Isuzu Berikan Nilai Tambah Bagi Para Pelanggan Setianya
09 Agustus 2026, 11:26 WIB
Perawatan berkala pada armada berperan penting dalam membantu mencegah terjadinya kecelakaan truk yang fatal
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Kecelakaan truk yang kerap terjadi di Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor. Selain kemungkinan kelalaian pengemudi, perawatan kendaraan tidak maksimal juga patut diperhatikan.
Padahal pada kendaraan khususnya truk logistik dengan mobilitas tinggi, perawatan secara teratur dapat meminimalisir kecelakaan dan mengurangi peluang hilangnya pendapatan atau revenue.
“Penyebab utama kebanyakan mungkin dari pengemudi. Kedua adalah medan, ketiga baru suku cadang atau perawatan dari kendaraan tersebut,” ucap William Firman, Director of Business Expansion McEasy di Jakarta Selatan, Selasa (10/12).
Ia menegaskan bahwa perawatan berkala pada truk merupakan tindakan preventif dan tidak dapat diabaikan karena berdampak besar.
“Seandainya kontrol reguler terlewat dan terjadi insiden bisa buang waktu satu bulan. Misal dua bulan, potensi revenue hilang bisa sampai Rp 60 juta,” kata William.
Lebih lanjut, Afif Afianto, Direktur PT RABA yang merupakan bengkel spesialis truk mengungkapkan terdapat sejumlah tantangan dalam perawatan berkala dan manajemen suku cadang armada di Indonesia saat ini.
Misalnya pembelian unit edisi terbatas seperti pernah terjadi pada salah satu konsumennya. Ketika ada part mengalami kerusakan, pihak APM (Agen Pemegang Merek) ternyata tidak menyediakan, sehingga perbaikan memakan waktu lebih lama.
Kemudian manajemen perawatan komponen tidak tetap alias harus diganti di waktu tertentu di waktu yang tidak diketahui, yakni ban.
“Merupakan komponen perawatan terbesar, ban ini menghabiskan sekitar 50 persen biaya total perawatan berkala. Mengaturnya cukup sulit karena tergantung medannya di mana, bagaimana pengemudi mengendalikan,” ungkap Afif dalam kesempatan sama.
Ditambah lagi masih ada pihak tertentu memaksakan muatan berlebih pada truk logistik yang beroperasi. Hal tersebut meningkatkan peluang kecelakaan serta kerusakan ban lebih cepat dari seharusnya.
“Muatan berlebih sangat berpengaruh pada kapasitas pondasi tekanan ban itu sendiri, karena sudah diukur dan didesain untuk beban tertentu. Seringkali kita temui di jalan ada (truk) pecah ban padahal masih baru, ketika dicek muatan berlebih,” tegas Afif.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
09 Agustus 2026, 11:26 WIB
05 Agustus 2026, 20:00 WIB
21 Mei 2026, 07:00 WIB
16 April 2026, 09:00 WIB
13 April 2026, 17:59 WIB
Terkini
18 Oktober 2026, 17:00 WIB
Sri Lanka menjadi pasar setir kanan pertama di luar Jepang yang dipilih BYD dalam memasarkan kei car Racco
18 Oktober 2026, 16:28 WIB
BMW Astra baru saja meresmikan DSA di Cibuntu, Kab Kuningan dengan memberikan sejumlah bantuan ke masyarakat
17 Oktober 2026, 10:26 WIB
Pada Oktober 2026, sejumlah harga motor matic murah stabil meski ada beberapa yang mengalami kenaikan
17 Oktober 2026, 07:47 WIB
SIS menggelar kampanye Produk Quality Update Suzuki Satria Pro maupun F150 dengan periode produksi mulai 2025
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
GAC Aion mengaku tengah bersiap untuk memenuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang ditetapkan pemerintah
16 Oktober 2026, 13:00 WIB
Yadea GT80 bersiap untuk melanjutkan kesuksesan misi terdahulu untuk menaklukkan tantangan jarak tempuh
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
Mobil listrik menorehkan capaian positif di September 2026, EV berukuran kompak mendominasi daftar wholesales
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
BYD sebut saat ini sudah memenuhi kewajiban TKDN lebih dari 40 persen, siap ikuti regulasi baru tahun depan