Rapor Penjualan Mobil Baru September 2026: Turun 2,6 Persen
12 Oktober 2026, 07:00 WIB
Dinilai dapat menghambat pertumbuhan EV, Periklindo tegaskan tidak mendukung pemberian subsidi mobil hybrid
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Periklindo (Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia) kembali menegaskan bahwa mereka tidak mendukung pemberian subsidi mobil hybrid. Apabila diterapkan kebijakan itu berpotensi hambat perkembangan kendaraan listrik murni di Tanah Air.
“Kami tidak mendukung hybrid mendapatkan subsidi ya, diperjelas,” ucap Moeldoko, Ketua Umum Periklindo sekaligus Kepala Staf Kepresidenan di DoubleTree Hilton, Jakarta Pusat, Rabu (4/9).
Lebih lanjut dijelaskan bahwa Periklindo menilai antusias konsumen terhadap EV khususnya mobil listrik sudah semakin terlihat. Sehingga sebaiknya difokuskan di situ saja.
“Kami tidak mendukung (subsidi) hybrid, masih (pakai) bahan bakar fosil. Fosil itu didukung dengan subsidi pemerintah,” kata Tenggono Chuandra Phoa, Sekretaris Jenderal Periklindo dalam kesempatan sama.
Tenggono menjelaskan Periklindo akan lebih berfokus dalam memfamiliarkan mobil listrik kepada masyarakat luas. Mengingat saat ini sudah mulai banyak manufaktur ternama juga masuk menawarkan beragam produk.
Lini mobil listrik di Tanah Air juga beragam dengan kisaran harga mulai Rp 100 jutaan sampai Rp 800 jutaan ke atas.
“Kalau subsidi pemerintah ditambah dengan subdisi (mobil) baterai lagi saya kira tidak cocok. Kami tidak mendukung,” tegas Tenggono.
Merespons kondisi ekonomi global yang dinilai melemah dan penjualan mobil listrik melambat, Periklindo percaya diri pasarnya di Indonesia masih akan terus berkembang.
“Jika melihat di Indonesia, EV baru masuk dua tahun dan penjualan cukup bagus. Saya yakin akan semakin baik,” ucap Tenggono.
Sebagai informasi Periklindo Electric Vehicle Conference di Bali akan dihadiri berbagai pihak termasuk pabrikan otomotif China yang belum resmi masuk Indonesia.
Guna memudahkan delegasi internasional, pihak penyelenggara juga hadirkan penerjemah bahasa Inggris dan Mandarin.
Diskusi tersebut diharapkan dapat merangkul masyarakat luas apabila tertarik ataupun ingin mulai beralih dari kendaraan konvensional.
Turut hadir Profesor C.C. Chan dari University of Hong Kong yang mendapat julukan Bapak Kendaraan Listrik Asia, untuk memberikan pemaparan mendalam soal EV dan masa depannya.
Rangkaian konferensi juga bermaksud menarik lebih banyak investor otomotif yang masih menimbang peluang investasi di Indonesia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Oktober 2026, 07:00 WIB
11 Oktober 2026, 14:57 WIB
30 September 2026, 15:34 WIB
29 September 2026, 14:39 WIB
28 September 2026, 17:49 WIB
Terkini
13 Oktober 2026, 09:00 WIB
Ada beberapa opsi motor matic 150 cc bisa dipilih, mulai dengan harga murah hingga yang paling mahal
13 Oktober 2026, 07:00 WIB
Peraih Best Kustom Bike Show di Kustomfest 2026 menggunakan Honda CB150R dengan gaya Neo Boardtracker
12 Oktober 2026, 23:00 WIB
Pengguna Chery Omoda 5 diminta untuk mendatangi bengkel resmi untuk melakukan pemeriksaan pada as roda
12 Oktober 2026, 22:00 WIB
Marc Marquez menuturkan ada beberapa faktor yang membuat dia tidak berdaya melawan Martin dan Bezzecchi
12 Oktober 2026, 21:50 WIB
Inspeksi kendaraan merupakan hal krusial yang perlu jadi perhatian perusahaan sebelum melepas unitnya
12 Oktober 2026, 11:07 WIB
Di tengah hingar bingar ramainya ajang MotoGP Mandalika 2026, ternyata ada dua pembalap Indonesia naik podium
12 Oktober 2026, 09:00 WIB
Kompetisi antara Marc Marquez dan Jorge Martin buat persaingan juara dunia MotoGP 2026 berjalan semakin panas
12 Oktober 2026, 07:00 WIB
Secara retail, penjualan mobil baru di Indonesia mengalami penurunan tipis 2,6 persen di September 2026