10 Merek Mobil Terlaris September 2026: BYD Berjaya
13 Oktober 2026, 19:35 WIB
Malaysia berhasil merebut posisi pasar mobil terbesar di Asia Tenggara pada Oktober 2025, unggul dibanding Indonesia
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Malaysia berhasil merebut posisi pasar mobil terbesar di Asia Tenggara di Oktober 2025. Mereka tercatat berhasil melepas 75.992 unit ke pasar.
Jumlah tersebut bahkan 30 persen lebih besar dibandingkan pencapaian yang mereka raih bulan sebelumnya. Pada September 2025 mereka hanya mampu melepas 71.685 unit.
Bila ditotal maka pada Januari hingga Oktober 2025 mereka berhasil melepas 655.328 unit. Jumlah tersebut menurun bila dibandingkan periode serupa tahun lalu yang mencatat 667.568 unit.
Tingginya angka penjualan diperkirakan adanya peningkatan permintaan mobil listrik CBU. Pasalnya pada 2026, insentif pajak bakal dihentikan.
Selain itu para pabrikan juga memberikan beragam promo menarik menjelang akhir tahun. Sehingga memudahkan masyarakat untuk melakukan pebelian.
Situasi ini pun diperkirakan bakal terus berlanjut di November 2025.
Sedangkan di Indonesia, wholesales di Oktober 2025 hanyalah sebesar 74.019 unit. Jumlah itu tumbuh bila dibandingkan bila dibandingkan bulan sebelumnya sebanyak 62.077 unit.
Kemudian jumlah pengiriman mobil dari pabrik ke diler pada Januari hingga Oktober 2025 adalah 635.844 unit. Catatan tersebut terkoreksi 10,6 persen dibanding periode serupa tahun lalu yang mencatat angka 711.064 unit.
Kalahnya angka penjualan mobil Indonesia dari Malaysia sebenarnya sudah dikhawatirkan oleh beberapa pabrikan. Pasalnya ada beberapa risiko harus dihadapi di masa depan.
“Kalau pasar nomor 1 di Asia Tenggara sudah tidak lagi di Indonesia dikhawatirkan ekosistemnya bakal pindah. Terlebih negara lain memberi banyak kemudahan seperti Vietnam yang menurunkan PPNnya dari 10 menjadi 8 persen,” ungkap Bob Azam, Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).
Situasi ini pun menjadi perhatian dari pemerintah. Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian mengungkap bahwa industri otomotif harus mendapat insentif agar bisa tumbuh.
“Insentif otomotif itu menurut saya sebuah keharusan, karena merupakan sektor yang terlalu penting,” tegasnya.
Menurutnya banyak orang terlibat di industri. Sehingga pertumbuhannya akan mempengaruhi ekonomi secara keseluruhan.
Hanya saja Menperin masih enggan menjelaskan secara detail terkait jenis ataupun skema insentif yang bakal dikucurkan ke industri otomotif nanti.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
13 Oktober 2026, 19:35 WIB
13 Oktober 2026, 17:05 WIB
12 Oktober 2026, 23:00 WIB
12 Oktober 2026, 21:50 WIB
12 Oktober 2026, 07:00 WIB
Terkini
17 Oktober 2026, 07:47 WIB
SIS menggelar kampanye Produk Quality Update Suzuki Satria Pro maupun F150 dengan periode produksi mulai 2025
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
GAC Aion mengaku tengah bersiap untuk memenuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang ditetapkan pemerintah
16 Oktober 2026, 13:00 WIB
Yadea GT80 bersiap untuk melanjutkan kesuksesan misi terdahulu untuk menaklukkan tantangan jarak tempuh
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
Mobil listrik menorehkan capaian positif di September 2026, EV berukuran kompak mendominasi daftar wholesales
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
BYD sebut saat ini sudah memenuhi kewajiban TKDN lebih dari 40 persen, siap ikuti regulasi baru tahun depan
16 Oktober 2026, 07:00 WIB
BYD M6 EV menjadi salah satu mobil listrik yang bisa melakukan pengisian daya super cepat hanya lima menit
15 Oktober 2026, 21:00 WIB
Marc Marquez harus merelakan podium tertinggi MotoGP Mandalika 2026 kemarin direbut oleh Marco Bezzecchi
15 Oktober 2026, 19:00 WIB
Blade baterai generasi kedua milik BYD akan mulai digunakan di sejumlah mobil-mobil listrik yang baru dipasarkan