Ada Kilang Baru, Bahlil Optimis Bisa Kurangi Impor BBM Tahun Ini
13 Januari 2026, 12:00 WIB
Kementerian ESDM terapkan program biodiesel B40 pada 1 Januari 2025 sehingga persiapan sudah mulai dilakukan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) siap memulai program Biodiesel B40 pada 1 Januari 2025. Dengan ini maka solar yang dijual ke masyarakat sudah mengandung 40 persen bahan bakar nabati berbasis minyak sawit.
Hal ini diharapkan bisa membuat ketergantungan bangsa terhadap bahan bakar fosil berkurang hingga mengurangi beban APBN. Terlebih Indonesia merupakan salah satu produsen minyak sawit terbesar sehingga ketersediaan bahan baku terjaga.
“Bahan bakar alternatif akan menjadi prioritas serta sedang disiapkan mandatori untuk B40. Aturan direncanakan keluar pada 1 Januari 2025,” ungkap Eniya Listiani Dewi, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM (20/08).
Meski demikian pihaknya mengakui bahwa perlu banyak persiapan guna mendukung program ini. Mulai dari pelabuhan, pengiriman hingga logistik yang semua ditargetkan selesai Desember 2024.
"Memang perlu banyak hal yang harus dipersiapkan dan industri harus menyediakan investasi tambahan karena butuh modal,” ucapnya dilansir Antara.
Program B40 sendiri pun bukanlah tujuan akhir dari Kementerian ESDM. Pasalnya mereka tengah melakukan kajian untuk menerapkan biodiesel B50 yang bakal menjadi program selanjutnya.
Uji coba terhadap bahan bakar tersebut pun diklaim sudah mulai dijalankan Kementerian Pertanian di Kalimantan Selatan.
“Sudah diarahkan bukan hanya B50 saja tapi juga bisa ke B60 sehingga perlu kajian,” tambah Eniya.
Langkah ini pun disambut positif oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor atau Gaikindo. Pasalnya para pelaku industri sendiri sudah mengembangkan beragam teknologi untuk mendorong hal tersebut.
Salah satunya adalah kombinasi Flexy Engine serta teknologi hybrid yang bisa menggunakan bahan bakar alternatif hingga 100 persen.
“Tapi pemerintah juga harus berupaya agar bahan bakar pengganti tersedia dan mudah dijumpai. Hal ini tentu perlu kerja keras dari semua pemangku kepentingan,” ungkap Rizwan Alamsjah, Ketua III Gaikindo beberapa waktu lalu.
Ia bahkan mengingatkan betapa pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung program. Pasalnya hal tersebut bisa menjadi transisi dari kendaraan konvensional ke BEV (Battery Electric Vehicle).
“Jika 100 persen bahan bakar fosil diganti bahan bakar nabati dan sistem penggerak KBLBB (Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai) maka dapat menjadi kendaraan ideal,” pungkasnya
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
13 Januari 2026, 12:00 WIB
15 November 2025, 11:00 WIB
23 Oktober 2025, 15:51 WIB
23 Oktober 2025, 10:00 WIB
10 Oktober 2025, 10:00 WIB
Terkini
24 September 2026, 18:41 WIB
Variasi warna Honda Stylo 160 kini bertambah, ada satu opsi baru masing-masing untuk tipe ABS dan CBS
24 September 2026, 13:00 WIB
Menurut Superbiker Moto Solo selaku diler QJMotor, masalah yang mereka hadapi karena ada masalah di prinsipal
24 September 2026, 11:00 WIB
Yamaha Grand Filano jadi medium kreativitas anak-anak muda, gaet ratusan peserta dari berbagai daerah
24 September 2026, 09:12 WIB
Dayton hadir untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang membutuhkan ban mobil dengan keunggulan esensial
24 September 2026, 07:00 WIB
Bagi penggemar Vespa matic sekarang jadi waktu yang tepat untuk membeli kendaraan roda dua asal Italia itu
24 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta kembali diandalkan untuk memecah kebuntuan di sejumlah jalanan protokol Ibu Kota
24 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta tersebar di lima tempat berbeda hari ini, berikut lokasi dan jam operasionalnya
24 September 2026, 06:00 WIB
Jika ingin mengurus dokumen berkendara, Anda bisa memilih salah satu lokasi SIM keliling Bandung hari ini