GIIAS Bandung 2026 Digelar Pekan Ini, Siap Beri Banyak Kejutan
08 September 2026, 07:00 WIB
Puluhan model Hino sudah meraih TDKN 40 persen dan dianggap berhasil memberdayakan industri otomotif lokal
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (PT HMMI) terus menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan industri kendaraan di Tanah Air. Hal ini mereka buktikan dengan terus meningkatkan komponen lokal pada produknya.
Perusahaan bahkan telah menjalin kemitraan dengan Industri Kecil dan Menengah (IKM) sebagai supplier. Berkat ini, mereka pun memiliki sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan Bobot Manfaat Perusahaan (BMP) di atas 40 persen.
“TKDN bukan hanya soal angka, tapi tentang dampak. Ini mendukung pertumbuhan industri dalam negeri, menciptakan lapangan kerja, serta mengurangi ketergantungan terhadap impor,” ujar Harianto Sariyan, Direktur PT HMMI.
Untuk mendapatkan sertifikat TKDN dan BMP, PT HMMI harus mengikuti beragam prosedur, mulai dari verifikasi dokumen hingga audit lapangan oleh Lembaga Verifikator Independen. Perusahaan berhasil mencapai nilai BMP sebesar 14,10 persen dari maksimal 15 persen.
Hingga pertengahan 2025, PT HMMI telah mengantongi sertifikat TKDN untuk 31 tipe kendaraan dengan nilai TKDN + BMP antara 44,35 persen hingga 57,26 persen. Sertifikasi ini memberi keunggulan kompetitif, terutama dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah.
“Pemerintah mengajak seluruh pelaku industri agar menjadikan pencapaian PT HMMI sebagai inspirasi bersama untuk terus meningkatkan komitmen, tidak hanya memproduksi di Indonesia tetapi benar-benar membangun industri yang berbasis kekuatan dalam negeri,” terang Dhini Widya Utari, S.T., M.M., Ketua Tim Temu Bisnis dan Perencanaan P3DN Kementerian Perindustrian di GIIAS 2025.
Perlu diketahui bahwa PT HMMI telah berdiri sejak Desember 1982 dengan nilai investasi sebesar USD 112,5 juta. Pabrik yang berada di kawasan industri Kota Bukit Indah, Purwakarta ini memproduksi kendaraan komersial seperti truk serta bus bermerek Hino.
Perusahaan memiliki lima jalur produksi, yaitu jalur produksi mesin (engine), transmisi, truk ringan, menengah, hingga bus. Fasilitas ini dioperasikan oleh 1.578 tenaga kerja langsung dan lebih dari 150 ribu pekerja tidak langsung dari rantai pasokan lokal.
Saat ini mereka memiliki kapasitas produksi sebesar 75 ribu unit per tahun. PT HMMI pun berhasil melokalisasi komponen melalui kemitraan strategis dengan 148 perusahaan komponen lokal serta ratusan penyedia jasa pendukung.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
08 September 2026, 07:00 WIB
11 Agustus 2026, 19:42 WIB
09 Agustus 2026, 16:33 WIB
08 Agustus 2026, 16:14 WIB
05 Agustus 2026, 21:00 WIB
Terkini
17 September 2026, 07:41 WIB
Changan Deepal S05 hadir di Indonesia sebagai kendaraaan dengan jenis penggera REEV pertama di Tanah Air
17 September 2026, 06:00 WIB
Jangan sampai salah, SIM keliling Jakarta hanya melayani perpanjangan untuk SIM yang belum kedaluwarsa
17 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hari ini ada di dua lokasi, agar bisa lebih mudah ditemukan oleh para pengendara
17 September 2026, 06:00 WIB
Selain mengandalkan ETLE statis dan mobile, sistem Ganjil Genap Jakarta juga dibantu oleh para petugas
16 September 2026, 19:39 WIB
Marc Marquez berpeluang untuk melanjutkan raih kemenangan pada gelaran MotoGP Austria 2026 akhir pekan nanti
16 September 2026, 19:38 WIB
Belum lama seorang masyarakat bernama Jangkung Sido Sentosa mengaku keberatan jika SIM mati harus bikin baru
16 September 2026, 09:00 WIB
Shell harus menggelontorkan investasi cukup besar, hingga Rp 1,2 triliun untuk membuat pabrik gemuk di Marunda
16 September 2026, 06:00 WIB
Pengguna mobil pribadi dengan pelat ganjil hari ini wajib waspada karena ada aturan Ganjil Genap Jakarta