Biang Kerok Penjualan Mobil Listrik Tesla Keok dari BYD di 2025
08 Januari 2026, 18:00 WIB
Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ungkap Indonesia bisa kurangi impor BBM bila kembangkan EV
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Dimulainya pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik yang berada di Karawang dipercaya bisa menjadi terobosan baru buat bangsa. Pasalnya impor bahan bakar minyak dikurangi secara signifikan.
Tak tanggung-tanggung, bila masyarakat beralih ke kendaraan listrik maka penurunan impor BBM bisa dikurangi hingga 300 KL. Jumlah tersebutnya sangat besar dan tentu bakal menguntungkan bangsa.
“Bila produksinya 15 GWh maka kita bisa menghemat impor BBM sekitar 300 ribu kiloliter per tahunnya,” ungkap Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dilansir Antara (30/06).
Namun jumlah tersebut diharapkan bisa terus tumbuh secara bertahap terutama saat industri pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) digalakkan.
“Dengan pasar yang sudah naik untuk baterai PLTS bisa sampai 40 GWh,” tutur dia.
Penurunan impor BBM dipercaya bisa menguntungkan negara karena dananya bisa dialihkan untuk pembangunan sektor lainnya.
Sebelumnya diberitakan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah meletakkan batu pertama pembangunan proyek Ekosistem Industri Baterai Kendaraan Listrik Terintegrasi Konsorsium Antam – IBC – CBL di Kawasan Artha Industrial Hills (AIH), di Karawang, Jawa Barat, Minggu (29/06).
Pembangunan proyek ini merupakan pengembangan industri dari hulu ke hilir yang terdiri atas enam proyek secara terintegrasi hasil pengembangan bersama antara PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), Indonesia Battery Corporation (IBC), Konsorsium CATL, Brunp dan Lygend (CBL).
Sebanyak lima proyek dikembangkan di Kawasan FHT Halmahera Timur dan satu proyek dikembangkan di Karawang. Total nilai investasinya pun sangat besar yaitu mencapai US$ 5,9 miliar atau sekitar Rp 96 triliun
Kehadiran fasilitas produksi tersebut tentu memperkuat Indonesia untuk menjadi pemain penting dalam pengembangan kendaraan listrik di masa depan. Pasalnya seluruh proses produksi nantinya bisa dilakukan langsung di Tanah Air.
Hal ini tentunya bakal menguntungkan perusahaan otomotif karena tidak lagi perlu melakukan impor komponen-komponen penting dari luar negeri. Sehingga harga kendaraan pun bisa menjadi lebih terjangkau dibanding sebelumnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
08 Januari 2026, 18:00 WIB
07 Januari 2026, 18:00 WIB
07 Januari 2026, 14:00 WIB
07 Januari 2026, 10:00 WIB
05 Januari 2026, 13:00 WIB
Terkini
09 Januari 2026, 06:00 WIB
Menjelang akhir pekan, layanan SIM keliling Jakarta masih tersedia seperti biasa di lima lokasi berbeda
09 Januari 2026, 06:00 WIB
Aturan ganjil genap Jakarta diterapkan untuk mengurangi kemacetan lalu lintas yang kerap terjadi di Ibu Kota
09 Januari 2026, 06:00 WIB
Menjelang akhir pekan SIM keliling Bandung terus hadir untuk memudahkan para pengendara di kota Kembang
08 Januari 2026, 19:07 WIB
Shammie terus berjuang keras hingga SS4 untuk bisa membawa hasil positif pada ajang Rally Dakar 2026
08 Januari 2026, 18:00 WIB
Kebijakan pemerintah federal di Amerika Serikat disebut bikin penjualan mobil listrik Tesla kalah dari BYD
08 Januari 2026, 17:00 WIB
Setelah badai cedera menerpa, kondisi fisik Marc Marquez dirasa sudah tidak seprima seperti dahulu kala
08 Januari 2026, 16:40 WIB
Kunci tertinggal di kabin diduga jadi salah satu penyebab Hyundai Stargazer menyala otomatis ketika diparkir
08 Januari 2026, 15:00 WIB
Mitsubishi Triton Single Cabin tersedia dalam varian baru yang tampil semakin sporti, harga Rp 300 jutaan