Penjualan Truk Februari 2026 Kembali Alami Penurunan
23 Maret 2026, 09:00 WIB
Perawatan berkala pada armada berperan penting dalam membantu mencegah terjadinya kecelakaan truk yang fatal
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Kecelakaan truk yang kerap terjadi di Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor. Selain kemungkinan kelalaian pengemudi, perawatan kendaraan tidak maksimal juga patut diperhatikan.
Padahal pada kendaraan khususnya truk logistik dengan mobilitas tinggi, perawatan secara teratur dapat meminimalisir kecelakaan dan mengurangi peluang hilangnya pendapatan atau revenue.
“Penyebab utama kebanyakan mungkin dari pengemudi. Kedua adalah medan, ketiga baru suku cadang atau perawatan dari kendaraan tersebut,” ucap William Firman, Director of Business Expansion McEasy di Jakarta Selatan, Selasa (10/12).
Ia menegaskan bahwa perawatan berkala pada truk merupakan tindakan preventif dan tidak dapat diabaikan karena berdampak besar.
“Seandainya kontrol reguler terlewat dan terjadi insiden bisa buang waktu satu bulan. Misal dua bulan, potensi revenue hilang bisa sampai Rp 60 juta,” kata William.
Lebih lanjut, Afif Afianto, Direktur PT RABA yang merupakan bengkel spesialis truk mengungkapkan terdapat sejumlah tantangan dalam perawatan berkala dan manajemen suku cadang armada di Indonesia saat ini.
Misalnya pembelian unit edisi terbatas seperti pernah terjadi pada salah satu konsumennya. Ketika ada part mengalami kerusakan, pihak APM (Agen Pemegang Merek) ternyata tidak menyediakan, sehingga perbaikan memakan waktu lebih lama.
Kemudian manajemen perawatan komponen tidak tetap alias harus diganti di waktu tertentu di waktu yang tidak diketahui, yakni ban.
“Merupakan komponen perawatan terbesar, ban ini menghabiskan sekitar 50 persen biaya total perawatan berkala. Mengaturnya cukup sulit karena tergantung medannya di mana, bagaimana pengemudi mengendalikan,” ungkap Afif dalam kesempatan sama.
Ditambah lagi masih ada pihak tertentu memaksakan muatan berlebih pada truk logistik yang beroperasi. Hal tersebut meningkatkan peluang kecelakaan serta kerusakan ban lebih cepat dari seharusnya.
“Muatan berlebih sangat berpengaruh pada kapasitas pondasi tekanan ban itu sendiri, karena sudah diukur dan didesain untuk beban tertentu. Seringkali kita temui di jalan ada (truk) pecah ban padahal masih baru, ketika dicek muatan berlebih,” tegas Afif.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
23 Maret 2026, 09:00 WIB
28 Februari 2026, 11:00 WIB
24 Februari 2026, 08:00 WIB
19 Februari 2026, 11:00 WIB
17 Februari 2026, 19:00 WIB
Terkini
01 April 2026, 20:00 WIB
Menteri perdagangan menilai pasar kendaraan Indonesia masih menunjukkan tren positif setelah pasar tumbuh di Februari 2026
01 April 2026, 15:00 WIB
Penjualan Toyota global Februari 2026 mengalami penurunan dibandingkan pencapaian di bulan sebelumnya
01 April 2026, 15:00 WIB
Pabrik di Anapolis bekerja sama dengan CAOA, jadi bentuk komitmen jangka panjang Changan di pasar Brasil
01 April 2026, 13:00 WIB
Pameran GIICOMVEC 2026 bakal kehadiran tiga merek baru yang siap meramaikan pasar kendaraan komersial RI
01 April 2026, 11:00 WIB
WFH satu hari dalam satu minggu dan pembatasan kendaraan dinas jadi langkah pemerintah menghemat BBM
01 April 2026, 09:00 WIB
Aturan pembelian BBM bersubsidi termasuk Pertalite merupakan langkah preventif pemerintah hadapi krisis energi
01 April 2026, 08:14 WIB
Yamaha AEROX ALPHA ditawarkan dengan enam pilihan varian yang memiliki keunggulan dan nilai masing-masing
01 April 2026, 07:00 WIB
Pemerintah telah menetapkan bahwa harga BBM subsidi dan nonsubsidi tidak mengalami kenaikan pada April 2026