Penjualan Mobil Baru Februari 2026 Membaik, Naik 16,7 Persen
09 Maret 2026, 11:26 WIB
Malaysia berhasil merebut posisi pasar mobil terbesar di Asia Tenggara pada Oktober 2025, unggul dibanding Indonesia
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Malaysia berhasil merebut posisi pasar mobil terbesar di Asia Tenggara di Oktober 2025. Mereka tercatat berhasil melepas 75.992 unit ke pasar.
Jumlah tersebut bahkan 30 persen lebih besar dibandingkan pencapaian yang mereka raih bulan sebelumnya. Pada September 2025 mereka hanya mampu melepas 71.685 unit.
Bila ditotal maka pada Januari hingga Oktober 2025 mereka berhasil melepas 655.328 unit. Jumlah tersebut menurun bila dibandingkan periode serupa tahun lalu yang mencatat 667.568 unit.
Tingginya angka penjualan diperkirakan adanya peningkatan permintaan mobil listrik CBU. Pasalnya pada 2026, insentif pajak bakal dihentikan.
Selain itu para pabrikan juga memberikan beragam promo menarik menjelang akhir tahun. Sehingga memudahkan masyarakat untuk melakukan pebelian.
Situasi ini pun diperkirakan bakal terus berlanjut di November 2025.
Sedangkan di Indonesia, wholesales di Oktober 2025 hanyalah sebesar 74.019 unit. Jumlah itu tumbuh bila dibandingkan bila dibandingkan bulan sebelumnya sebanyak 62.077 unit.
Kemudian jumlah pengiriman mobil dari pabrik ke diler pada Januari hingga Oktober 2025 adalah 635.844 unit. Catatan tersebut terkoreksi 10,6 persen dibanding periode serupa tahun lalu yang mencatat angka 711.064 unit.
Kalahnya angka penjualan mobil Indonesia dari Malaysia sebenarnya sudah dikhawatirkan oleh beberapa pabrikan. Pasalnya ada beberapa risiko harus dihadapi di masa depan.
“Kalau pasar nomor 1 di Asia Tenggara sudah tidak lagi di Indonesia dikhawatirkan ekosistemnya bakal pindah. Terlebih negara lain memberi banyak kemudahan seperti Vietnam yang menurunkan PPNnya dari 10 menjadi 8 persen,” ungkap Bob Azam, Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).
Situasi ini pun menjadi perhatian dari pemerintah. Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian mengungkap bahwa industri otomotif harus mendapat insentif agar bisa tumbuh.
“Insentif otomotif itu menurut saya sebuah keharusan, karena merupakan sektor yang terlalu penting,” tegasnya.
Menurutnya banyak orang terlibat di industri. Sehingga pertumbuhannya akan mempengaruhi ekonomi secara keseluruhan.
Hanya saja Menperin masih enggan menjelaskan secara detail terkait jenis ataupun skema insentif yang bakal dikucurkan ke industri otomotif nanti.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
09 Maret 2026, 11:26 WIB
08 Maret 2026, 15:00 WIB
04 Maret 2026, 11:00 WIB
02 Maret 2026, 14:00 WIB
24 Februari 2026, 11:01 WIB
Terkini
09 Maret 2026, 11:26 WIB
Secara retail, penjualan mobil baru di Februari 2026 mencatatkan tren positif dibandingkan bulan sebelumnya
09 Maret 2026, 11:00 WIB
Daihatsu kembali mengajak 21 komunitas yang merupakan pelanggan tetap untuk mudik bareng di Lebaran 2026
09 Maret 2026, 07:14 WIB
Toyota saat ini tengah mempelajari rute-rute baru untuk mengapalkan produk mereka sampai ke Timur Tengah
09 Maret 2026, 06:00 WIB
Lima lokasi SIM keliling Jakarta kembali dibuka seperti biasa hari ini, simak persyaratan dan biayanya
09 Maret 2026, 06:00 WIB
Pengendara mobil dan motor bisa memanfaatkan kehadiran SIM keliling Bandung untuk mengurus dokumen hari ini
09 Maret 2026, 06:00 WIB
Pembatasan ganjil genap Jakarta kembali dilakukan di sejumlah ruas untuk atasi kemacetan lalu lintas di Ibu Kota
08 Maret 2026, 15:00 WIB
VinFast menerima pemesanan 20.000 unit mobil listrk dari dua perusahaan transportasi yang akan dikirim hingga 2028
08 Maret 2026, 13:00 WIB
Toyota Astra Motor berhasil mencatatkan pangsa pasar sampai 31,2 persen di dalam negeri sepanjang tahun lalu