BMW Astra Pamer Lukisan Berpadu Kemewahan Brand
18 Agustus 2026, 21:30 WIB
Meskipun dapat membantu selama perjalanan, pengemudi baiknya tidak 100 persen mengandalkan Google Maps
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Google Maps merupakan salah satu aplikasi navigasi yang dapat diakses melalui telepon genggam. Ini memudahkan pengemudi dalam mencari rute perjalanan terbaik.
Namun masih banyak pengemudi yang sepenuhnya mengandalkan aplikasi tersebut selama perjalanan. Padahal kebiasaan ini membahayakan pengemudi maupun pengguna jalan lain.
Belum lama ini pada Sabtu (05/04) diketahui ada satu unit mobil BMW terjun dari Tol Krian-Gresik dari ketinggian sekitar lima meter, pada pukul 22:00 waktu setempat.
Berdasarkan unggahan dari akun @lbj_jakarta, diketahui insiden terjadi akibat mobil mengikuti Google Maps yang mengarahkan pengemudi ke jalan tol belum rampung.
“Dikabarkan tidak ada korban jiwa, dua orang alami luka lecet dan sempat dibawa ke RSUD Ibnu Sina,” tulis akun tersebut, dikutip Senin (07/04).
Ini bukan kali pertama pengemudi tersasar atau terjebak di jalan berbahaya karena mengikuti arahan dari aplikasi Google Maps.
Oleh karena itu, pengemudi perlu tetap berhati-hati dan tidak sepenuhnya mengandalkan Google Maps khususnya jika berkendara menuju area yang belum sepenuhnya dikenali.
Menurut pakar keselamatan berkendara, memang kondisi jalan yang belum memenuhi syarat sebaiknya diawasi oleh pihak pelaksana ataupun pemerintah daerah.
Namun pengemudi juga tetap harus waspada dengan area sekitar. Apalagi dikabarkan, sudah ada barrier atau pembatas ditempatkan sebelum ruas jalan tol yang belum rampung tersebut.
“Barrier pasti ada dan umumnya tidak terawat atau terbuka oleh pekerja lalu-lalang. Ini celah dan biasanya diterabas oleh pengemudi tidak kompeten,” kata Sony Susmana, Instruktur Safety Driving SDCI kepada KatadataOTO, Senin (07/04).
Selain butuh pengawasan dari pengelola, pengemudi diimbau memahami cara berkendara yang baik. Tidak sekadar menyetir tetapi juga melihat potensi bahaya di jalan.
“Langkahnya mudah jika didasari niat dan konsisten, itu utamanya. Karena salah jalan dan berujung celaka sekalipun menggunakan Google Maps itu 90 persen kesalahan pengemudi,” kata dia.
Keberadaan barrier, menurut Sony harusnya membuat pengemudi melambat dan waspada serta berhenti demi memastikan keamanan.
Jika tidak yakin, Sony menyarankan pengemudi untuk maju secara perlahan dalam kecepatan rendah atau mundur dan menghindari jalan tersebut.
“Prinsipnya, Google Maps hanya sebagai alat panduan untuk membantu pengemudi di situasi tidak dikenal,” tegas Sony.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
18 Agustus 2026, 21:30 WIB
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
13 Agustus 2026, 22:00 WIB
31 Juli 2026, 19:23 WIB
Terkini
15 September 2026, 17:00 WIB
Penjualan mobil diesel yang menjadi salah satu andalan GWM sempat terganggu karena kenaikan harga solar
15 September 2026, 15:00 WIB
Chery Group terus memperluas potensi pengembangan robot humanoid menggunakan berbagai skenario menarik
15 September 2026, 13:00 WIB
Mobil listrik menyumbangkan wholesales tertingginya tahun ini di Agustus, PHEV naik sementara hybrid turun
15 September 2026, 09:00 WIB
Menurut laporan terbaru, kapal-kapal anyar BYD akan mulai dikirim dari galangan mulai 2027 sampai 2029
15 September 2026, 07:00 WIB
Harga mulai Rp 1,1 miliar, GWM Wey G9 bisa dipesan oleh konsumen dan akan dikirim bertahap pada November
15 September 2026, 06:00 WIB
Kepolisian berusaha untuk mempermudah urusan para pengendara, seperti dengan menghadirkan SIM keliling Bandung
15 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta beroperasi di lima lokasi berbeda hari ini, simak persyaratan dan biaya yang dibutuhkan
15 September 2026, 06:00 WIB
Aturan Ganjil Genap Jakarta masih menajdi andalan untuk memecah kebuntuan terutama di jam-jam relatif padat