Malaysia Rebut Pasar Mobil Terbesar di Asia Tenggara Oktober 2025

Malaysia berhasil merebut posisi pasar mobil terbesar di Asia Tenggara pada Oktober 2025, unggul dibanding Indonesia

Malaysia Rebut Pasar Mobil Terbesar di Asia Tenggara Oktober 2025
Adi Hidayat
  • Oleh Adi Hidayat

  • Jum'at, 28 November 2025 | 07:00 WIB

KatadataOTO – Malaysia berhasil merebut posisi pasar mobil terbesar di Asia Tenggara di Oktober 2025. Mereka tercatat berhasil melepas 75.992 unit ke pasar.

Jumlah tersebut bahkan 30 persen lebih besar dibandingkan pencapaian yang mereka raih bulan sebelumnya. Pada September 2025 mereka hanya mampu melepas 71.685 unit.

Bila ditotal maka pada Januari hingga Oktober 2025 mereka berhasil melepas 655.328 unit. Jumlah tersebut menurun bila dibandingkan periode serupa tahun lalu yang mencatat 667.568 unit.

Tingginya angka penjualan diperkirakan adanya peningkatan permintaan mobil listrik CBU. Pasalnya pada 2026, insentif pajak bakal dihentikan.

Gaikindo Masih Berharap Target Penjualan Mobil 2025 Bisa Tercapai
Photo: KatadataOTO

Selain itu para pabrikan juga memberikan beragam promo menarik menjelang akhir tahun. Sehingga memudahkan masyarakat untuk melakukan pebelian.

Situasi ini pun diperkirakan bakal terus berlanjut di November 2025.

Sedangkan di Indonesia, wholesales di Oktober 2025 hanyalah sebesar 74.019 unit. Jumlah itu tumbuh bila dibandingkan bila dibandingkan bulan sebelumnya sebanyak 62.077 unit.

Kemudian jumlah pengiriman mobil dari pabrik ke diler pada Januari hingga Oktober 2025 adalah 635.844 unit. Catatan tersebut terkoreksi 10,6 persen dibanding periode serupa tahun lalu yang mencatat angka 711.064 unit.

Jadi Perhatian Banyak Pihak

Kalahnya angka penjualan mobil Indonesia dari Malaysia sebenarnya sudah dikhawatirkan oleh beberapa pabrikan. Pasalnya ada beberapa risiko harus dihadapi di masa depan.

“Kalau pasar nomor 1 di Asia Tenggara sudah tidak lagi di Indonesia dikhawatirkan ekosistemnya bakal pindah. Terlebih negara lain memberi banyak kemudahan seperti Vietnam yang menurunkan PPNnya dari 10 menjadi 8 persen,” ungkap Bob Azam, Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).

Situasi ini pun menjadi perhatian dari pemerintah. Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian mengungkap bahwa industri otomotif harus mendapat insentif agar bisa tumbuh.

“Insentif otomotif itu menurut saya sebuah keharusan, karena merupakan sektor yang terlalu penting,” tegasnya.

GIIAS Bandung 2025
Photo: KatadataOTO

Menurutnya banyak orang terlibat di industri. Sehingga pertumbuhannya akan mempengaruhi ekonomi secara keseluruhan.

Hanya saja Menperin masih enggan menjelaskan secara detail terkait jenis ataupun skema insentif yang bakal dikucurkan ke industri otomotif nanti.


Terkini

motor
Suzuki Satria

Suzuki Periksa Dua Komponen Penting pada Satria Pro dan F150

SIS menggelar kampanye Produk Quality Update Suzuki Satria Pro maupun F150 dengan periode produksi mulai 2025

mobil
Aion

GAC Aion Kejar TKDN 60 Persen Untuk 2027

GAC Aion mengaku tengah bersiap untuk memenuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang ditetapkan pemerintah

motor
Yadea GT80

Motor Listrik Yadea Ditantang Buktikan Kemampuan Jarak Tempuh

Yadea GT80 bersiap untuk melanjutkan kesuksesan misi terdahulu untuk menaklukkan tantangan jarak tempuh

mobil
BYD Atto 1

10 Mobil Listrik Terlaris September 2026: EV Mungil Diminati

Mobil listrik menorehkan capaian positif di September 2026, EV berukuran kompak mendominasi daftar wholesales

mobil
New Danza D9

BYD Bersiap Hadapi Mandatori TKDN 60 Persen di 2027

BYD sebut saat ini sudah memenuhi kewajiban TKDN lebih dari 40 persen, siap ikuti regulasi baru tahun depan

otosport
BYD

Selain Atto 2, BYD M6 EV Bakal Pakai Blade Battery Generasi Kedua

BYD M6 EV menjadi salah satu mobil listrik yang bisa melakukan pengisian daya super cepat hanya lima menit

otosport
Marc Marquez

Bos Ducati Puji Marc Marquez Meski Finis Keenam di Mandalika

Marc Marquez harus merelakan podium tertinggi MotoGP Mandalika 2026 kemarin direbut oleh Marco Bezzecchi

mobil
Baterai Mobil Listrik

BYD Bakal Produksi Blade Baterai Generasi Kedua di Subang

Blade baterai generasi kedua milik BYD akan mulai digunakan di sejumlah mobil-mobil listrik yang baru dipasarkan