Penjualan Neta di Indonesia di 2025, Tiarap Jelang Tutup Tahun
14 Januari 2026, 09:00 WIB
Malaysia sangat berpotensi menggeser Indonesia sebagai raja ASEAN dalam hal penjualan mobil baru di 2025
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pasar mobil baru di Indonesia pada 2025 memang sedang tidak baik-baik saja. Terus mengalami penurunan dari waktu ke waktu.
Bahkan penjualan kendaraan roda empat di Tanah Air, bisa disalip oleh perolehan milik Malaysia.
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), buka suara terkait situasi yang ada sekarang.
“Kita mungkin tahun ini kalah dengan Malaysia kan, tetapi memang keadaannya demikian,” ujar Jongkie Sugiarto, Ketua I Gaikindo di Jakarta Utara beberapa waktu lalu.
Jongkie tidak memungkiri, kalau kondisi pasar mobil baru serta perekonomian di Indonesia merosot pada 2025.
Hal itu terdampak dari situasi global yang tidak menentu. Apalagi perang tengah berkecamuk di sejumlah negara.
Lalu perang dagang antara Cina dan Amerika Serikat turut membawa dampak. Sehingga para pabrikan harus berusaha keras bertahan.
“Jadi banyak sekali kejadian di dunia yang ada dampaknya kepada Indonesia,” lanjut Jongkie.
Sebagai informasi, Gaikindo melaporkan pada November 2025 distribusi dari pabrik ke diler (wholesales) sebanyak 74.252 unit.
Sementara pengiriman dari diler ke konsumen (retail sales), mencapai level 79.310 unit pada bulan lalu.
Kemudian bila digabungkan sejak Januari sampai November 2025, membukukan 710.084 unit secara wholesales. Sedangkan retail sales mencatatkan 739.977 unit.
Di sisi lain, menyitat laman carz.com pada bulan lalu ada 77.876 unit kendaraan roda empat anyar terdaftar di Malaysia.
Secara kumulatif ada sekitar 720 ribu unit mobil baru sejak Januari sampai November 2025 di Negeri Jiran.
Berangkat dari fakta di atas, bukan tidak mungkin Malaysia bisa menyalip perolehan Indonesia di penghujung 2025.
Tentu hal tersebut cukup disayangkan, mengingat Indonesia selama ini menyabet gelar raja ASEAN. Akan tetapi sekarang kondisinya sudah berubah.
Sehingga pemerintah harus memberikan perhatian lebih pada industri otomotif Tanah Air, jika hal ini tidak ingin berlarut-larut.
Meski begitu, Gaikindo masih berharap besar pasar mobil baru Indonesia dapat membaik di 2026.
“Kalau ekonomi membaik, semuanya ya. Kemarin Pak Purbaya bilang harapannya (pertumbuhan ekonomi nasional) enam persen, tentu naik dong (otomotif),” kata Jongkie.
Ia optimistis pemulihan pasar tetap terbuka. Terutama jika kondisi ekonomi nasional menunjukkan perbaikan.
Jongkie pun berharap penjualan mobil baru di 2026 bertumbuh. Mampu menembus 800 ribu unit atau menyentuh 1 juta unit.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
14 Januari 2026, 09:00 WIB
13 Januari 2026, 14:04 WIB
12 Januari 2026, 14:00 WIB
11 Januari 2026, 13:00 WIB
10 Januari 2026, 13:00 WIB
Terkini
14 Januari 2026, 10:00 WIB
Menurut laman resmi TAM, harga Toyota Avanza mengalami kenaikan dengan bersaran bervariasi di awal tahun ini
14 Januari 2026, 09:00 WIB
Neta catat penurunan penjualan yang cukup dalam sejak Juli 2025, ditutup dengan dua unit retail di Desember
14 Januari 2026, 08:00 WIB
Prima Pramac Yamaha baru saja meluncurkan motor balap Toprak Razgatlioglu dan Jack Miller untuk MotoGP 2026
14 Januari 2026, 07:00 WIB
Agar terhindar dari konfilik, ada berbagai cara untuk menegur pengendara yang melawan arah dan merokok
14 Januari 2026, 06:00 WIB
Demi memudahkan masyarakat maupun pengendara, kepolisian menghadirkan fasilitas SIM keliling Bandung hari ini
14 Januari 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta 14 Januari 2026 kembali diterapkan dengan saksi denda hingga ratusan ribu rupiah
14 Januari 2026, 06:00 WIB
Biaya perpanjang di SIM keliling Jakarta bervariasi tergantung dari jenis SIM, berikut informasi lengkapnya
13 Januari 2026, 19:42 WIB
Karena diyakini masih akan berstatus impor utuh tanpa insentif, harga BYD Atto 1 diprediksi melonjak di 2026