Rencana BAIC Bangun Pabrik Mandiri, Tunggu Penjualan Naik
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
Sebuah studi dari J.D. Power ungkap keluhan konsumen bahwa kualitas mobil listrik China menurun sejak 2023
Oleh Serafina Ophelia
EREV merupakan salah satu jenis kendaraan yang terbilang cukup populer di Tiongkok. Cara kerjanya mirip mobil hybrid, dibekali generator untuk mengisi daya baterai.
Hal itu membuatnya diklaim unggul ketimbang PHEV karena tidak butuh charging kemudian konsumsi bahan bakar serta emisi gas buang jauh lebih baik.
Mesin bensin disematkan pada mobil EREV berfungsi sebagai Booster. Komponen elektrik lain membantu kendaraan bekerja ketika membawa beban berat.
Mudahnya ini merupakan kebalikan dari Mild Hybrid di mana teknologi tersebut justru menjadi Booster buat mesin bensin. Sedangkan pada HEV biasa, sistem hybrid bekerja menggantikan mesin ketika kendaraan melaju dalam kecepatan tertentu.
Di 2024, kualitas EREV memimpin karena beragam faktor termasuk performa mesin yang baik serta fitur pintar di dalamnya.
Kendala terkait Driving Assistance ini mencakup kamera mundur atau kamera parkir memiliki resolusi rendah, lensa mudah kotor dan peringatan radar atau sensor terlalu keras.
Sedangkan bicara Infotainment masalah ada di Voice Recognition tidak akurat, layar sentuh tidak responsif serta navigasi tidak akurat.
Aroma kabin tidak baik dan kabin kurang kedap merupakan dua kendala yang paling sering ditemukan, bahkan selalu ada selama enam tahun berturut-turut.
Namun apabila dibandingkan tahun lalu angkanya justru berkurang masing-masing 2,2 PP100 dan 1,8 PP100.
Generasi muda kelahiran setelah 1995 banyak merasa senang dengan desain kendaraan. Namun kepuasan terhadap kualitas mobil justru berkurang, poin utamanya yakni kendali setir, grip ban mobil sampai pengaturan suspensi.
Saat ini kehadiran mobil listrik China semakin marak di Indonesia. Bermula dari Wuling Air ev sampai kemudian BYD yang bawa tiga model tahun ini, konsumen disuguhkan beragam pilihan dengan harga mulai Rp 200 jutaan.
Bukan rahasia bahwa masih ada konsumen meragukan kualitas mobil buatan China karena pengalaman di masa lampau. Namun sejauh ini para produsen mampu membuktikan ketahanannya.
Banyak manufaktur menjanjikan jaminan seperti garansi komponen baterai berlaku seumur hidup guna menambah ketenangan konsumen.
Kemudian komitmen mendirikan diler berstatus 3S (Sales, Services, Sparepart) sehingga kendala mobil listrik China bisa ditangani dengan mudah.
Sebagai informasi, responden studi ini adalah 9.791 pemilik BEV, PHEV atau EREV yang membeli periode Juli 2023-Januari 2024. Sampelnya 105 model dari 48 merek, sementara studi dilakukan mulai Desember 2023 sampai Maret 2024 di 81 kota di China.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
19 Agustus 2026, 15:12 WIB
19 Agustus 2026, 09:00 WIB
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
Terkini
21 Agustus 2026, 19:08 WIB
Robot Aimoga, hasil kolaborasi dengan Chery hadirkan inovasi di pameran robot di Beijing, 19-23 Agustus 2026
21 Agustus 2026, 17:00 WIB
Yamaha sampai Honda terpantau tidak menaikan harga motor matic 150 cc, konsumen berkesempatan meminang unit.
21 Agustus 2026, 14:16 WIB
Changan tuai respons positif berkat Nevo Q05, kontribusinya 80 persen dari total 1.120 SPK di GIIAS 2026
21 Agustus 2026, 06:00 WIB
Sistem Ganjil Genap Jakarta hari ini (21/08) kembali diandalkan untuk bisa memecah kebuntuan di jalanan
21 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih ada di lima lokasi berbeda dan melayani perpanjangan
21 Agustus 2026, 06:00 WIB
Layanan kepolisian tidak dikendurkan jelang akhir pekan, termasuk dalam menghadirkan SIM keliling Bandung
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
BAIC mengaku memiliki rencana membangun pabrik mandiri, namun sekarang sedang fokus meningkatkan penjualan
20 Agustus 2026, 19:19 WIB
Freelander 8 tengah menjadi perbincangan para pencinta otomotif, bahkan berhasil mencatatkan 10 ribu pemesanan