Debut GIIAS 2026 Hyundai Neira Prototype Sukses Curi Perhatian
01 Agustus 2026, 07:00 WIB
Hyundai buka pabrik AI di fasilitas Singapura yang saat ini produksi Ioniq 5, bisa merakit mobil dalam waktu 6 jam
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Hyundai buka pabrik AI di fasilitas Singapura yang saat ini digunakan untuk memproduksi mobil listrik Ioniq 5. Di masa mendatang pabrik itu juga akan mulai merakit Ioniq 6.
Untuk diketahui pabrik AI tersebut bisa merakit dan mengantar unit kendaraan hanya 6 jam setelah konsumen melakukan pemesanan. Fasilitas itu dioperasikan oleh AI (artificial intelligence) dan robot dan minim staf.
Terletak di Innovation Centre Singapura, tempat itu akan menjadi uji coba sebelum nanti didirikan di lebih banyak negara. Fokus utamanya adalah untuk merakit mobil dengan personalisasi dari calon konsumen.
Alpesh Patel, VIce President dan Head of Smart Factory Technology Innovation Group HMGICS (Hyundai Motor Group Innovation Center in Singapore) mengatakan hal ini memungkinkan konsumen berinteraksi langsung dengan pabrik secara dekat dan personal.
“Ini bukan sekadar pabrik, tapi experience center untuk konsumen,” ucap Alpesh dikutip dari Autocar, Kamis (23/11).
Prosedur terbilang menarik. Konsumen di Ioniq Lounge melakukan pemesanan dan personalisasi mobil listrik Hyundai yang diinginkan.
Dilanjutkan fasilitas Virtual Reality alias simulasi memperlihatkan konsumen ketika mobil tersebut dirakit, sebelum kemudian pabrik menunjukan unit asli yang bakal diproduksi.
Konsumen tinggal menunggu di restoran area fasilitas sebelum mobil dites jalan dan diantarkan ke calon pemilik oleh robot otonom.
Alpesh menegaskan personalisasi kendaraan memiliki nilai tersendiri untuk menarik minat lebih banyak konsumen. Dalam beberapa tahun mendatang fasilitas itu bakal dihadirkan ke berbagai negara.
Ide utamanya adalah untuk memanfaatkan AI mempermudah pengerjaan kendaraan dan membantu pekerja pabrik.
“Yang kita punya sekarang baru dasarnya. Per 2027 kami ingin pabrik ini jadi mesin otonom bekerja setelah dikonfirmasi tenaga kerja pabrik,” ujar Alpesh.
Meski lebih sedikit orang dipekerjakan Alpesh mengatakan mereka harus tetap melakukan prosedur teknis. Hanya saja memang tugas pekerja dengan level lebih rendah harus hilang karena digantikan robot.
Smart Factory dengan AI juga diharapkan bisa memproduksi kendaraan yang lebih rumit secara teknis seperti self-driving dengan tugas spesifik, misal kendaraan operasional untuk mengantar pekerja ke tempat tertentu seperti pabrik.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
01 Agustus 2026, 07:00 WIB
06 Juli 2026, 17:44 WIB
03 Juli 2026, 07:58 WIB
02 Juli 2026, 19:03 WIB
13 Juni 2026, 20:27 WIB
Terkini
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda