Merek Mobil Terlaris Juli 2026: Mitsubishi Kembali ke Tiga Besar
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
Malaysia berhasil merebut posisi pasar mobil terbesar di Asia Tenggara pada Oktober 2025, unggul dibanding Indonesia
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Malaysia berhasil merebut posisi pasar mobil terbesar di Asia Tenggara di Oktober 2025. Mereka tercatat berhasil melepas 75.992 unit ke pasar.
Jumlah tersebut bahkan 30 persen lebih besar dibandingkan pencapaian yang mereka raih bulan sebelumnya. Pada September 2025 mereka hanya mampu melepas 71.685 unit.
Bila ditotal maka pada Januari hingga Oktober 2025 mereka berhasil melepas 655.328 unit. Jumlah tersebut menurun bila dibandingkan periode serupa tahun lalu yang mencatat 667.568 unit.
Tingginya angka penjualan diperkirakan adanya peningkatan permintaan mobil listrik CBU. Pasalnya pada 2026, insentif pajak bakal dihentikan.
Selain itu para pabrikan juga memberikan beragam promo menarik menjelang akhir tahun. Sehingga memudahkan masyarakat untuk melakukan pebelian.
Situasi ini pun diperkirakan bakal terus berlanjut di November 2025.
Sedangkan di Indonesia, wholesales di Oktober 2025 hanyalah sebesar 74.019 unit. Jumlah itu tumbuh bila dibandingkan bila dibandingkan bulan sebelumnya sebanyak 62.077 unit.
Kemudian jumlah pengiriman mobil dari pabrik ke diler pada Januari hingga Oktober 2025 adalah 635.844 unit. Catatan tersebut terkoreksi 10,6 persen dibanding periode serupa tahun lalu yang mencatat angka 711.064 unit.
Kalahnya angka penjualan mobil Indonesia dari Malaysia sebenarnya sudah dikhawatirkan oleh beberapa pabrikan. Pasalnya ada beberapa risiko harus dihadapi di masa depan.
“Kalau pasar nomor 1 di Asia Tenggara sudah tidak lagi di Indonesia dikhawatirkan ekosistemnya bakal pindah. Terlebih negara lain memberi banyak kemudahan seperti Vietnam yang menurunkan PPNnya dari 10 menjadi 8 persen,” ungkap Bob Azam, Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).
Situasi ini pun menjadi perhatian dari pemerintah. Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian mengungkap bahwa industri otomotif harus mendapat insentif agar bisa tumbuh.
“Insentif otomotif itu menurut saya sebuah keharusan, karena merupakan sektor yang terlalu penting,” tegasnya.
Menurutnya banyak orang terlibat di industri. Sehingga pertumbuhannya akan mempengaruhi ekonomi secara keseluruhan.
Hanya saja Menperin masih enggan menjelaskan secara detail terkait jenis ataupun skema insentif yang bakal dikucurkan ke industri otomotif nanti.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
05 Agustus 2026, 18:00 WIB
28 Juli 2026, 22:44 WIB
25 Juli 2026, 22:43 WIB
Terkini
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
SUV EV kompak Changan Nevo Q05 membuktikan keandalannya sebagai mobil listrik urban, simak ulasan lengkapnya
26 Agustus 2026, 11:59 WIB
Ford akan memproduksi SUV crossover pakai platform GEA yang saat ini juga dipakai Geely EX5 dan Starray
26 Agustus 2026, 06:00 WIB
Setelah libur nasional, layanan SIM keliling Jakarta kembali tersedia di lima lokasi berbeda sekitar
26 Agustus 2026, 06:00 WIB
Aturan Ganjil Genap Jakarta kembali berlaku hari ini untuk memecah kebuntuan di sejumlah jalanan protokol
26 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung merupakan fasilitas yang dapat memudahkan masyarakat dalam mengurus dokumen berkendara
25 Agustus 2026, 19:00 WIB
Suzuki e Sky hadir sebagai versi produksi dari prototipe Vision e-Sky, siap hadang BYD Racco dan Chery Emta
25 Agustus 2026, 17:00 WIB
Pertamina Lubricants beri layanan ganti oli gratis untuk 1.000 pengemudi ojol, libatkan siswa sekolah binaan
25 Agustus 2026, 15:52 WIB
MotoGP Aragon 2026 menjadi salah satu seri yang paling ditunggu, sebab Marc Marquez cukup diunggulkan di sana