Automechanika Jakarta 2026 Dorong Industri Komponen Naik Kelas
24 September 2026, 21:22 WIB
Ada beberapa tantangan dihadapi industri otomotif Indonesia apabila tarif resiprokal AS diberlakukan
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Belum lama ini, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan sebuah kebijakan baru yakni tarif resiprokal.
Secara singkat, tarif resiprokal merupakan kebijakan timbal balik, di mana satu negara menetapkan tarif impor barang dari negara lain seperti yang dikenakan oleh negara tersebut pada barang ekspornya.
Indonesia menjadi salah satu negara yang terkena dampaknya dengan tarif resiprokal 32 persen per 9 April 2025.
Keputusan tersebut akan mempengaruhi berbagai industri di Indonesia, tidak terkecuali di sektor otomotif.
Meskipun begitu, pengamat menilai bahwa ekspor utama RI buat produk otomotif ke Amerika Serikat tidak terbilang besar.
“Pangsa pasar otomotif kita adalah Filipina, Arab Saudi, Meksiko, Vietnam dan Uni Emirat Arab. Mungkin ekspor kita ke negara-negara tersebut akan turun, karena menurunnya ekonomi mereka,” kata Riyanto, pengamat otomotif LPEM (Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat) UI saat dihubungi KatadataOTO, Senin (07/08).
Di sisi lain, asosiasi seperti Aismoli (Asosiasi Motor Listrik Indonesia) berpendapat negara lain seperti China bakal mencari pasar alternatif di luar AS.
Indonesia dapat menjadi salah satu target, karena punya populasi besar dan daya beli yang dianggap kuat.
Jadi ada peluang manufaktur di dalam negeri nanti harus bersaing dengan gempuran barang-barang impor.
“Untuk mengatasi hal tersebut, dorong pasar domestik kita yang juga masih sangat potensial jika diberikan stimulus,” kata Riyanto.
Dia menegaskan, insentif atau subsidi berupa pengurangan PPnBM (Pajak Penjualan Barang Mewah) atau PPN (Pajak Pertambahan Nilai) masih jadi solusi yang patut dipertimbangkan.
Presiden Indonesia, Prabowo Subianto disebutkan bakal mengirim utusan buat melakukan perundingan yang setara dan adil guna menghadapi tarif resiprokal AS.
Prabowo menegaskan bahwa keputusan AS menerapkan tarif resiprokal bermaksud menjaga pertumbuhan industri di sana.
Sehingga Indonesia juga akan melakukan langkah serupa agar kepentingan masyarakat tanah air bisa tetap terpenuhi.
“Pemimpin Amerika mementingkan kepentingan rakyat mereka, kita juga memikirkan rakyat kita. Tidak perlu ada rasa kecewa, tidak perlu ada rasa kuatir, kita percaya dengan kekuatan kita sendiri,” kata Prabowo Subianto dalam siaran langsung YouTube Sekretariat Presiden, Senin.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
24 September 2026, 21:22 WIB
03 September 2026, 07:00 WIB
02 Agustus 2026, 09:00 WIB
30 Juli 2026, 16:49 WIB
15 Juli 2026, 07:00 WIB
Terkini
15 Oktober 2026, 17:30 WIB
BYD, Jaecoo dan Wuling berhasil mengisi tiga besar merek mobil Cina terlaris di RI periode September 2026
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
Stasiun pengisian daya BYD Flash Charging bisa dimanfaatkan untuk mobil BYD dengan baterai generasi pertama
15 Oktober 2026, 13:00 WIB
Asuransi Astra masuk usia 70 tahun, memperkuat layanan digital melalui myGarda, gardaoto.com, dan Garda Siaga
15 Oktober 2026, 11:00 WIB
Seri GIIAS kembali dilanjutkan, GIIAS Makassar 2026 bakal hadirkan 14 merek kendaraan penumpang ke konsumen
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
Setelah menjadi perbincangan, BYD Atto 2 akhirnya dipajang dan dipamerkan kepada konsumen di Indonesia
15 Oktober 2026, 07:00 WIB
Sebelum menentukan pilihan, Mitsubishi Destinator bisa jadi bahan pertimbangan konsumen yang membutuhkan
14 Oktober 2026, 22:28 WIB
Itamotor baru saja meluncurkan handrip untuk skutik premium yang diklaim dapat memberikan kenyamanan lebih
14 Oktober 2026, 19:00 WIB
BYD Flash Charging bisa digunakan untuk lini mobil listrik Danza yang dipasarkan di Indonesia, seperti D9