Polytron Fest 51: Makin Serius di Industri Otomotif Tanah Air

Ajang Polytron Fest 51 memperlihatkan arah baru perusahaan yang semakin serius di industri otomotif Indonesia

Polytron Fest 51: Makin Serius di Industri Otomotif Tanah Air
Denny Basudewa

KatadataOTO – Lima dekade lebih bukan waktu singkat bagi sebuah perusahaan untuk bertahan, apalagi ketika industri dan perilaku konsumen terus berubah.

Namun bagi Polytron yang memasuki usia 51 tahun, justru menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa perjalanan panjang tidak harus berakhir pada status sebagai pemain lama.

Polytron Fest 51st Anniversary yang berlangsung pada 19–20 September 2026 di Parkir Selatan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, perusahaan membawa lebih dari sekadar perayaan ulang tahun.

Festival tersebut menjadi etalase perjalanan perusahaan sekaligus memperlihatkan arah baru bisnisnya, termasuk semakin seriusnya langkah Polytron di industri otomotif, khususnya kendaraan listrik.

Polytron
Photo: KatadataOTO

“Melalui strategi 3i—Invention, Innovation, dan Improvement—dengan personalisasi produk yang relevan bagi setiap generasi, kami ingin terus menjadi bagian dari kisah hidup masyarakat Indonesia,” ujar Diantika, General Manager Corporate Communications Polytron (19/09).

Di tengah kemeriahan musik, olahraga, komunitas, kuliner dan berbagai aktivitas publik, kendaraan listrik menjadi salah satu bagian penting dari ekosistem yang ditampilkan.

Polytron membawa lini motor listrik keluarga Fox sekaligus mobil listrik G3+, memperlihatkan bahwa kendaraan bukan lagi sekadar proyek diversifikasi, melainkan bagian dari portofolio bisnis yang semakin terintegrasi.

Dari Elektronik ke Mobilitas

Nama Polytron selama puluhan tahun lebih dikenal melalui televisi, perangkat audio, serta berbagai peralatan elektronik rumah tangga.

Namun transformasi teknologi dan perubahan gaya hidup konsumen, membuat batas antara industri elektronik, teknologi hingga otomotif semakin tipis.

Kendaraan listrik merupakan salah satu titik temu ketiga industri tersebut di atas.

Mobil listrik modern tidak lagi sekadar berbicara mengenai mesin dan transmisi. Ada baterai, perangkat lunak, konektivitas, sistem bantuan pengemudi, manajemen energi, hingga integrasi smartphone.

Karakter tersebut memiliki irisan kuat dengan kompetensi perusahaan teknologi.

Polytron mulai memasuki kendaraan listrik melalui sepeda motor sebelum memperluas portofolionya ke mobil listrik.

Pada 2025, perusahaan resmi memperkenalkan G3 dan G3+ sebagai mobil listrik pertamanya di Indonesia.

Langkah tersebut menjadi fase penting dalam transformasi Polytron dari produsen elektronik menjadi perusahaan dengan portofolio mobilitas berbasis elektrifikasi.

Dengan demikian, kehadiran kendaraan listrik di Polytron Fest 51 memiliki makna lebih besar daripada sekadar display produk.

Kendaraan menunjukkan bahwa otomotif mulai ditempatkan sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang perusahaan.

G3+: Ujian Serius Masuk Pasar Mobil Listrik

Di antara produk otomotif yang ditampilkan, Polytron G3+ menjadi salah satu representasi paling penting.

Mobil ini mengusung baterai LFP berkapasitas 51,916 kWh, motor listrik 150 kW, kecepatan maksimum 150 km/jam dan klaim jarak tempuh hingga 402 kilometer berdasarkan metode CLTC (China Light-Duty Vehicle Test Cycle)

Angka tersebut menempatkan G3+ pada wilayah pasar yang menarik: konsumen menginginkan mobil listrik dengan teknologi beserta kelengkapan modern, namun tetap memperhatikan aspek harga serta skema kepemilikan.

Strategi Polytron yang Memberi Warna

Perusahaan tidak hanya menawarkan skema pembelian konvensional atau Buy to Own, tetapi juga memperkenalkan Battery-as-a-Service (BaaS).

Melalui pendekatan ini, konsumen tidak perlu membeli baterai di awal sehingga biaya akuisisi kendaraan dapat ditekan.

Pada skema BaaS, Polytron juga menawarkan garansi baterai selama masa berlangganan.

Sementara bagi konsumen yang membeli baterai, perusahaan menawarkan garansi baterai delapan tahun atau 180.000 kilometer serta jaminan nilai jual kembali 70 persen dalam periode tiga tahun.

Polytron
Photo: KatadataOTO

Model seperti ini menunjukkan bahwa persaingan kendaraan listrik tidak lagi semata-mata berlangsung pada desain, jarak tempuh, tenaga atau fitur.

Model bisnis kepemilikan kendaraan juga menjadi arena kompetisi.

Dalam industri kendaraan listrik, baterai merupakan salah satu komponen paling mahal sekaligus paling banyak menimbulkan pertanyaan dari calon konsumen.


Terkini

otosport
Hasil MotoGP Austria 2026

Hasil MotoGP Austria 2026: Pedro Acosta Menang di Kandang

Pedro Acosta bayar kesalahannya di balapan sprint, mempertahankan posisi pertama di MotoGP Austria 2026

mobil
Changan Nevo Q05

Harga Resmi Changan Nevo Q05 Diumumkan, 1.000 Unit Sudah Ludes

Setelah masa perkenalan dan berhasil terjual lebih dari 1.000 unit, harga Changan Nevo Q05 resmi diumumkan

otosport
MotoGP Austria 2026

Hasil Sprint Race MotoGP Austria 2026: Martin Asapi Marquez

Sprint race MotoGP Austria 2026 berjalan cukup dramatis, Acosta yang sempat memimpin justru bernasib sial

news
ACC Carnival

ACC Carnival Medan Ada Promo Cashback Rp 1 Juta

ACC Carnival Medan tawarkan banyak promo menarik bagi para pengunjung hingga bisa dapat cashback Rp 1 juta

mobil
Wuling Starlight M

Versi Baru Wuling Darion PHEV Terungkap, Incar Pasar Denza D9

Wuling Starlight M merupakan versi baru dari Darion, ukuran jauh lebih besar dan dapat ubahan eksterior

news
AiMOGA

Aimoga Buka Peluang Kolaborasi Dengan Perguruan Tinggi Indonesia

AiMOGA yang merupakan perusahaan di bawah naungan Chery Group kembali menunjukkan komitmennya di Tanah Air

news
Automechanika Jakarta 2026

Automechanika Digelar Minggu Depan, Diramaikan 339 Peserta

Automechanika 2026 akan digelar di Jakarta, diharapkan bisa gairahkan pasar komponen kendaraan di Indonesia

otosport
MotoGP Austria 2026

Link Live Streaming MotoGP Austria 2026: Martin Enggan Menyerah

Jorge Martin mengaku siap untuk kembali bersaing dengan Marc Marquez di MotoGP Austria 2026 di akhir pekan