Bosch Tetapkan Strategi Baru di Tengah Kemajuan Industri Otomotif
06 Mei 2026, 11:35 WIB
Berbeda dengan Indonesia, Malaysia akan mengandalkan AI dalam mengatasi jalan rusak yang sering ditemui
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Jalan rusak di Indonesia masih sering ditemukan. Bahkan di beberapa wilayah, seperti di jalur antar kota dan provinsi.
Ambil contoh di jalur Pantura (Pantai Utara). Banyak pengendara yang harus menghadapi lubang-lubang besar.
Tentu hal tersebut sangat membahayakan bagi mereka, terutama pengguna sepeda motor yang melintas.
Bisa menyebabkan kecelakaan lalu lintas atau paling parah adalah jatuhnya korban jiwa akibat kondisi jalan rusak.
Akan tetapi tidak ada tindakan lebih jauh dari pemerintah. Biasanya mereka hanya melakukan perbaikan sekadarnya.
Di sisi lain, langkah berbeda justru dilakukan oleh pemerintah Malaysia. Mereka berencana menggunakan AI (Artificial Intelligence) untuk menangani jalan rusak.
“Melalui teknologi pintar seperti drone, sensor dan IoT (Internet of Things), kita bisa mendeteksi jalan rusak secara real time,” ungkap Datuk Seri Alexander Nanta Linggi, Menteri PU (Pekerjaan Umum) Malaysia seperti dikutip dari Bernama pada Sabtu (29/05).
Nanta mengatakan kalau Negeri Jiran tidak mau hanya menjadi pengamat berbagai teknologi terkini.
Namun mereka juga akan menjadi salah satu negara yang menerapkan AI dalam manajemen jalan di sana.
“AI membantu kami menganalisis data untuk mengidentifikasi lokasi yang memerlukan perbaikan segera,” lanjut dia.
Dengan begitu maka diharapkan bisa meminimalisir jumlah jalan rusak di Malaysia. Sebab mereka bisa langsung melakukan perbaikan.
Otomatis tingkat kecelakaan di sana dapat dikurangi. Sehingga memberikan keamanan bagi para pengendara.
“Selain itu (AI) juga dapat memprediksi potensi kerusakan di masa mendatang,” Nanta menuturkan.
Lebih jauh ia mengungkapkan bahwa ITS (Intelligent Transport System) menjadi bagian peta jalan mereka di 2030.
Ditambah mereka memiliki visi untuk membangun mobilitas nasional yang aman, saling terhubung serta berkelanjutan.
Lalu ITS menjadi persyaratan dasar dalam pembangunan sebuah kota masa depan yang tangguh juga efisien.
“Peta Jalan ITS Malaysia 2030 yang tengah disusun akan menjadi panduan utama kami dalam mengubah lanskap negara ini,” tegas menteri tersebut.
Nanta turut menyampaikan bahwa banyak perkembangan menarik terjadi di Malaysia. Seperti kendaraan otonom, penggunaan kendaraan listrik dalam transportasi umum hingga pengenalan MLFF (Multi-Lane Free Flow).
Terakhir, Malaysia juga berencana membentuk NITMC (National Intelligent Traffic Management Centre).
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
06 Mei 2026, 11:35 WIB
20 Februari 2026, 17:00 WIB
07 Januari 2026, 20:00 WIB
19 Desember 2025, 09:00 WIB
28 November 2025, 07:00 WIB
Terkini
01 Juni 2026, 13:20 WIB
Pada Juni 2026 Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM pada beberapa produk mereka, seperti di Solar
31 Mei 2026, 19:57 WIB
Chery Q merupakan mobil listrik kompak yang memiliki setidaknya tiga kelebihan dibandingkan kompetitor
31 Mei 2026, 19:55 WIB
Marco Bezzecchi amankan kemenangan buat Aprilia di MotoGP Italia 2026, Francesco Bagnaia tampil memuaskan
31 Mei 2026, 15:49 WIB
Pemutihan pajak kendaraan bermotor diberikan kepada masyarakat guna memeriahkan hari jadi DKI Jakarta ke-499
31 Mei 2026, 07:00 WIB
Mobil listrik kompak Changan Nevo Q05 baru-baru ini debut lebih dulu di Thailand dengan harga kompetitif
30 Mei 2026, 20:44 WIB
Raul Fernandez berhasil menjadi pemenang sesi sprint race MotoGP Italia 2026 di Sirkuit Mugello hari ini
30 Mei 2026, 13:03 WIB
Honda Racing Indonesia kedatangan satu pembalap baru untuk menyambut musim balap 2026 agar kompetitif
29 Mei 2026, 21:16 WIB
Teaser Mitsubishi Pajero generasi terbaru dibagikan, pakai bahasa desain serupa Xforce dan Destinator