Motul Gandeng Kawasaki, Jajakan Pelumas di Bengkel Umum
27 April 2026, 13:00 WIB
PGN berencana melakukan konversi sepeda motor konvensional ke gas dengan biaya lebih murah ketimbang listrik
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Jika kebanyakan perusahaan pelat merah tengah menggalakkan kendaraan listrik, PT Perusahaan Gas Negara (PGN) justru mengambil langkah berbeda. Pasalnya mereka justru menggalakkan konversi sepeda motor konvensional ke gas
Dilansir dari Katadata.co.id, proyek percontohan yang menyasar pada pengemudi ojek daring ini direncanakan berjalan mulai 1 Maret 2023 di beberapa kota besar. Biayanya pun terbilang terjangkau hanya sekitar Rp3.5 juta hingga Rp4 juta per unit.
Muhammad Haryo Yunianto, Direktur Utama PT PGN menilai bahwa proyek ini dinilai dapat mengurangi pengeluaran pembelian bahan bakar. Pasalnya Direktur Utama PT PGN, Muhammad Haryo Yunianto, mengatakan konversi motor gas sanggup mengurangi pengeluaran pembelian bahan bakar. Sebagai contoh Pertalite dijual Rp10.000 ribu per liter, bahan bakar gas hanya Rp4.500.
“Sejauh ini PLN akan melakukan program korversi dua juta motor listrik dalam lima tahun. PGN mencoba masuk menjadi salah satu pilihan alternatif energi,” kata Haryo dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR RI.
Ia pun mengatakan bahwa emisi karbon dari konversi 100 ribu unit sepeda motor sebesar 2.225 ton CO2e per tahun. Hal ini dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengurangi polusi di Tanah Air.
Pendanaan konversi rencananya juga bisa dilakukan lewat dua cara. Pertama adalah mandiri yang ditanggung oleh konsumen dan kedua melalui lembaga keuangan berkat kerjasama dengan lembaga keuangan.
Tak hanya sepeda motor yang menjadi sasaran PGN karena program ini juga akan dilakukan untuk unit lain seperti pengangkut barang atau truk. Namun khuuss mobil, uji coba awal difokuskan pada milik PT Pertamina.
Apa yang dilakukan PGN memang cukup menarik karena sebelumnya pemerintah juga berencana mengkonversi sepeda motor konvensional ke listrik. Bahkan mereka akan memberikan subsidi konversi sebesar Rp7 juta.
Subsidi tersebut dinilai penting karena biaya konversi dari motor konvensional ke listrik memang cukup tinggi. Satu unit kendaraan sekitar Rp15 jutaan sehingga dinilai cukup memberatkan pelanggan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
27 April 2026, 13:00 WIB
29 September 2025, 20:00 WIB
27 September 2025, 11:00 WIB
08 Agustus 2025, 16:00 WIB
18 Desember 2024, 14:00 WIB
Terkini
25 Juli 2026, 22:44 WIB
Toyota terus menunjukkan komitmen mereka dalam memajukan pendidikan vokasi dengan menyumbangkan mesin mobil
25 Juli 2026, 22:43 WIB
Penjualan mobil tampak kembali pulih di Juni 2026, Kemenperin yakin bisa tembus 1 juta unit di akhir 2026
25 Juli 2026, 08:00 WIB
Para pemilik kendaraan jenis SUV atau Double Cabin 4X4 menjadi incaran calon produk terbaru Giti di Indonesia
24 Juli 2026, 23:00 WIB
SUV PHEV DFSK E5 Plus sudah mulai dirakit lokal di pabrik Cikande, ditawarkan dengan harga Rp 500 jutaan
24 Juli 2026, 22:00 WIB
Daihatsu Rocky Hybrid dibekali beberapa fitur terkini guna memberikan sensasi berkendara yang berbeda
24 Juli 2026, 21:00 WIB
Astra Honda Motor Technical Skill Contest 2026 baru saja digelar dan diikuti 69 peserta dari seluruh Indonesia
24 Juli 2026, 20:22 WIB
Mobil listrik MG S5 EV memiliki potensi overheating, ada ribuan unit yang mulai ditarik dari pasaran
24 Juli 2026, 09:00 WIB
Menutup pekan terakhir di Juli 2026, Sistem lalu lintas Ganjil Genap Jakarta hari ini tetap diberlakukan