100 Unit MG ZS Hybrid+ Diserahkan ke Konsumen
19 Oktober 2026, 10:11 WIB
Dinilai dapat menghambat pertumbuhan EV, Periklindo tegaskan tidak mendukung pemberian subsidi mobil hybrid
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Periklindo (Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia) kembali menegaskan bahwa mereka tidak mendukung pemberian subsidi mobil hybrid. Apabila diterapkan kebijakan itu berpotensi hambat perkembangan kendaraan listrik murni di Tanah Air.
“Kami tidak mendukung hybrid mendapatkan subsidi ya, diperjelas,” ucap Moeldoko, Ketua Umum Periklindo sekaligus Kepala Staf Kepresidenan di DoubleTree Hilton, Jakarta Pusat, Rabu (4/9).
Lebih lanjut dijelaskan bahwa Periklindo menilai antusias konsumen terhadap EV khususnya mobil listrik sudah semakin terlihat. Sehingga sebaiknya difokuskan di situ saja.
“Kami tidak mendukung (subsidi) hybrid, masih (pakai) bahan bakar fosil. Fosil itu didukung dengan subsidi pemerintah,” kata Tenggono Chuandra Phoa, Sekretaris Jenderal Periklindo dalam kesempatan sama.
Tenggono menjelaskan Periklindo akan lebih berfokus dalam memfamiliarkan mobil listrik kepada masyarakat luas. Mengingat saat ini sudah mulai banyak manufaktur ternama juga masuk menawarkan beragam produk.
Lini mobil listrik di Tanah Air juga beragam dengan kisaran harga mulai Rp 100 jutaan sampai Rp 800 jutaan ke atas.
“Kalau subsidi pemerintah ditambah dengan subdisi (mobil) baterai lagi saya kira tidak cocok. Kami tidak mendukung,” tegas Tenggono.
Merespons kondisi ekonomi global yang dinilai melemah dan penjualan mobil listrik melambat, Periklindo percaya diri pasarnya di Indonesia masih akan terus berkembang.
“Jika melihat di Indonesia, EV baru masuk dua tahun dan penjualan cukup bagus. Saya yakin akan semakin baik,” ucap Tenggono.
Sebagai informasi Periklindo Electric Vehicle Conference di Bali akan dihadiri berbagai pihak termasuk pabrikan otomotif China yang belum resmi masuk Indonesia.
Guna memudahkan delegasi internasional, pihak penyelenggara juga hadirkan penerjemah bahasa Inggris dan Mandarin.
Diskusi tersebut diharapkan dapat merangkul masyarakat luas apabila tertarik ataupun ingin mulai beralih dari kendaraan konvensional.
Turut hadir Profesor C.C. Chan dari University of Hong Kong yang mendapat julukan Bapak Kendaraan Listrik Asia, untuk memberikan pemaparan mendalam soal EV dan masa depannya.
Rangkaian konferensi juga bermaksud menarik lebih banyak investor otomotif yang masih menimbang peluang investasi di Indonesia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
19 Oktober 2026, 10:11 WIB
19 Oktober 2026, 07:02 WIB
18 Oktober 2026, 17:00 WIB
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
Terkini
19 Oktober 2026, 13:00 WIB
Jelang satu tahun Changan berbisnis di Indonesia, merek asal Cina satu ini berfokus pada lini produk dan jumlah diler
19 Oktober 2026, 10:11 WIB
Tuai respons positif, pemesanan MG ZS Hybrid+ 400 unit dan sudah mulai terkirim ke konsumen sebanyak 100 unit
19 Oktober 2026, 08:24 WIB
Setelah menghadirkan banyak produk hingga merek di Indonesia, Chery Group percaya diri bakal terus raih hasil positif
19 Oktober 2026, 07:02 WIB
Meskipun jadi pemain baru di pasar mobil Indonesia, BYD mampu menorehkan sejumlah capian cukup positif
18 Oktober 2026, 17:00 WIB
Sri Lanka menjadi pasar setir kanan pertama di luar Jepang yang dipilih BYD dalam memasarkan kei car Racco
18 Oktober 2026, 16:28 WIB
BMW Astra baru saja meresmikan DSA di Cibuntu, Kab Kuningan dengan memberikan sejumlah bantuan ke masyarakat
17 Oktober 2026, 10:26 WIB
Pada Oktober 2026, sejumlah harga motor matic murah stabil meski ada beberapa yang mengalami kenaikan
17 Oktober 2026, 07:47 WIB
SIS menggelar kampanye Produk Quality Update Suzuki Satria Pro maupun F150 dengan periode produksi mulai 2025