Penjualan Truk Februari 2026 Kembali Alami Penurunan
23 Maret 2026, 09:00 WIB
Isuzu mengakui tidak berambisi untuk menjadi pionir kendaraan listrik komersial karena masih banyak tantangan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Isuzu tak berambisi jadi pionir kendaraan listrik komersial di Indonesia. Menurut mereka yang harus diperhatikan sekarang adalah memenuhi kepuasan pelanggan dan memastikan semua program berjalan optimal.
Hal ini disampaikan Attias Asril, Division Head of Business Strategy Division PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI). Menurutnya untuk meluncurkan kendaraan listrik komersial masih menemui banyak tantangan.
“Sekarang kami berpikir realistis karena ketika kendaraan listrik masuk maka tidak boleh mundur lagi. Tidak penting menjadi yang pertama karena utamanya adalah pengguna dimudahkan serta tak mengalami kesulitan di jalan,” ungkapnya.
Terlebih belakangan ini produk-produk Isuzu lebih banyak hadir di kawasan pertambangan sehingga ekosistem kendaraan listrik masih belum terbentuk.
“Semua yang diperlukan adalah pembangunan ekosistem dan jangan hadirkan produk sendirian tanpa dukungan. Bila semua sudah siap maka konsumen akan mudah berpindah,” ungkapnya kemudian.
Ia menambahkan bahwa perkembangan teknologi elektrifikasi di truk berukuran besar kemungkinan masih lama. Pasalnya jarak tempuh dari kendaraan tersebut terbilang cukup jauh dan butuh tempat khusus saat mengisi daya baterai.
“Bayangkan kalau truk dengan panjang 12 meter, untuk satu stasiun pengisian perlu berapa luas areanya. Sementara bila jarak tempuhnya hanya 200 km, tentu akan menyulitkan pengemudi,” tambahnya kemudian.
Oleh sebab itu menurutnya kendaraan komersial listrik baru bisa memenuhi kebutuhan angkutan penumpang dengan rute tetap. Pasalnya pengaturan pengisian daya akan lebih mudah.
“Kalau seperti TransJakarta itu cocok karena memang memiliki rute tetap,” tambahnya.
Berbeda dengan Isuzu, Mitsubishi Fuso telah memastikan diri akan membawa kendaraan komersial bertenaga listrik mereka yaitu eCanter. Model tersebut rencananya bakal diluncurkan pada ajang GIIAS 2024.
Meski jarak tempuhnya masih terbatas tetapi Mitsubishi Fuso optimis bahwa model tersebut bisa memenuhi kebutuhan pengiriman barang. Pasalnya bisnis tersebut kebanyakan berada di daerah perkotaan.
Guna menyambut kehadiran model itu, sejumlah diler akan dilengkapi beragam fasilitas pendukung. Dengan demikian diharapkan pelanggan tidak kesulitan untuk mengisi daya dan melakukan perawatan kendaraan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
23 Maret 2026, 09:00 WIB
19 Maret 2026, 09:00 WIB
28 Februari 2026, 11:00 WIB
27 Februari 2026, 16:06 WIB
21 Februari 2026, 21:00 WIB
Terkini
01 April 2026, 20:00 WIB
Menteri perdagangan menilai pasar kendaraan Indonesia masih menunjukkan tren positif setelah pasar tumbuh di Februari 2026
01 April 2026, 15:00 WIB
Penjualan Toyota global Februari 2026 mengalami penurunan dibandingkan pencapaian di bulan sebelumnya
01 April 2026, 15:00 WIB
Pabrik di Anapolis bekerja sama dengan CAOA, jadi bentuk komitmen jangka panjang Changan di pasar Brasil
01 April 2026, 13:00 WIB
Pameran GIICOMVEC 2026 bakal kehadiran tiga merek baru yang siap meramaikan pasar kendaraan komersial RI
01 April 2026, 11:00 WIB
WFH satu hari dalam satu minggu dan pembatasan kendaraan dinas jadi langkah pemerintah menghemat BBM
01 April 2026, 09:00 WIB
Aturan pembelian BBM bersubsidi termasuk Pertalite merupakan langkah preventif pemerintah hadapi krisis energi
01 April 2026, 08:14 WIB
Yamaha AEROX ALPHA ditawarkan dengan enam pilihan varian yang memiliki keunggulan dan nilai masing-masing
01 April 2026, 07:00 WIB
Pemerintah telah menetapkan bahwa harga BBM subsidi dan nonsubsidi tidak mengalami kenaikan pada April 2026