10 Mobil Listrik Terlaris Juli 2026, Wuling Aira ev Moncer
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Serkretaris Umum Gaikindo angkat bicara mengenai wacana Pertalite dihapus digantikan dengan Pertamax Green 92
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Wacana BBM (Bahan Bakar Bersubsidi) Pertalite dihapus kembali mencuat. Hal itu membuat beberapa pihak angkat bicara.
Satu diantaranya datang dari Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia).
“Pertalite itu bahan bakar yang baik atau buruk dari kacamata emisi? Ya karena kandungan sulfur tinggi dan kita seharusnya menuju lebih bersih,” kata Kukuh di diskusi bertema 'Memproyeksi Pasar Otomotif 2024' bersama Forwot, Selasa (16/1).
Lebih jauh Kukuh menuturkan kalau pemerintah sekarang mendorong para pabrikan mobil buat menghadirkan mesin yang memiliki standar Euro 4.
"Kami sudah diminta untuk membuat mesin Euro 4 dan investasinya tidak kecil. Nah sekarang pemerintah kalau diberikan bahan bakar yang jelek tidak ada manfaatnya, padahal terdapat investasi di situ," Kukuh menegaskan.
Berangkat dari hal itu, Sekretaris Umum Gaikindo berharap agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) dapat menyediakan bahan bakar berkualitas guna mendukung pelaku otomotif.
"Jadi untuk menuju net zero emission bukan hanya teknologinya tetapi juga bahan bakar harus mendukung," tambah dia.
Seperti diketahui Pertamina memiliki rencana kalau Pertalite dihapus pada 2024. Perusahaan pelat merah bakal menjual tiga jenis BBM saja.
Kepastian di atas disampaikan langsung oleh Nicke Widyawati selaku Direktur Utama PT Pertamina dalam RDP (Rapat Dengar Pendapat) dengan Komisi VII DPR beberapa waktu lalu.
“Ada dua green gasoline, green energy serta low carbon yang menjadi produk baru Pertamina,” kata Nicke.
Nantinya sasaran BBM subsidi akan dialihkan ke jenis bensin dengan oktan 92. Nicke menjelaskan kalau rencana tersebut masuk ke program 'Langit Biru Tahap Dua'.
“Jadi sudah sangat pas, dari aspek lingkungan serta mandatori bioetanol bisa kami penuhi. Selain itu dapat menurunkan impor gasoline,” Nicke menegaskan.
Di tempat berbeda Arifin Tasrif, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) angkat bicara mengenai wacana Pertalite dihapus buat digantikan dengan Pertamax Green 92.
Arifin mengatakan kalau pihaknya tak keberatan jika usulan itu direalisasikan. Namun Pertamina harus bisa menghasilkan produk BBM tanpa ada beban tambahan.
"Ya kalau memang bisa disediakan dengan tidak ada beban tambahan, boleh aja," ucap Menteri ESDM.
Sebagai informasi kalau wacana Pertalite dihapus guna menegaskan Pertamina bergerak mengikuti aturan standar emisi Euro 4 dari pemerintah.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
05 Agustus 2026, 19:00 WIB
Terkini
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi
15 Agustus 2026, 18:57 WIB
Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika