TVS Tebar Diskon Hingga Rp 2 Juta dan Voucher Belanja di PRJ 2026
12 Juni 2026, 21:28 WIB
Alva kembali mendorong pemerintah untuk segera mengumumkan pemberian insentif motor listrik buat 2025
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Kabar pemberian insentif motor listrik masih juga belum menemukan titik cerah. Bahkan sampai akhir bulan keempat di 2025.
Membuat para produsen kendaraan roda dua setrum mulai teriak. Sebab ketidakpastian yang terjadi sudah berdampak ke usaha mereka.
Disebut-sebut peminat motor listrik di Indonesia telah berkurang drastis. Sehingga penjualan EV (Electric Vehicle) mereka merosot tajam.
Tentu hal tersebut terjadi karena banyak masyarakat menantikan Presiden Prabowo Subianto dan para menteri mengucurkan insentif motor listrik.
Berangkat dari fakta di atas, Alva Auto kembali mendorong pemerintah untuk segera mengucurkan bantuan satu ini.
“Jadi kalau dari Alva, mengenai kebijakan ini kita berharap ada kejelasan dari sisi pemerintah. Apakah insentif (motor listrik) ada atau tidak,” ungkap Putu Swaditya Yudha, Chief Marketing Officer Alva di Cikarang pada Kamis (22/05).
Lebih jauh Putu mengatakan kalau memang bantuan tersebut tidak lagi sama seperti tahun lalu, ia meminta pemerintah segera menjelaskan bentuknya seperti apa.
Sehingga para produsen maupun masyarakat tidak lagi menunggu. Selain itu ada kejelasan bagi industri kendaraan roda dua setrum.
“Agar konsumen kalau memang ingin memiliki dengan opsi menggunakan subsidi, mereka punya kejelasan kapan dan bagaimana cara menggunakannya,” lanjut Putu.
Putu pun tidak memungkiri, ketidakpastian mengenai keputusan pemberian insentif motor listrik sudah berdampak ke lini bisnis mereka.
Namun ia tidak mau menjelaskan secara rinci sejauh mana, efek belum diberikannya bantuan itu kepada Alva.
“Dari sisi bisnis tentu ada dampak lah ya. Namun kami sekarang fokus untuk menawarkan pengalaman berkendara, seperti ekspansi Alva Experience Center,” tegas Putu.
Sebagai informasi, Kemenperin (Kementerian Perindustrian) dikabarkan sedang mengusulkan insentif motor listrik untuk 2025 dengan bentuk baru.
Tidak lagi sama seperti tahun lalu yang berupa subsidi Rp 7 juta. Buat di 2025 diisukan diskon PPN DTP (Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah) hingga 12 persen.
Nantinya akan terbagi dua kategori. Pertama adalah kendaraan dengan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) di atas 40 persen serta memakai baterai SLA (Sealed Lead Acid) diberikan bantuan PPN DTP 6 persen.
Kedua motor listrik dengan baterai lithium dan mengantongi TKDN di atas 40 persen berhak mendapatkan diskon PPN DTP 12 persen.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Juni 2026, 21:28 WIB
08 Juni 2026, 18:00 WIB
04 Juni 2026, 11:00 WIB
31 Mei 2026, 19:57 WIB
28 Mei 2026, 17:00 WIB
Terkini
13 Juni 2026, 21:35 WIB
Astra Honda Racing Team sukses di race pertama ARRC Motegi, Jepang dengan membawa dua podium via Herjun dan Irfan
13 Juni 2026, 20:27 WIB
Nama Hyundai Staria Hybrid telah terdaftar di laman Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 2026
13 Juni 2026, 18:28 WIB
Menurut Pindad, masalah yang terjadi pada mobil kepresidenan Prabowo terjadi pada awal-awal penggunaan
13 Juni 2026, 07:38 WIB
Ajang Daihatsu National SMK Skill Contest merupakan kompetisi untuk menyiapkan generasi mendatang tahan banting
12 Juni 2026, 23:51 WIB
BYD M6 DM akan bersaing di kelas MPV ramah lingkungan lain di Indonesia mengandalkan harga dan teknologinya
12 Juni 2026, 22:24 WIB
MPMX kembali menggelar program MPM Bisa untuk memberdayakan ekonomi penyandang disabilitas di Indonesia
12 Juni 2026, 21:33 WIB
Motul Indonesia Energy terus berupaya untuk memberikan pemahanan bahwa merawat motor harus dilakukan rutin
12 Juni 2026, 21:28 WIB
TVS perkenalkan sejumlah model motor baru di Pekan Raya Jakarta 2026 dan tebar promo diskon jutaan rupiah