BYD Atto 2 Sudah Masuk di Indonesia, Segera Dipasarkan
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ungkap Indonesia bisa kurangi impor BBM bila kembangkan EV
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Dimulainya pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik yang berada di Karawang dipercaya bisa menjadi terobosan baru buat bangsa. Pasalnya impor bahan bakar minyak dikurangi secara signifikan.
Tak tanggung-tanggung, bila masyarakat beralih ke kendaraan listrik maka penurunan impor BBM bisa dikurangi hingga 300 KL. Jumlah tersebutnya sangat besar dan tentu bakal menguntungkan bangsa.
“Bila produksinya 15 GWh maka kita bisa menghemat impor BBM sekitar 300 ribu kiloliter per tahunnya,” ungkap Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dilansir Antara (30/06).
Namun jumlah tersebut diharapkan bisa terus tumbuh secara bertahap terutama saat industri pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) digalakkan.
“Dengan pasar yang sudah naik untuk baterai PLTS bisa sampai 40 GWh,” tutur dia.
Penurunan impor BBM dipercaya bisa menguntungkan negara karena dananya bisa dialihkan untuk pembangunan sektor lainnya.
Sebelumnya diberitakan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah meletakkan batu pertama pembangunan proyek Ekosistem Industri Baterai Kendaraan Listrik Terintegrasi Konsorsium Antam – IBC – CBL di Kawasan Artha Industrial Hills (AIH), di Karawang, Jawa Barat, Minggu (29/06).
Pembangunan proyek ini merupakan pengembangan industri dari hulu ke hilir yang terdiri atas enam proyek secara terintegrasi hasil pengembangan bersama antara PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), Indonesia Battery Corporation (IBC), Konsorsium CATL, Brunp dan Lygend (CBL).
Sebanyak lima proyek dikembangkan di Kawasan FHT Halmahera Timur dan satu proyek dikembangkan di Karawang. Total nilai investasinya pun sangat besar yaitu mencapai US$ 5,9 miliar atau sekitar Rp 96 triliun
Kehadiran fasilitas produksi tersebut tentu memperkuat Indonesia untuk menjadi pemain penting dalam pengembangan kendaraan listrik di masa depan. Pasalnya seluruh proses produksi nantinya bisa dilakukan langsung di Tanah Air.
Hal ini tentunya bakal menguntungkan perusahaan otomotif karena tidak lagi perlu melakukan impor komponen-komponen penting dari luar negeri. Sehingga harga kendaraan pun bisa menjadi lebih terjangkau dibanding sebelumnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
14 Oktober 2026, 17:00 WIB
13 Oktober 2026, 20:46 WIB
06 Oktober 2026, 20:00 WIB
01 Oktober 2026, 17:35 WIB
Terkini
15 Oktober 2026, 11:00 WIB
Seri GIIAS kembali dilanjutkan, GIIAS Makassar 2026 bakal hadirkan 14 merek kendaraan penumpang ke konsumen
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
Setelah menjadi perbincangan, BYD Atto 2 akhirnya dipajang dan dipamerkan kepada konsumen di Indonesia
15 Oktober 2026, 07:00 WIB
Sebelum menentukan pilihan, Mitsubishi Destinator bisa jadi bahan pertimbangan konsumen yang membutuhkan
14 Oktober 2026, 22:28 WIB
Itamotor baru saja meluncurkan handrip untuk skutik premium yang diklaim dapat memberikan kenyamanan lebih
14 Oktober 2026, 19:00 WIB
BYD Flash Charging bisa digunakan untuk lini mobil listrik Danza yang dipasarkan di Indonesia, seperti D9
14 Oktober 2026, 17:00 WIB
Mobil listrik MG S6 EV jadi opsi baru SUV keluarga di Indonesia, segera meluncur di pameran otomotif GAW 2026
14 Oktober 2026, 16:22 WIB
Shooting brake perdana dari BYD, Danza Z9GT resmi diluncurkan ke konsumen dengan harga Rp 2,25 miliar
14 Oktober 2026, 16:12 WIB
Pasar mobil listrik kembali kedatangan produk baru, kali ini new Danza D9 dan Z9 GT diluncurkan di Tanah Air