Meskipun Irit, Mitsubishi Xforce Hybrid Disarankan Pakai BBM RON 95
21 Juli 2026, 11:00 WIB
Implementasi Biodiesel B50 dinilai bisa menghemat devisa negara sampai Rp 157 triliun sepanjang tahun ini
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Kebijakan B50 akan mulai diterapkan pada 1 Juli 2026. Bahan bakar jenis baru ini dipercaya dapat memberikan dampak positif.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan, penerapan Biodiesel B50 bisa menghemat devisa negara.
“Di 2026 ini dengan implementasi B50, diharapkan kita bisa menghemat devisa Rp 157 triliunan,” ungkap Dwi Anggia, Juru Bicara Kementerian ESDM di Antara.
Anggia menjelaskan kehadiran Biodiesel B50 bakal menurunkan kebutuhan Indonesia terhadap BBM jenis solar.
Selain itu, Indonesia juga tidak lagi ketergantungan dengan impor solar. Jadi dapat menghemat devisa negara.
Nantinya penghematan tersebut akan meningkat signifikan dibandingkan tahun lalu, saat pemerintah masih menjalankan mandatori B40.
Penerapan program B50 dipercaya berpotensi menciptakan nilai tambah, kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) sebesar Rp 24,6 triliun.
Menyerap hingga 2,2 juta tenaga kerja serta menurunkan emisi gas rumah kaca hingga 46,7 juta ton.
Dengan demikian, penerapan Biodiesel B50 tidak hanya berdampak pada neraca perdagangan saja, namun turut mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Karena implementasi B50 ini akan meningkatkan nilai tambah untuk sawit kita. Sehingga manfaat secara ekonomi akan lebih banyak dirasakan,” tegas Anggia.
Dia menambahkan, kebijakan Biodiesel B50 juga sangat relevan dengan kondisi saat ini, ketika harga minyak dunia berfluktuasi seiring perkembangan geopolitik global.
Sekadar mengingatkan, Kementerian ESDM telah menjalankan uji coba Biodiesel B50 selama enam bulan belakangan.
Pengujian dilakukan pada berbagai sektor, mulai dari alat berat, kapal, kereta api hingga truk. Lalu melibatkan sejumlah pabrikan otomotif di dalam negeri.
“Sampai dengan hari ini, uji cobanya alhamdulillah cukup baik dan sebentar lagi akan final. Pada 1 Juli rencananya mulai diterapkan implementasi B50,” kata Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM dalam kesempatan terpisah.
Bahlil menuturkan kalau komitmen mendorong B50 juga telah disampaikan Prabowo Subianto, dalam forum bisnis Indonesia–Jepang di Tokyo.
Presiden Prabowo menargetkan campuran biodiesel 50 persen mulai diterapkan pada 2026, guna memperkuat ketahanan energi nasional.
Pemerintah Indonesia pun percaya diri implementasi Biodiesel B50, dapat dilakukan secara serentak di Tanah Air.
Sehingga masyarakat dapat segera merasakan dampak positif, dari kebijakan anyar yang diterapkan tersebut.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
21 Juli 2026, 11:00 WIB
01 Juli 2026, 16:32 WIB
10 Juni 2026, 14:57 WIB
10 Juni 2026, 07:00 WIB
01 Juni 2026, 19:22 WIB
Terkini
01 Agustus 2026, 10:00 WIB
Isuzu ELF NLR disulap untuk menjadi campervan dan memenuhi kebutuhan pemilik konten JAJAGO di Indonesia
01 Agustus 2026, 08:00 WIB
Jaecoo memperkenalkan fitur SIVP untuk pertama kalinya di Indonesia serta diimplementasikan di J7 SIVP
01 Agustus 2026, 07:00 WIB
Hyundai luncurkan deretan kendaraan elektrifikasi mulai Hyundai Staria EV, Ioniq 9 hingga Neira Prototype
01 Agustus 2026, 06:00 WIB
Toyota Indonesia menawarkan beragam solusi teknologi kendaraan-kendaraan mulai ICE, HEV, BEV hingga FFV
31 Juli 2026, 19:23 WIB
BMW meramaikan pasar mobil listrik dengan memasarkan iX3 untuk para konsumen mereka di ajang GIIAS 2026
31 Juli 2026, 19:21 WIB
V-KOOL varian terbaru di GIIAS 2026 untuk menyasar konsumen yang menginginkan perlindungan lebih pada mobil
31 Juli 2026, 16:58 WIB
Alva berhasil membuktikan kualitas produk dan terus meningkatkan layanan untuk memenuhi kebutuhan konsumen
31 Juli 2026, 16:29 WIB
Alva meluncurkan porgram AIPRO dan Care untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih personal di GIIAS