10 Merek Mobil Cina Terlaris September 2026: Wuling Bertumbuh
15 Oktober 2026, 17:30 WIB
BMW Astra santai menghadapi pabrikan Cina di segmen kendaran premium karena produk yang ditawarkan berbeda
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Persaingan pasar mobil baru di Indonesia cukup sengit. Sebab para pabrikan kendaraan roda empat asal Cina turut menyasar segmen premium.
Sebut saja dengan kehadiran Denza, Xpeng, Maxus sampai Jaecoo. Mereka menawarkan produk-produk andalan ke konsumen di Tanah Air.
Melihat hal tersebut, BMW Astra cukup santai menghadapi persaingan dengan para manufaktur asal Tiongkok.
“Kami sih sebenarnya melihat bukan ancaman bagi kita, karena secara produk sebenarnya tidak head-to-head,” ungkap Sanfrantis Tanu, Chief Executive BMW Astra di Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (08/07).
Lebih jauh ia menuturkan bahwa mayoritas pabrikan Cina memasarkan mobil-mobil listrik maupun hybrid.
Sementara BMW Astra meniagakan kendaraan roda empat Internal Combustion Engine (ICE) serta turut bermain di Electric Vehicle (EV).
Sehingga dengan strategi tersebut, konsumen memiliki banyak opsi ketika ingin memboyong mobil-mobil BMW.
Dengan begitu BMW Astra cukup percaya diri dalam menghadapi persaingan sama produsen mobil Cina.
Sanfrantis menilai kalau peluang di segmen kendaraan premium masih cukup besar. Jadi mampu menggaet konsumen lebih banyak.
“Jadi kita melihat opportunity masih ada dalam kondisi seperti ini. Walaupun mereka premium, tetapi produk kami berbeda,” lanjut dia.
Ia mengungkapkan bahwa dengan kualitas maupun inovasi yang ditawarkan BMW mampu membuat konsumen di Indonesia jatuh hati.
Jadi bakal memilih mobil-mobil BMW yang sudah dikenal memiliki kualitas terbaik di kelasnya.
“Saya percaya bahwa produk kami (BMW) tidak kalah lah sama mereka, jauh,” tegas Sanfrantis.
Hal senada sebelumnya disampaikan oleh Peter Sunny Medalla, President Director BMW Group Indonesia. Ia mengaku cukup percaya diri buat bersaing dengan para pabrikan mobil Cina di pasar Indonesia.
“Kami tidak bakal ikut permainan mereka (perang harga). BMW akan tetap prestisius, premium dan memberikan Anda inovasi yang berbeda untuk setiap EV (Electric Vehicle) kita,” kata dia dalam kesempatan berbeda.
Sunny menjelaskan produk-produk yang ditawarkan oleh BMW tidak akan membuat konsumen mereka berpaling menggunakan kendaraan lain.
“Ketika konsumen mencoba (mobil listrik premium BMW dan China) rasanya pasti bakal berbeda jauh. Jadi kami tidak akan membandingkan spesifikasi di atas kertas,” Sunny menutup perkataannya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 Oktober 2026, 17:30 WIB
07 Oktober 2026, 16:06 WIB
17 September 2026, 15:00 WIB
14 September 2026, 18:01 WIB
08 September 2026, 16:50 WIB
Terkini
15 Oktober 2026, 17:30 WIB
BYD, Jaecoo dan Wuling berhasil mengisi tiga besar merek mobil Cina terlaris di RI periode September 2026
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
Stasiun pengisian daya BYD Flash Charging bisa dimanfaatkan untuk mobil BYD dengan baterai generasi pertama
15 Oktober 2026, 13:00 WIB
Asuransi Astra masuk usia 70 tahun, memperkuat layanan digital melalui myGarda, gardaoto.com, dan Garda Siaga
15 Oktober 2026, 11:00 WIB
Seri GIIAS kembali dilanjutkan, GIIAS Makassar 2026 bakal hadirkan 14 merek kendaraan penumpang ke konsumen
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
Setelah menjadi perbincangan, BYD Atto 2 akhirnya dipajang dan dipamerkan kepada konsumen di Indonesia
15 Oktober 2026, 07:00 WIB
Sebelum menentukan pilihan, Mitsubishi Destinator bisa jadi bahan pertimbangan konsumen yang membutuhkan
14 Oktober 2026, 22:28 WIB
Itamotor baru saja meluncurkan handrip untuk skutik premium yang diklaim dapat memberikan kenyamanan lebih
14 Oktober 2026, 19:00 WIB
BYD Flash Charging bisa digunakan untuk lini mobil listrik Danza yang dipasarkan di Indonesia, seperti D9