Penjualan BMW X1 Bekas Lebih Banyak Dari Baru, Begini Alasannya
26 Januari 2026, 08:00 WIB
Meskipun dapat membantu selama perjalanan, pengemudi baiknya tidak 100 persen mengandalkan Google Maps
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Google Maps merupakan salah satu aplikasi navigasi yang dapat diakses melalui telepon genggam. Ini memudahkan pengemudi dalam mencari rute perjalanan terbaik.
Namun masih banyak pengemudi yang sepenuhnya mengandalkan aplikasi tersebut selama perjalanan. Padahal kebiasaan ini membahayakan pengemudi maupun pengguna jalan lain.
Belum lama ini pada Sabtu (05/04) diketahui ada satu unit mobil BMW terjun dari Tol Krian-Gresik dari ketinggian sekitar lima meter, pada pukul 22:00 waktu setempat.
Berdasarkan unggahan dari akun @lbj_jakarta, diketahui insiden terjadi akibat mobil mengikuti Google Maps yang mengarahkan pengemudi ke jalan tol belum rampung.
“Dikabarkan tidak ada korban jiwa, dua orang alami luka lecet dan sempat dibawa ke RSUD Ibnu Sina,” tulis akun tersebut, dikutip Senin (07/04).
Ini bukan kali pertama pengemudi tersasar atau terjebak di jalan berbahaya karena mengikuti arahan dari aplikasi Google Maps.
Oleh karena itu, pengemudi perlu tetap berhati-hati dan tidak sepenuhnya mengandalkan Google Maps khususnya jika berkendara menuju area yang belum sepenuhnya dikenali.
Menurut pakar keselamatan berkendara, memang kondisi jalan yang belum memenuhi syarat sebaiknya diawasi oleh pihak pelaksana ataupun pemerintah daerah.
Namun pengemudi juga tetap harus waspada dengan area sekitar. Apalagi dikabarkan, sudah ada barrier atau pembatas ditempatkan sebelum ruas jalan tol yang belum rampung tersebut.
“Barrier pasti ada dan umumnya tidak terawat atau terbuka oleh pekerja lalu-lalang. Ini celah dan biasanya diterabas oleh pengemudi tidak kompeten,” kata Sony Susmana, Instruktur Safety Driving SDCI kepada KatadataOTO, Senin (07/04).
Selain butuh pengawasan dari pengelola, pengemudi diimbau memahami cara berkendara yang baik. Tidak sekadar menyetir tetapi juga melihat potensi bahaya di jalan.
“Langkahnya mudah jika didasari niat dan konsisten, itu utamanya. Karena salah jalan dan berujung celaka sekalipun menggunakan Google Maps itu 90 persen kesalahan pengemudi,” kata dia.
Keberadaan barrier, menurut Sony harusnya membuat pengemudi melambat dan waspada serta berhenti demi memastikan keamanan.
Jika tidak yakin, Sony menyarankan pengemudi untuk maju secara perlahan dalam kecepatan rendah atau mundur dan menghindari jalan tersebut.
“Prinsipnya, Google Maps hanya sebagai alat panduan untuk membantu pengemudi di situasi tidak dikenal,” tegas Sony.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
26 Januari 2026, 08:00 WIB
23 Januari 2026, 19:00 WIB
23 Januari 2026, 15:00 WIB
20 Januari 2026, 20:00 WIB
18 Januari 2026, 17:00 WIB
Terkini
27 Januari 2026, 17:42 WIB
Mosic Garage menghadirkan opsi lebih mudah buat yang ingin memiliki motor trail vintage seperti Honda XR 200
27 Januari 2026, 16:00 WIB
Toyota berharap pemerintah tetap memberi insentif ke industri otomotif tanpa membedakan teknologi guna tingkatkan pasar
27 Januari 2026, 14:00 WIB
Dengan Desmosedici GP26, Francesco Bagnaia percaya diri untuk mengarungi MotoGP 2026 yang akan segera berjalan
27 Januari 2026, 13:00 WIB
Changan Lumin merupakan mobil listrik mungil dengan tampilan unik yang menggugah selera konsumen Tanah Air
27 Januari 2026, 12:10 WIB
Kapal pengangkut mobil listrik ini diklaim menjadi yang terbesar di dunia dan mengalahkan yang sudah ada
27 Januari 2026, 11:00 WIB
Toyota siap luncurkan model baru di segmen elektrifikasi guna memenuhi kebutuhan berkendara pelanggan
27 Januari 2026, 10:00 WIB
Motul memperluas kerjasama dengan McLaren di ajang balap ketahanan international sebagai bukti komitmen
27 Januari 2026, 09:00 WIB
Toyota minta maaf karena pelanggan harus menunggu lama buat mendapatkan Veloz Hybrid yang tampil di GJAW 2025