Omoway Beri Subsidi Motor Pertamanya, Omo-X Dijual Rp 35 Jutaan
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Swap gunakan baterai ABC untuk menjadi sumber penyimpanan listrik pada sepeda motor listrik yang mereka gunakan
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Kerjasama antara Swap Energi Indonesia bersama PT International Chemical Industry (Baterai ABC Lithium) dilakukan di ajang Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2022. Dengan ini maka diharapkan diharapkan ekosistem kendaraan listrik dapat terwujud lebih cepat.
SWAP Energi Indonesia menyadari bahwa Baterai ABC memiliki peranan penting dalam mendukung transisi penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Dengan elektrifikasi pada motor listrik yang semakin ramai, Baterai ABC telah membuat baterai, baik berupa cell cylindrical maupun dalam bentuk pack.
Kerjasama ini diyakini akan mempercepat produksi serta penyediaan baterai berkualitas untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan bagi pengendara motor listrik di Indonesia. Dengan demikian masyarakat akan lebih yakin dalam menggunakan kendaraan listrik.
“Kami berupaya meningkatkan jumlah baterai yang kami miliki. Kami menargetkan untuk setidaknya memiliki 5.000 unit baterai di seluruh Indonesia,” ungkap Irwan Tjahaja, founder PT SWAP Energi Indonesia
Saat ini Swap Energi Indonesia sudah memiliki sedikitnya 400 lokasi penukaran baterai. Dari jumlah tersebut, 300 di antaranya berada di Jabotabek sementara sisanya berada di Bali.
“Kami menargetkan dapat membuka beberapa outlet lain di beberapa lokasi lain seperti Jawa Tengah hingga Jawa Timur,” tambah Irwan.
Menariknya, penukaran Swap baterai sendiri gratis dan telah digaransi seumur hidup. Pengendara juga dapat lebih hemat biaya karena hanya membayar apa yang dipakai karena pelanggan hanya top up kuota perjalanan berbasis kilometer.
Prosesnya pun terbilang sangat cepat bila dibandingkan mengisi baterai di rumah maupun isi bensin. Pasalnya pelanggan hanya membutuhkan waktu 9 detik untuk mengganti baterai dan kembali melanjutkan perjalanan.
Sementara itu, Hermawan Wijaya, Director Baterai ABC Lithium mengatakan pihaknya sudah mulai membuat baterai motor listrik sejak tahun 2019. Namun produksi terganggung karenanya adanya pandemi Covid-19.
Ia menegaskan bahwa baterai yang diproduksinya memiliki beragam keunggulan, termasuk bahan bakunya yaitu Lithium Ferro Phosphate. Material ini dipilih karena tidak mudah terbakar serta memiliki daya tahan lama.
Dengan segala keunggulannya, Ia yakin bahwa baterai hasil produksinya bisa memenuhi kebutuhan serta mempercepat pembentukan ekosistem kendaraan listrik Tanah Air.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
14 Mei 2026, 11:31 WIB
09 Mei 2026, 11:00 WIB
08 Mei 2026, 09:00 WIB
15 April 2026, 09:00 WIB
11 April 2026, 21:57 WIB
Terkini
18 Mei 2026, 21:00 WIB
Xpeng kembali menunjukkan komitmen jangka panjangnya dalam menjual kendaraan roda empat di pasar Indonesia
18 Mei 2026, 19:19 WIB
BYD jadi merek mobil Cina dengan penjualan terbanyak di Indonesia pada April 2026 disusul Jaecoo dan Wuling
18 Mei 2026, 19:17 WIB
Adira Expo Tebar Promo diklaim mampu menjawab kebutuhan para konsumen, terkhusus soal mobil dan motor baru
18 Mei 2026, 13:00 WIB
Penjualan Jetour secara retail stabil dan mengalami kenaikan sejak awal 2026, totalnya tembus 822 unit
18 Mei 2026, 11:21 WIB
Marco Bezzecchi berhasil mengumpulkan 142 poin pada puncak klasemen sementara MotoGP 2026 usai seri Catalunya
18 Mei 2026, 06:06 WIB
Skema Ganjil Genap Jakarta kembali berlaku mulai dari ini setelah libur panjang untuk sedikit mengurai kemacetan
18 Mei 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hari ini tersedia di dua tempat berbeda agar lebih mudah ditemukan oleh masyarakat
17 Mei 2026, 21:00 WIB
Hyundai mengaku enggan menaikkan harga mobil baru mereka meski banyak rintangan menghadang pasar otomotif