Pasar Motor Listrik 2025 Anjlok, Subsidi Jadi Biang Kerok
30 Desember 2025, 14:00 WIB
Kuota insentif tersalurkan 60 persen dan semakin menipis, Kemenperin dorong masyarakat beli motor listrik
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Insentif motor listrik atau bantuan pembelian KBLBB (Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai) roda dua tahun ini sampai 27 Mei 2024 telah tersalurkan 60,1 persen atau setara 30.083 unit.
Secara keseluruhan target dicanangkan pemerintah adalah 50.000 unit. Melihat pertumbuhan itu Kemenperin (Kementerian Perindustrian) optimistis kuota bisa segera tercapai.
Untuk diketahui Kemenperin sebelumnya memberikan usul bahwa penerima insentif motor listrik bisa diberikan pada WNI (Warga Negara Indonesia) tanpa batasan tertentu. Sehingga bisa menjangkau semua pihak yang ingin menggunakan.
“Melihat tren penjualan motor listrik pada periode Januari-Mei 2024, Kementerian Perindustrian menargetkan kuota bantuan pembelian 50.000 unit KBLBB roda dua bisa tercapai Agustus atau awal September,” ucap Febri Hendri Antoni Arif, Juru Bicara Kemenperin dikutip dari siaran resmi, Jumat (31/5).
Mulanya pemberian insentif motor listrik dibatasi buat kalangan tertentu dengan harapan bantuan bisa tepat sasaran. Namun masyarakat justru diklaim kurang berminat.
Padahal perlu ada perubahan persepsi dan perilaku masyarakat terlebih dulu dengan cara mendorong minat calon konsumen lewat bantuan subsidi bisa dinikmati semua lapisan.
Jumlah pembeli motor listrik yang banyak diharapkan bisa mendorong perkembangan ekosistem pendukung lain.
“Maka akan muncul kebutuhan investasi untuk penyediaan stasiun charging, bengkel, aksesoris dan kebutuhan lain atas motor listrik. Hal ini dapat menarik investasi untuk membangun industri pendukung di hulu dan hilir,” ucap Febri.
Di 2023 ada empat kelompok masyarakat yang berhak menerima bantuan insentif motor listrik yaitu penerima KUR (Kredit Usaha Rakyat), penerima Bantuan Produktif Usaha Mikro, penerima Bantuan Subsidi Upah dan penerima Subsidi Listrik 450 VA – 900 VA.
Hanya saja justru sepi peminat dan secara total dari Mei sampai Agustus 2023 bantuan hanya tersalurkan sebanyak 2.406 unit.
Kebijakan tersebut lalu dikembangkan tidak terbatas pada kelompok tertentu namun WNI berusia minimal 17 tahun serta memiliki e-KTP atau KTP elektronik.
Mereka berhak atas pembelian motor listrik termasuk bantuan Rp 7 juta per unit, terbukti berhasil menggenjot penjualan jadi 9.126 unit sepanjang September sampai Desember 2023.
Per Mei 2024, Kemenperin ungkap total populasi kendaraan listrik saat ini mencapai 144.547 unit. Angka itu termasuk kendaraan roda dua, roda tiga, mobil penumpang dan komersil serta bus.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
30 Desember 2025, 14:00 WIB
30 Desember 2025, 11:00 WIB
30 Desember 2025, 10:00 WIB
29 Desember 2025, 11:00 WIB
27 Desember 2025, 11:00 WIB
Terkini
30 Desember 2025, 19:00 WIB
Pelarangan door handle elektrik bergaya flush atau hidden pada mobil Cina bakal merevolusi desain kendaraan
30 Desember 2025, 18:00 WIB
Di 2025 angka penjualan mobil Cina diprediksi tembus 27 juta unit, sementara pabrikan Jepang 25 juta unit
30 Desember 2025, 17:18 WIB
Francesco Bagnaia diminta untuk bisa kembali berjuang di barisan terdepan ketika mengarungi MotoGP 2026
30 Desember 2025, 16:00 WIB
VinFast Indonesia mengatakan bahwa mereka siap memenuhi kewajibannya atas insentif CBU yang telah didapatkan
30 Desember 2025, 15:00 WIB
Ucok harus mengeluarkan dana hampir Rp 1 miliaran untuk memodifikasi Yamaha Xmax berkelir dominan biru
30 Desember 2025, 14:00 WIB
Menurut data Kemenhub, motor listrik yang telah mengantongi SRUT di 2025 baru 55.059 unit atau turun 28,6 persen
30 Desember 2025, 13:00 WIB
Industri baterai lithium terpengaruh dari kinerja penjualan mobil listrik di Cina yang diproyeksi akan turun
30 Desember 2025, 12:00 WIB
Sejumlah model mobil yang disuntik mati oleh pabrikan kemudian diganti produk lain, berikut daftarnya