Geely Bikin Tiruan Xiaomi SU7, Versi Ekonomis Incar Generasi Muda
09 Juli 2026, 07:00 WIB
Sebuah studi dari J.D. Power ungkap keluhan konsumen bahwa kualitas mobil listrik China menurun sejak 2023
Oleh Serafina Ophelia
EREV merupakan salah satu jenis kendaraan yang terbilang cukup populer di Tiongkok. Cara kerjanya mirip mobil hybrid, dibekali generator untuk mengisi daya baterai.
Hal itu membuatnya diklaim unggul ketimbang PHEV karena tidak butuh charging kemudian konsumsi bahan bakar serta emisi gas buang jauh lebih baik.
Mesin bensin disematkan pada mobil EREV berfungsi sebagai Booster. Komponen elektrik lain membantu kendaraan bekerja ketika membawa beban berat.
Mudahnya ini merupakan kebalikan dari Mild Hybrid di mana teknologi tersebut justru menjadi Booster buat mesin bensin. Sedangkan pada HEV biasa, sistem hybrid bekerja menggantikan mesin ketika kendaraan melaju dalam kecepatan tertentu.
Di 2024, kualitas EREV memimpin karena beragam faktor termasuk performa mesin yang baik serta fitur pintar di dalamnya.
Kendala terkait Driving Assistance ini mencakup kamera mundur atau kamera parkir memiliki resolusi rendah, lensa mudah kotor dan peringatan radar atau sensor terlalu keras.
Sedangkan bicara Infotainment masalah ada di Voice Recognition tidak akurat, layar sentuh tidak responsif serta navigasi tidak akurat.
Aroma kabin tidak baik dan kabin kurang kedap merupakan dua kendala yang paling sering ditemukan, bahkan selalu ada selama enam tahun berturut-turut.
Namun apabila dibandingkan tahun lalu angkanya justru berkurang masing-masing 2,2 PP100 dan 1,8 PP100.
Generasi muda kelahiran setelah 1995 banyak merasa senang dengan desain kendaraan. Namun kepuasan terhadap kualitas mobil justru berkurang, poin utamanya yakni kendali setir, grip ban mobil sampai pengaturan suspensi.
Saat ini kehadiran mobil listrik China semakin marak di Indonesia. Bermula dari Wuling Air ev sampai kemudian BYD yang bawa tiga model tahun ini, konsumen disuguhkan beragam pilihan dengan harga mulai Rp 200 jutaan.
Bukan rahasia bahwa masih ada konsumen meragukan kualitas mobil buatan China karena pengalaman di masa lampau. Namun sejauh ini para produsen mampu membuktikan ketahanannya.
Banyak manufaktur menjanjikan jaminan seperti garansi komponen baterai berlaku seumur hidup guna menambah ketenangan konsumen.
Kemudian komitmen mendirikan diler berstatus 3S (Sales, Services, Sparepart) sehingga kendala mobil listrik China bisa ditangani dengan mudah.
Sebagai informasi, responden studi ini adalah 9.791 pemilik BEV, PHEV atau EREV yang membeli periode Juli 2023-Januari 2024. Sampelnya 105 model dari 48 merek, sementara studi dilakukan mulai Desember 2023 sampai Maret 2024 di 81 kota di China.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
09 Juli 2026, 07:00 WIB
08 Juli 2026, 17:07 WIB
05 Juli 2026, 19:42 WIB
05 Juli 2026, 13:33 WIB
03 Juli 2026, 21:55 WIB
Terkini
10 Juli 2026, 22:34 WIB
Honda Bangka Belitung baru saja menggelar kegiatan CSR, yakni menanam sebanyak ratusan pohon mangrove
10 Juli 2026, 18:09 WIB
Pada awal Juli 2026, Honda serta Yamaha kembali melakukan penyesuaian harga pada lini motor matic murah mereka
10 Juli 2026, 11:00 WIB
Menurut data dari laman resmi AISI, wholesales motor baru di Juni 2026 menyentuh angka 515 ribuan unit
10 Juli 2026, 09:23 WIB
Marc Marquez menjadi salah satu rider yang diunggulkan untuk menjadi pemenang pada MotoGP Jerman 2026
10 Juli 2026, 06:00 WIB
Jangan sampai terlambat, SIM keliling Jakarta dibuka di lokasi yang lebih terbatas setiap akhir pekan
10 Juli 2026, 06:00 WIB
Jangan sampai salah mendatangi lokasi SIM keliling Bandung, karena setiap hari tempatnya berbeda-beda
09 Juli 2026, 22:00 WIB
SUV praktis, efisien dan memiliki teknologi tinggi seperti Deepal S07 banyak dicari keluarga modern di RI
09 Juli 2026, 21:00 WIB
PT AHM baru-baru ini menghadirkan pilihan warna baru untuk Honda Rebel 1100, harga mulai Rp 400 jutaan