Perang Harga Mobil Listrik Cina Bikin Situasi di 2026 Kian Berat
31 Desember 2025, 15:00 WIB
Wakil Menteri Perdagangan melihat Indonesia bisa jadi produsen baterai kendaraan listrik global di masa depan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Saat ini pemerintah tengah mengakselerasi penggunaan kendaraan listrik di Tanah Air dengan memberi beragam kemudahan. Salah satunya adalah insentif pajak sehingga membuat harga mobil menjadi lebih terjangkau.
Selain itu pemerintah juga memberi beragam kemudahan ke produsen kendaraan listrik yang hendak berinvestasi. Tujuannya adalah agar mereka tertarik untuk membangun pabrik di Indonesia.
Namun itu semua belum cukup karena menurut Jerry Sambuaga, Wakil Menteri Perdagangan Indonesia memiliki peluang lebih besar. Pasalnya negeri ini memiliki potensi nikel dengan jumlah 30 persen dari cadangan dunia.
“Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia. Dengan potensi itu ada peluang sangat besar menjadi produsen baterai kendaraan listrik global serta mengeksporkan ke luar negeri,” ungkapnya (29/11).
Oleh karena itu pemerintah telah merancang strategi besar guna mengembangkan industri kendaraan. Di antaranya dengan mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle/BEV) untuk Transportasi Jalan.
Menurut Jerry Indonesia sedang meminta dukungan dari negara maju seperti Tiongkok, Jepang dan Korea untuk memberikan bantuan terkait peningkatan sumber daya manusia (SDM) serta pertukaran informasi. Diharapka nantinya ASEAN mampu menjadi salah satu industri EV yang kuat.
"Kendaraan listrik serta produk lokal harus kita pertahankan. Keberpihakan pemerintah pada produk lokal harus ditunjukkan dan dilakukan," kata Jerry pula.
Hyundai pun jadi pabrikan global yang sangat serius mengembangkan kendaraan listrik di Indonesia. Tak hanya membangun fasilitas produksi untuk kendaraan mereka bahkan juga sedang membangun pabrik baterai di Indonesia.
“Hyundai Motor Corporation (HMC) bekerjasama dengan LG Energy solution guna mendirikan pabrik baterai senilai USD1.1 miliar. Ditambah investasi USD60 juta dalam rangka pembangunan Hyundai Energy Indonesia (HEI) untuk manufaktur sistem baterai,” ungkap Fransiscus Soerjopranoto, COO Hyundai pada KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Pabrik tersebut diharapkan akan siap pada 2024 dan mampu membuat harga jual kendaraan listrik mereka lebih terjangkau. Dengan demikian penjualan mobil elektrifikasi bisa meningkat dibanding sekarang.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
31 Desember 2025, 15:00 WIB
31 Desember 2025, 10:00 WIB
30 Desember 2025, 16:00 WIB
30 Desember 2025, 13:00 WIB
29 Desember 2025, 19:00 WIB
Terkini
01 Januari 2026, 13:00 WIB
MPV 7-seater Hyundai Stargazer Cartenz disulap jadi ambulans guna memudahkan proses evakuasi di Sumatera
01 Januari 2026, 11:12 WIB
Setelah tahun baru 2026 harga BBM di SPBU swasta, terkhusus RON 92 turun dengan besaran yang bervariasi
01 Januari 2026, 09:00 WIB
Kementerian Perindustrian ajukan insentif untuk otomotif pada Kementerian Keuangan dengan skema yang matang
01 Januari 2026, 07:00 WIB
Di awal tahun, Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM terutama untuk Pertamax series di sejumlah wilayah
01 Januari 2026, 06:00 WIB
Agar memanjakan para pengendara di libur tahun baru, SIM keliling Bandung tetap dihadirkan pihak kepolisian
31 Desember 2025, 18:00 WIB
Mayoritasnya merupakan mobil baru asal Tiongkok, kemudian telah dibekali teknologi hybrid maupun EREV
31 Desember 2025, 17:19 WIB
Modifikasi motor matic yang bakal digandrungi pada tahun depan diperkirakan akan lebih terjangkau masyarakat
31 Desember 2025, 16:00 WIB
Massimo Rivola ingin Jorge Martin percaya dengan kemampuan diri sendiri agar kembali kompetitif di MotoGP 2026