Pasar Motor Baru ASEAN Tembus 15 Juta Unit, Indonesia Mendominasi
20 Februari 2026, 17:00 WIB
Berbeda dengan Indonesia, Malaysia akan mengandalkan AI dalam mengatasi jalan rusak yang sering ditemui
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Jalan rusak di Indonesia masih sering ditemukan. Bahkan di beberapa wilayah, seperti di jalur antar kota dan provinsi.
Ambil contoh di jalur Pantura (Pantai Utara). Banyak pengendara yang harus menghadapi lubang-lubang besar.
Tentu hal tersebut sangat membahayakan bagi mereka, terutama pengguna sepeda motor yang melintas.
Bisa menyebabkan kecelakaan lalu lintas atau paling parah adalah jatuhnya korban jiwa akibat kondisi jalan rusak.
Akan tetapi tidak ada tindakan lebih jauh dari pemerintah. Biasanya mereka hanya melakukan perbaikan sekadarnya.
Di sisi lain, langkah berbeda justru dilakukan oleh pemerintah Malaysia. Mereka berencana menggunakan AI (Artificial Intelligence) untuk menangani jalan rusak.
“Melalui teknologi pintar seperti drone, sensor dan IoT (Internet of Things), kita bisa mendeteksi jalan rusak secara real time,” ungkap Datuk Seri Alexander Nanta Linggi, Menteri PU (Pekerjaan Umum) Malaysia seperti dikutip dari Bernama pada Sabtu (29/05).
Nanta mengatakan kalau Negeri Jiran tidak mau hanya menjadi pengamat berbagai teknologi terkini.
Namun mereka juga akan menjadi salah satu negara yang menerapkan AI dalam manajemen jalan di sana.
“AI membantu kami menganalisis data untuk mengidentifikasi lokasi yang memerlukan perbaikan segera,” lanjut dia.
Dengan begitu maka diharapkan bisa meminimalisir jumlah jalan rusak di Malaysia. Sebab mereka bisa langsung melakukan perbaikan.
Otomatis tingkat kecelakaan di sana dapat dikurangi. Sehingga memberikan keamanan bagi para pengendara.
“Selain itu (AI) juga dapat memprediksi potensi kerusakan di masa mendatang,” Nanta menuturkan.
Lebih jauh ia mengungkapkan bahwa ITS (Intelligent Transport System) menjadi bagian peta jalan mereka di 2030.
Ditambah mereka memiliki visi untuk membangun mobilitas nasional yang aman, saling terhubung serta berkelanjutan.
Lalu ITS menjadi persyaratan dasar dalam pembangunan sebuah kota masa depan yang tangguh juga efisien.
“Peta Jalan ITS Malaysia 2030 yang tengah disusun akan menjadi panduan utama kami dalam mengubah lanskap negara ini,” tegas menteri tersebut.
Nanta turut menyampaikan bahwa banyak perkembangan menarik terjadi di Malaysia. Seperti kendaraan otonom, penggunaan kendaraan listrik dalam transportasi umum hingga pengenalan MLFF (Multi-Lane Free Flow).
Terakhir, Malaysia juga berencana membentuk NITMC (National Intelligent Traffic Management Centre).
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
20 Februari 2026, 17:00 WIB
07 Januari 2026, 20:00 WIB
19 Desember 2025, 09:00 WIB
28 November 2025, 07:00 WIB
27 November 2025, 22:00 WIB
Terkini
15 April 2026, 18:00 WIB
Y-ON bakal diintegrasikan aplikasi Y-Connect, tawarkan tiga fungsi fitur baru buat memudahkan pengguna Yamaha
15 April 2026, 17:01 WIB
RoRI berencana menggelar touring lintas chapter pada bulan ini guna merayakan satu dekade mereka berdiri
15 April 2026, 09:00 WIB
Pengadaan ribuan motor listrik oleh BGN mendapat perhatian lebih dari KPK karena rawan tindak pidana korupsi
15 April 2026, 07:55 WIB
Mobil sebelum mengalami kerusakan biasanya menunjukkan tanda-tanda terlebih dahulu sehingga bisa diantisipasi
15 April 2026, 06:16 WIB
Kepolisian terus berupaya memanjakan para pengendara, salah satunya dengan menghadirkan SIM keliling Bandung
15 April 2026, 06:14 WIB
SIM keliling Jakarta merupakan fasilitas yang dihadirkan kepolisian untuk memudahkan masyarakat di Ibu Kota
15 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta hari ini diterapkan dengan pengawasan ketat dari pilhak kepolisian yang ada di lapangan
14 April 2026, 19:30 WIB
Libur lebaran disebut menjadi salah satu alasan jebloknya penjualan mobil baru di RI pada periode Maret 2026