Gaikindo Tegaskan Indonesia Mampu Suplai Pikap, Asal Diberi Waktu
01 Maret 2026, 12:00 WIB
Serkretaris Umum Gaikindo angkat bicara mengenai wacana Pertalite dihapus digantikan dengan Pertamax Green 92
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Wacana BBM (Bahan Bakar Bersubsidi) Pertalite dihapus kembali mencuat. Hal itu membuat beberapa pihak angkat bicara.
Satu diantaranya datang dari Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia).
“Pertalite itu bahan bakar yang baik atau buruk dari kacamata emisi? Ya karena kandungan sulfur tinggi dan kita seharusnya menuju lebih bersih,” kata Kukuh di diskusi bertema 'Memproyeksi Pasar Otomotif 2024' bersama Forwot, Selasa (16/1).
Lebih jauh Kukuh menuturkan kalau pemerintah sekarang mendorong para pabrikan mobil buat menghadirkan mesin yang memiliki standar Euro 4.
"Kami sudah diminta untuk membuat mesin Euro 4 dan investasinya tidak kecil. Nah sekarang pemerintah kalau diberikan bahan bakar yang jelek tidak ada manfaatnya, padahal terdapat investasi di situ," Kukuh menegaskan.
Berangkat dari hal itu, Sekretaris Umum Gaikindo berharap agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) dapat menyediakan bahan bakar berkualitas guna mendukung pelaku otomotif.
"Jadi untuk menuju net zero emission bukan hanya teknologinya tetapi juga bahan bakar harus mendukung," tambah dia.
Seperti diketahui Pertamina memiliki rencana kalau Pertalite dihapus pada 2024. Perusahaan pelat merah bakal menjual tiga jenis BBM saja.
Kepastian di atas disampaikan langsung oleh Nicke Widyawati selaku Direktur Utama PT Pertamina dalam RDP (Rapat Dengar Pendapat) dengan Komisi VII DPR beberapa waktu lalu.
“Ada dua green gasoline, green energy serta low carbon yang menjadi produk baru Pertamina,” kata Nicke.
Nantinya sasaran BBM subsidi akan dialihkan ke jenis bensin dengan oktan 92. Nicke menjelaskan kalau rencana tersebut masuk ke program 'Langit Biru Tahap Dua'.
“Jadi sudah sangat pas, dari aspek lingkungan serta mandatori bioetanol bisa kami penuhi. Selain itu dapat menurunkan impor gasoline,” Nicke menegaskan.
Di tempat berbeda Arifin Tasrif, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) angkat bicara mengenai wacana Pertalite dihapus buat digantikan dengan Pertamax Green 92.
Arifin mengatakan kalau pihaknya tak keberatan jika usulan itu direalisasikan. Namun Pertamina harus bisa menghasilkan produk BBM tanpa ada beban tambahan.
"Ya kalau memang bisa disediakan dengan tidak ada beban tambahan, boleh aja," ucap Menteri ESDM.
Sebagai informasi kalau wacana Pertalite dihapus guna menegaskan Pertamina bergerak mengikuti aturan standar emisi Euro 4 dari pemerintah.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
01 Maret 2026, 12:00 WIB
01 Maret 2026, 08:26 WIB
27 Februari 2026, 07:00 WIB
26 Februari 2026, 12:59 WIB
25 Februari 2026, 10:00 WIB
Terkini
09 Maret 2026, 07:14 WIB
Toyota saat ini tengah mempelajari rute-rute baru untuk mengapalkan produk mereka sampai ke Timur Tengah
09 Maret 2026, 06:00 WIB
Pengendara mobil dan motor bisa memanfaatkan kehadiran SIM keliling Bandung untuk mengurus dokumen hari ini
09 Maret 2026, 06:00 WIB
Lima lokasi SIM keliling Jakarta kembali dibuka seperti biasa hari ini, simak persyaratan dan biayanya
09 Maret 2026, 06:00 WIB
Pembatasan ganjil genap Jakarta kembali dilakukan di sejumlah ruas untuk atasi kemacetan lalu lintas di Ibu Kota
08 Maret 2026, 15:00 WIB
VinFast menerima pemesanan 20.000 unit mobil listrk dari dua perusahaan transportasi yang akan dikirim hingga 2028
08 Maret 2026, 13:00 WIB
Toyota Astra Motor berhasil mencatatkan pangsa pasar sampai 31,2 persen di dalam negeri sepanjang tahun lalu
08 Maret 2026, 09:00 WIB
Main dealer motor Honda, Wahana Makmur Sejati perkenalkan lini produk aditif bahan bakar ramah lingkungan
07 Maret 2026, 15:00 WIB
Kehadiran Volvo ES90 dipercaya dapat menambah opsi mobil listrik di segmen premium bagi konsumen di Indonesia