Tanpa Insentif, Pabrikan Cina Bakal Fokus Jualan Mobil Hybrid
23 Februari 2026, 09:00 WIB
Sebuah studi dari J.D. Power ungkap keluhan konsumen bahwa kualitas mobil listrik China menurun sejak 2023
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Mobil listrik China jadi alternatif yang mulai menarik minat masyarakat tidak terkecuali di Indonesia. Ini karena harganya jauh lebih kompetitif dan dibekali teknologi melimpah.
Seiring dengan jumlah semakin banyak, beberapa konsumen mulai mempertanyakan kualitasnya. Studi terbaru dari J.D. Power memperlihatkan pandangan konsumen soal mobil listrik China.
Mengacu pada hasil riset, rata-rata masalah NEV (New Energy Vehicle) di China per 2024 adalah 210 PP100 (210 Problems per 100 Vehicles/210 masalah per 100 kendaraan). Semakin tinggi angkanya berarti semakin rendah kualitas kendaraan listrik menurut konsumen.
Elvis Yang, General Manager Auto Product Practice di J.D. Power China memaparkan bahwa manajemen kualitas di setiap manufaktur tengah menghadapi tantangan, karena waktu pengembangan atau produksi mobil listrik China relatif singkat.
"Produsen perlu memprioritaskan pengalaman konsumen dan kualitas dirasakan selama R&D (Research and Development), fokus pada penerapan teknologi modern guna," ucap Elvis dalam keterangan resmi.
Studi ini pertama kali dilakukan oleh J.D. Power pada 2019, berjudul NEV-IQS (New Energy Vehicle Initial Quality Study).
NEV-IQS menilai kualitas mobil listrik China dengan menganalisa pengalaman para pemilik NEV (New Energy Vehicle) dalam kurun waktu dua sampai enam bulan pertama kepemilikan.
Riset menemukan bahwa sejumlah keluhan kualitas mobil listrik China mencakup bunyi ban terlalu berisik sampai wipers tidak bekerja.
Kemudian masalah kualitas yang selalu jadi sorotan utama adalah aroma interior tidak sedap dan insulasi kabin buruk. Kedua kategori tersebut diklaim selalu muncul selama enam tahun berturut-turut.
Secara ringkas ada empat temuan utama sebagai hasil dari studi tersebut. Berikut rinciannya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
23 Februari 2026, 09:00 WIB
20 Februari 2026, 08:00 WIB
19 Februari 2026, 15:00 WIB
19 Februari 2026, 09:00 WIB
19 Februari 2026, 08:00 WIB
Terkini
23 Februari 2026, 20:00 WIB
Bos Agrinas mendengarkan saran dari DPR untuk menunda pembelian 105 ribu pikap buat Koperasi Merah Putih
23 Februari 2026, 19:00 WIB
Minat konsumen terhadap deretan mobil hybrid Toyota terlihat di IIMS 2026, terpesan lebih dari 1.000 unit
23 Februari 2026, 18:00 WIB
Menurut bos GWM, pabrikan asal Jepang, Korea Selatan hingga Amerika Serikat memiliki pengalaman cukup panjang
23 Februari 2026, 17:00 WIB
Mobil harus mendapatkan perawatan ekstra di musim hujan bahkan kerap menerobos genangan air alias banjir
23 Februari 2026, 16:00 WIB
Baik Pertamina, Shell hingga Vivo mempertahankan harga BBM mereka, sehingga bisa menguntungkan pengendara
23 Februari 2026, 15:00 WIB
Salah satu poin perjanjian ART menyebutkan, Indonesia wajib mengimpor etanol setiap tahun sebanyak 1 juta ton
23 Februari 2026, 14:00 WIB
Dari 4.585 unit wholesales mobil hybrid (termasuk PHEV), lebih dari setengahnya diperoleh Innova Zenix
23 Februari 2026, 13:00 WIB
Mayoritas pikap di Indonesia berpenggerak 4x2, beda dari 105.000 pikap impor yang pakai penggerak 4x4