Praktisi Tanggapi Kecelakaan McLaren: Modal Nyetir Saja Tak Cukup
11 Juli 2026, 07:00 WIB
Kemenhub menggandeng sejumlah pihak untuk menyelidiki penyebab kecelakaan bus ALS di Padang Panjang, Sumatera
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Kecelakaan fatal yang melibatkan transportasi umum kembali terjadi. Kali ini dialami oleh bus ALS (Antar Lintas Sumatera).
Peristiwa tersebut terjadi di Padang Panjang, Sumatera Barat pada Selasa (06/05). Kemudian menewaskan 12 orang penumpang.
Kemenhub (Kementerian Perhubungan) bersama sejumlah pihak pemangku kepentingan bakal melakukan penyelidikan.
“Saat ini Ditjen Hubdat tengah berkoordinasi dengan pihak kepolisian, dinas perhubungan setempat dan KNKT untuk mendalami penyebab kecelakaan tersebut,” ucap Ahmad Yani, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub di Antara, Rabu (07/05).
Yani menyampaikan kalau mereka ingin mencari tahu biang kerok dari kecelakaan bus ALS yang merenggut belasan nyawa.
Sehingga peristiwa serupa tidak terulang lagi di kemudian hari. Sebab merugikan banyak pihak akibat insiden kali ini.
Lebih jauh Yani menjelaskan kalau bus ALS dengan nomor polisi B 7512 FGA melaju dari arah Bukittinggi. Kemudian berjalan menuju ke Kota Padang, Sumatera barat.
Akan tetapi sesampainya di dekat simpang Terminal Bukit Surungan, bus mengalami kecelakaan dengan posisi akhir terguling miring ke sebelah kiri.
Di sisi lain ketika diperiksa pada Aplikasi Mitra Darat, bus ALS yang terlibat kecelakaan ternyata tidak memiliki izin operasi. Lalu masa uji berkala berlaku sampai 14 Mei 2025.
Berangkat dari hal tersebut, Ditjen Perhubungan Darat mengimbau kepada seluruh masyarakat yang menggunakan angkutan umum, terkhusus bus dapat memeriksa kelayakan kendaraan.
Apalagi sebelum melakukan perjalanan menggunakan kendaraan tersebut. Sehingga dapat terhindar dari hal-hal tidak diinginkan.
Sementara di tempat berbeda, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, Kapolda Sumatera Barat memerintahkan jajarannya agar mengusut tuntas kasus kecelakan bus ALS.
Penyelidikan akan dilakukan secara mendalam dan lengkap oleh personel agar gambaran utuh dari peristiwa nahas itu bisa diperoleh.
Hal senada turut disampaikan oleh AKBP Reza Chairul Akbar Sidiq, Direktur Lalu Lintas polda Sumatera Barat. Ia mengatakan kalau kepolisian telah memulai rangkaian penyidikan.
Kemudian tim gabungan sudah dibentuk, terdiri dari jajaran Satuan Lalu Lintas Polresta Padang Panjang, Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat serta personel Korlantas Mabes Polri.
“Kejadian ini harus menjadi perhatian agar memperhatikan kondisi kendaraan dan melakukan perawatan kendaraan secara rutin. Jangan tunggu ada kecelakaan dulu,” ucap Reza.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
11 Juli 2026, 07:00 WIB
29 Maret 2026, 11:44 WIB
11 Maret 2026, 09:00 WIB
03 Februari 2026, 13:00 WIB
03 Februari 2026, 07:00 WIB
Terkini
16 Agustus 2026, 18:00 WIB
Farizon V8E dinilai cocok untuk memenuhi kebutuhan dapur SPPG guna menyalurkan MBG ke sekolah-sekolah
16 Agustus 2026, 17:12 WIB
Smart menghadirkan reinkarnasi dari ForTwo, kini bertenaga listrik dan memiliki tampilan yang lebih modern
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
Prabowo mendorong para produsen mengembangkan dan memproduksi motor listrik secara mandiri di Indonesia
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi
15 Agustus 2026, 18:57 WIB
Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E