Prabowo Janji Motor Listrik Nasional Bisa Dibeli Tanpa Uang Muka
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Kuota insentif tersalurkan 60 persen dan semakin menipis, Kemenperin dorong masyarakat beli motor listrik
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Insentif motor listrik atau bantuan pembelian KBLBB (Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai) roda dua tahun ini sampai 27 Mei 2024 telah tersalurkan 60,1 persen atau setara 30.083 unit.
Secara keseluruhan target dicanangkan pemerintah adalah 50.000 unit. Melihat pertumbuhan itu Kemenperin (Kementerian Perindustrian) optimistis kuota bisa segera tercapai.
Untuk diketahui Kemenperin sebelumnya memberikan usul bahwa penerima insentif motor listrik bisa diberikan pada WNI (Warga Negara Indonesia) tanpa batasan tertentu. Sehingga bisa menjangkau semua pihak yang ingin menggunakan.
“Melihat tren penjualan motor listrik pada periode Januari-Mei 2024, Kementerian Perindustrian menargetkan kuota bantuan pembelian 50.000 unit KBLBB roda dua bisa tercapai Agustus atau awal September,” ucap Febri Hendri Antoni Arif, Juru Bicara Kemenperin dikutip dari siaran resmi, Jumat (31/5).
Mulanya pemberian insentif motor listrik dibatasi buat kalangan tertentu dengan harapan bantuan bisa tepat sasaran. Namun masyarakat justru diklaim kurang berminat.
Padahal perlu ada perubahan persepsi dan perilaku masyarakat terlebih dulu dengan cara mendorong minat calon konsumen lewat bantuan subsidi bisa dinikmati semua lapisan.
Jumlah pembeli motor listrik yang banyak diharapkan bisa mendorong perkembangan ekosistem pendukung lain.
“Maka akan muncul kebutuhan investasi untuk penyediaan stasiun charging, bengkel, aksesoris dan kebutuhan lain atas motor listrik. Hal ini dapat menarik investasi untuk membangun industri pendukung di hulu dan hilir,” ucap Febri.
Di 2023 ada empat kelompok masyarakat yang berhak menerima bantuan insentif motor listrik yaitu penerima KUR (Kredit Usaha Rakyat), penerima Bantuan Produktif Usaha Mikro, penerima Bantuan Subsidi Upah dan penerima Subsidi Listrik 450 VA – 900 VA.
Hanya saja justru sepi peminat dan secara total dari Mei sampai Agustus 2023 bantuan hanya tersalurkan sebanyak 2.406 unit.
Kebijakan tersebut lalu dikembangkan tidak terbatas pada kelompok tertentu namun WNI berusia minimal 17 tahun serta memiliki e-KTP atau KTP elektronik.
Mereka berhak atas pembelian motor listrik termasuk bantuan Rp 7 juta per unit, terbukti berhasil menggenjot penjualan jadi 9.126 unit sepanjang September sampai Desember 2023.
Per Mei 2024, Kemenperin ungkap total populasi kendaraan listrik saat ini mencapai 144.547 unit. Angka itu termasuk kendaraan roda dua, roda tiga, mobil penumpang dan komersil serta bus.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
06 Agustus 2026, 13:00 WIB
31 Juli 2026, 16:58 WIB
25 Juli 2026, 22:43 WIB
21 Juli 2026, 09:47 WIB
Terkini
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan SIM keliling Bandung hadir di dua lokasi berbeda agar lebih mudah ditemukan masyarakat