Bing Bang Auto Festival 2026 Usung Konsep Baru, Banyak Promo
22 Oktober 2026, 11:00 WIB
Alva kembali mendorong pemerintah untuk segera mengumumkan pemberian insentif motor listrik buat 2025
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Kabar pemberian insentif motor listrik masih juga belum menemukan titik cerah. Bahkan sampai akhir bulan keempat di 2025.
Membuat para produsen kendaraan roda dua setrum mulai teriak. Sebab ketidakpastian yang terjadi sudah berdampak ke usaha mereka.
Disebut-sebut peminat motor listrik di Indonesia telah berkurang drastis. Sehingga penjualan EV (Electric Vehicle) mereka merosot tajam.
Tentu hal tersebut terjadi karena banyak masyarakat menantikan Presiden Prabowo Subianto dan para menteri mengucurkan insentif motor listrik.
Berangkat dari fakta di atas, Alva Auto kembali mendorong pemerintah untuk segera mengucurkan bantuan satu ini.
“Jadi kalau dari Alva, mengenai kebijakan ini kita berharap ada kejelasan dari sisi pemerintah. Apakah insentif (motor listrik) ada atau tidak,” ungkap Putu Swaditya Yudha, Chief Marketing Officer Alva di Cikarang pada Kamis (22/05).
Lebih jauh Putu mengatakan kalau memang bantuan tersebut tidak lagi sama seperti tahun lalu, ia meminta pemerintah segera menjelaskan bentuknya seperti apa.
Sehingga para produsen maupun masyarakat tidak lagi menunggu. Selain itu ada kejelasan bagi industri kendaraan roda dua setrum.
“Agar konsumen kalau memang ingin memiliki dengan opsi menggunakan subsidi, mereka punya kejelasan kapan dan bagaimana cara menggunakannya,” lanjut Putu.
Putu pun tidak memungkiri, ketidakpastian mengenai keputusan pemberian insentif motor listrik sudah berdampak ke lini bisnis mereka.
Namun ia tidak mau menjelaskan secara rinci sejauh mana, efek belum diberikannya bantuan itu kepada Alva.
“Dari sisi bisnis tentu ada dampak lah ya. Namun kami sekarang fokus untuk menawarkan pengalaman berkendara, seperti ekspansi Alva Experience Center,” tegas Putu.
Sebagai informasi, Kemenperin (Kementerian Perindustrian) dikabarkan sedang mengusulkan insentif motor listrik untuk 2025 dengan bentuk baru.
Tidak lagi sama seperti tahun lalu yang berupa subsidi Rp 7 juta. Buat di 2025 diisukan diskon PPN DTP (Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah) hingga 12 persen.
Nantinya akan terbagi dua kategori. Pertama adalah kendaraan dengan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) di atas 40 persen serta memakai baterai SLA (Sealed Lead Acid) diberikan bantuan PPN DTP 6 persen.
Kedua motor listrik dengan baterai lithium dan mengantongi TKDN di atas 40 persen berhak mendapatkan diskon PPN DTP 12 persen.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
22 Oktober 2026, 11:00 WIB
21 Oktober 2026, 22:50 WIB
21 Oktober 2026, 06:39 WIB
16 Oktober 2026, 13:00 WIB
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
Terkini
22 Oktober 2026, 21:16 WIB
Track My Chery Q memberikan akses kepada konsumen untuk memantau perkembangan unit sejak tahap produksi
22 Oktober 2026, 15:44 WIB
Debut di Chery Brand Night, Tiggo X7 dan all new Tiggo 7 jadi amunisi baru untuk penjualan di pasar global
22 Oktober 2026, 13:08 WIB
Toyota Innova Zenix Hybrid kini dilengkapi T Intouch terbaru, berbagai fungsi kendaraan dapat diakses dari HP
22 Oktober 2026, 11:00 WIB
Bing Bang Auto Festival 2026 akan menyuguhkan kejutan dan menjadi panggung untuk mobil serta motor listrik
22 Oktober 2026, 09:00 WIB
Usulan insentif mobil hybrid dinilai kurang tepat, seharusnya pemerintah lebih fokus pada bantuan untuk EV
22 Oktober 2026, 07:00 WIB
iCar Mod Fest menjadi tempat menampilkan karya kreatif konsumen dalam melakukan modifikasi pada kendaraan
21 Oktober 2026, 22:50 WIB
Leapmotor berusaha mematuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang telah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia
21 Oktober 2026, 17:00 WIB
LCR Honda menunjuk David Alonso sebagai rekan Johann Zarco dan melengkapi susunan pembalap MotoGP 2027