiDAR, jarak tempuh lebih jauh dan dua warna baru
13 Mei 2026, 20:00 WIB
Mobil listrik Chery QQ 3 EV makin dekat ke Indonesia, konsumen cukup menyiapkan booking fee Rp 5 juta
13 Mei 2026, 19:15 WIB
Changan yakin mobil hybrid REEV atau Range Extender Electric Vehicle banyak peminatnya di luar Jakarta
13 Mei 2026, 14:45 WIB
Suzuki menggelar Burgman Fun Rally 2026 untuk mendekatkan diri kepada para konsumen kendaraan roda dua mereka
13 Mei 2026, 14:44 WIB
Maxi Tour Boemi Nusantara 2026 di Pulau Sumatera resmi berakhir setelah JMC diajak menjelajah ke Lampung