8 Juta Orang Diperkirakan Melintas di DIY Saat Mudik Lebaran 2026
27 Februari 2026, 12:00 WIB
Pemotor dilarang masuk pelabuhan Merak dan dialihkan ke Ciwandan agar kepadatan lalu lintas dapat terurai
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Meski tidak disarankan tetap saja akan ada pemudik yang menggunakan sepeda motor sebagai alat transportasinya. Bahkan tidak sedikit dari mereka membawa menyebrang ke Sumatera.
Kondisi ini tentu akan membuat pelabuhan Merak menjadi lebih padat dibandingkan biasanya. Oleh karena itu Kementerian Perhubungan menyiapkan beragam strategi agar kondisi terburuk bisa dihindari.
Salah satunya adalah mengalihkan pemudik yang menggunakan sepeda motor dan kendaraan barang ke pelabuhan Ciwandan di Kotamadya Cilegon. Sementara mobil penumpang serta bus tetap menyebrang dari pelabuhan Merak.
“Untuk kendaraan truk bahan pangan dan sebagainya bisa masuk ke Ciwandan. Ini sudah kami survei serta siapkan fasilitasnya,” ungkap Brigjen Pol. Aan Suhanan, Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri.
Rencananya pengalihan akan dilakukan mulai dari H-7 Idul Fitri sampai H+8. Beragam persiapan pun telah dilakukan sehingga diyakini pelabuhan Ciwandan bisa memenuhi kebutuhan pemudik.
Selain pemotor dilarang masuk pelabuhan Merak pihaknya telah menyiapkan strategi tambahan yaitu penundaan perjalanan atau delaying system. Dengan ini maka pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi akan ditahan di rest area.
Strategi tersebut dinilai dapat membantu mengurangi kepadatan di mulut Dermaga Merak. Karena bila tidak dilakukan delaying system atau buffer zone maka arus dari Jakarta atau dari Timur bisa terus mengalir sementara kapasitas pelabuhan Merak sangat terbatas.
“Jadi kami terpaksa melakukan strategi delaying system. Memang pahit karena perjalanan masyarakat tertunda di KM 43, KM 68 atau KM 97 namun semua untuk keselamatan kita bersama,” kata Aan memaparkan.
Strategi ini sudah berhasil dilakukan tahun lalu saat menangani arus mudik di pelabuhan Bakauheni dan dinilai efektif. Oleh karenanya strategi serupa akan diterapkan saat mudik dengan harapan membuat perjalanan lebih lancar.
Strategi ini pun diapresiasi Cucu Mulyana, Direktur Lalu Lintas Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan. Menurutnya pemerintah memang harus lebih aktif dalam mengatur lalu lintas dan mengurangi potensi kemacetan di pelabuhan Merak.
“Kami mendorong Kementerian PUPR untuk segera merealisasikan buffer zone di KM 97 di Merak,” tegas Cucu.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
27 Februari 2026, 12:00 WIB
27 Februari 2026, 11:00 WIB
22 Februari 2026, 11:00 WIB
21 Februari 2026, 19:00 WIB
21 Februari 2026, 17:00 WIB
Terkini
28 Februari 2026, 13:00 WIB
Mitsubishi Indonesia siap meningkatkan produksi L300 jika mendapat pemesanan untuk program Kopdes Merah Putih
28 Februari 2026, 11:00 WIB
Presiden Direktur Hino Indonesia diganti untuk memberi penyegaran dengan strategi baru yang lebih optimal
28 Februari 2026, 09:28 WIB
Aldi Satya Mahendra akan terus menorehkan prestasi bagi skuad Yamaha Racing Indonesia sepanjang musim ini
27 Februari 2026, 20:00 WIB
Meskipun peminatnya terbilang lebih sedikit, Vios Hybrid hadir buat memperluas jangkauan pasar Toyota
27 Februari 2026, 18:00 WIB
Zeekr kembali ke RI di bawah naungan Geely Auto Indonesia dan bakal segera dirakit lokal di masa mendatang
27 Februari 2026, 16:06 WIB
Isuzu berhasil mempertahankan kinerja mereka sepanjang tahun lalu meski banyak rintangan yang menghadang
27 Februari 2026, 14:00 WIB
Ganjil genap Puncak kembali diterapkan untuk memastikan kelancaran arus kendaraan khususnya di jalur utama
27 Februari 2026, 12:00 WIB
Dishub DIY memperkirakan ada 8 juta mobilitas saat arus mudik Lebaran 2026 sehingga mereka siapkan rekayasa lalu lintas