Simpang Siur Insentif Motor Listrik, ESDM: Perlu Perpres
03 September 2026, 07:00 WIB
Motor listrik United mengantongi TKDN tertinggi dengan angka lebih dari 50 persen sehingga mendapatkan subsidi
Oleh Satrio Adhy
TRENOTO – Bagi Anda tertarik memiliki motor listrik saat ini sudah ada 13 model mendapatkan subsidi. Salah satunya adalah produk dari United.
Tak main-main bahkan tiga kendaraan roda dua elektrik mereka telah terdaftar. Hal tersebut karena memenuhi ambang batas TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) ditetapkan pemerintah sebesar 40 persen.
Menurut Andrew Mulyadi, Direktur PT Terang Dunia Internusa mengaku seluruh motor listrik United mengalahkan para kompetitornya. Sebab TKDN dari T1800, TX180 dan TX3000 di atas 50 persen.
“Peningkatan TKDN menjadi sebuah keunggulan bagi kami sebagai produsen. Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat umum, namun sebagai produsen guna keinginan dari pemerintah maupun korporasi lainnya,” ujar Andrew seperti dikutip dari Antara, Jumat (24/3).
Andrew menuturkan kalau jumlah tersebut didapatkan karena fasilitas pengecatan maupun pengelasan yang mengambil porsi lumayan besar pada tahap produksi.
“Proses cukup panjang telah dilalui serta mampu membuahkan hasil signifikan. Fasilitas welding dan painting turut memberi kontribusi dalam peningkatan TKDN,” tegas Andrew.
Dengan begitu ketiga motor listrik United berhak mendapatkan subsidi sebesar Rp7 juta. Hal ini sesuai sama keputusan pemerintah per 20 Maret 2023.
Kendati demikian tidak semua konsumen di Indonesia bisa menikmatinya. Sebab para pembantu Presiden Joko Widodo hanya kan memberikannya kepada pelaku UMKM penerima KUR (Kredit Usaha Rakyat), BPUM (Bantuan Produktif Usaha Mikro), bantuan subsidi upah serta insentif listrik.
Untuk diketahui Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan dana cukup besar guna menjalankan program tersebut. Selain itu kebijakan dirancangnya bakal berjalan selama dua tahun.
“Kebutuhan total anggarannya Rp7 triliun buat 2023 dan 2024,” katanya.
Nantinya jumlah itu diberikan kepada satu juta unit motor listrik baru maupun konversi. Besarannya Rp7 juta per unit.
Sri Mulyani merinci kebutuhan anggaran pemberian bantuan pada 2023 sebanyak Rp1.75 triliun buat 200 ribu kendaraan roda dua setrum baru serta 50 ribu konversi.
Sedangkan di 2024 lebih besar lagi. Sebab jumlah targetnya mencapai 600 motor elektrik lalu 150 ribu konversi menelan biaya Rp5.25 triliun.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
03 September 2026, 07:00 WIB
19 Agustus 2026, 11:00 WIB
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
06 Agustus 2026, 13:00 WIB
Terkini
19 September 2026, 09:00 WIB
Wuling Starlight M merupakan versi baru dari Darion, ukuran jauh lebih besar dan dapat ubahan eksterior
19 September 2026, 07:00 WIB
AiMOGA yang merupakan perusahaan di bawah naungan Chery Group kembali menunjukkan komitmennya di Tanah Air
18 September 2026, 22:02 WIB
Automechanika 2026 akan digelar di Jakarta, diharapkan bisa gairahkan pasar komponen kendaraan di Indonesia
18 September 2026, 17:00 WIB
Jorge Martin mengaku siap untuk kembali bersaing dengan Marc Marquez di MotoGP Austria 2026 di akhir pekan
18 September 2026, 16:50 WIB
Penjualan Honda pulih di Agustus 2026, namun masih ada PR besar untuk kembali ke lima besar merek terlaris
18 September 2026, 09:36 WIB
Wuling Eksion PHEV hadir untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang tidak hanya bermobilitas di dalam kota
18 September 2026, 06:00 WIB
Mobil pribadi dengan pelat nomor yang tidak sesuai diharapkan tidak melintas area Ganjil Genap Jakarta
18 September 2026, 06:00 WIB
Menjelang akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih tetap beroperasi di lima lokasi di sekitar ibu kota