Modal Chery Q Gaet Konsumen RI, Hadirkan Fitur Lengkap Fungsional
07 September 2026, 21:43 WIB
Wakil Menteri Perdagangan melihat Indonesia bisa jadi produsen baterai kendaraan listrik global di masa depan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Saat ini pemerintah tengah mengakselerasi penggunaan kendaraan listrik di Tanah Air dengan memberi beragam kemudahan. Salah satunya adalah insentif pajak sehingga membuat harga mobil menjadi lebih terjangkau.
Selain itu pemerintah juga memberi beragam kemudahan ke produsen kendaraan listrik yang hendak berinvestasi. Tujuannya adalah agar mereka tertarik untuk membangun pabrik di Indonesia.
Namun itu semua belum cukup karena menurut Jerry Sambuaga, Wakil Menteri Perdagangan Indonesia memiliki peluang lebih besar. Pasalnya negeri ini memiliki potensi nikel dengan jumlah 30 persen dari cadangan dunia.
“Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia. Dengan potensi itu ada peluang sangat besar menjadi produsen baterai kendaraan listrik global serta mengeksporkan ke luar negeri,” ungkapnya (29/11).
Oleh karena itu pemerintah telah merancang strategi besar guna mengembangkan industri kendaraan. Di antaranya dengan mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle/BEV) untuk Transportasi Jalan.
Menurut Jerry Indonesia sedang meminta dukungan dari negara maju seperti Tiongkok, Jepang dan Korea untuk memberikan bantuan terkait peningkatan sumber daya manusia (SDM) serta pertukaran informasi. Diharapka nantinya ASEAN mampu menjadi salah satu industri EV yang kuat.
"Kendaraan listrik serta produk lokal harus kita pertahankan. Keberpihakan pemerintah pada produk lokal harus ditunjukkan dan dilakukan," kata Jerry pula.
Hyundai pun jadi pabrikan global yang sangat serius mengembangkan kendaraan listrik di Indonesia. Tak hanya membangun fasilitas produksi untuk kendaraan mereka bahkan juga sedang membangun pabrik baterai di Indonesia.
“Hyundai Motor Corporation (HMC) bekerjasama dengan LG Energy solution guna mendirikan pabrik baterai senilai USD1.1 miliar. Ditambah investasi USD60 juta dalam rangka pembangunan Hyundai Energy Indonesia (HEI) untuk manufaktur sistem baterai,” ungkap Fransiscus Soerjopranoto, COO Hyundai pada KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Pabrik tersebut diharapkan akan siap pada 2024 dan mampu membuat harga jual kendaraan listrik mereka lebih terjangkau. Dengan demikian penjualan mobil elektrifikasi bisa meningkat dibanding sekarang.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
07 September 2026, 21:43 WIB
06 September 2026, 01:22 WIB
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
Terkini
09 September 2026, 09:00 WIB
Marc Marquez dipastikan akan melanjutkan tren positifnyan saat melakoni MotoGP San Marino 2026 di akhir pekan
09 September 2026, 06:00 WIB
Beroperasi di lima lokasi berbeda, SIM keliling Jakarta hanya melayani prosedur perpanjangan masa berlaku
08 September 2026, 19:00 WIB
Robot humanoid AiMOGA yang dikembangkan oleh Chery Group sudah masuk ke pasar internasional hingga 60 negara
08 September 2026, 16:50 WIB
SUV masih jadi salah satu favorit konsumen, Xpeng GX tuai respons positif sejak debut di RI beberapa waktu lalu
08 September 2026, 09:00 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat Batam menjadi menyuguhkan banyak kegiatan menarik yang mencuri perhatian masyarakat
08 September 2026, 07:00 WIB
Pameran otomotif GIIAS Bandung 2026 akan menampilkan sekitar 42 kendaraan yang bisa dicoba langsung pengunjung
08 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta beroperasi seperti biasa di lima tempat berbeda hari ini, simak lokasi dan biayanya
08 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung menjadi salah satu fasilitas yang bisa dimanfaatkan oleh para pengendara motor dan mobil