Prabowo Janji Motor Listrik Nasional Bisa Dibeli Tanpa Uang Muka
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Pemerintah telah memastikan program subsidi motor listrik konversi akan terus berlanjut di tahun depan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan program subsidi motor listrik tetap berlanjut tahun depan. Dengan demikian diharapkan perkembangan kendaraan elektrifikasi di Indonesia bisa lebih optimal.
Meski saat ini perkembangannya terbilang lambat, sepeda motor listrik konversi dinilai memudahkan masyarakat. Pasalnya dana yang harus dikeluarkan peminatnya jadi lebih kecil ketimbang beli unit baru.
“Tentu bakal dilakukan penyempurnaan di beberapa bagian karena saat ini juga sedang dalam proses. Jadi semuanya akan dievaluasi,” ungkap Harris, Kepala Balai Besar Survei dan Pengujian Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konversi Energi ESDM.
Ia pun menambahkan bila dalam regulasi disampaikan subsidi harus dihentikan maka revisi dapat dilakukan selama dalam masa evaluasi.
“Karena konversi merupakan upaya pemerintah dalam mengakselerasi ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Apalagi motornya bisa tetap beroperasi tanpa menghilangkan identitas model asli,” tambahnya kemudian.
Sebelumnya diberitakan bahwa program subsidi motor listrik konversi kurang mendapat respon positif. Sepanjang 2023 jumlah unit yang telah diubah baru 1.000 unit dari target 50.000 unit.
Untuk melakukan konversi, masyarakat pun harus memenuhi beberapa persyaratan seperti KTP, BPKB, STNK dan motor dalam kondisi masih bisa digunakan..
Pendaftaran bisa dilakukan melalui link ebtke.esdm.go.id/konversi. Pemohon tinggal memilih lokasi, pilih bengkel tersedia kemudian mengisi formulir identitas pemilik serta kendaraan.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan program subsidi konversi sepeda motor konvensional ke listrik tetap berlanjut tahun depan. Dengan demikian diharapkan perkembangan kendaraan elektrifikasi di Indonesia bisa lebih optimal.
Meski saat ini perkembangannya terbilang lambat, konversi motor konvensional ke listrik dinilai memudahkan masyarakat. Pasalnya dana yang harus dikeluarkan peminatnya jadi lebih kecil ketimbang beli unit baru.
“Tentu bakal dilakukan penyempurnaan di beberapa bagian karena saat ini juga sedang dalam proses. Jadi semuanya akan dievaluasi,” ungkap Harris, Kepala Balai Besar Survei dan Pengujian Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konversi Energi ESDM.
Ia pun menambahkan bila dalam regulasi disampaikan subsidi harus dihentikan maka revisi dapat dilakukan selama dalam masa evaluasi.
“Karena konversi merupakan upaya pemerintah dalam mengakselerasi ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Apalagi motor bisa tetap beroperasi tanpa menghilangkan identitas model asli,” tambahnya kemudian.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
06 Agustus 2026, 13:00 WIB
31 Juli 2026, 16:58 WIB
21 Juli 2026, 09:47 WIB
19 Juli 2026, 14:00 WIB
Terkini
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan SIM keliling Bandung hadir di dua lokasi berbeda agar lebih mudah ditemukan masyarakat