Electrum H3i Meluncur di IMOS 2024 dengan 7 Warna Baru
31 Oktober 2024, 15:00 WIB
Kolaborasi Electrum dan Gogoro jadi terobosan baru percepatan pembentukan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Electrum, usaha patungan antara Gojek dan TBS Energi Utama resmi menggandeng Gogoro yang berfokus pada bisnis swab baterai. Kolaborasi antara Electrum dengan perusahaan asal Taiwan tersebut diharapkan bisa mempercepat pembangunan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
Indonesia memang cukup aktif untuk mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air. Mulai dari masifnya pembangunan SPKLU serta beragam kemudahan untuk masyarakat pengguna kendaraan listrik.
Namun tetap saja beragam kendala akan kendaraan listrik tetap saja tinggi dan perlu perhatian khusus. Pasalnya, mengisi daya baterai memerlukan waktu yang cukup lama sehingga banyak masyarakat enggan mengganti kendaraan mereka.
Kondisi tersebut disadari oleh Electrum, sebuah perusahaan sepeda motor listrik hasil pengembangan Gojek dan TBS Energi Utama. Untuk itu mereka menggandeng Gogoro yang memang memiliki spesialisasi di bidang swab baterai.
Kolaborasi Electrum dan Gogoro diperkuat oleh kemampuan serta pengalaman lintas sektoral dari tiap perusahaan di bidang teknologi serta energi hulu maupun hilir. Kerjasama ini juga akan mendukung rencana pemerintah menjadikan Indonesia sebagai pemimpin global dalam pengembangan industri kendaraan listrik.
Kolaborasi ini pun sejalan dengan komitmen Gojek dan TBS untuk mencapai zero emissions pada 2030. Selain itu, mendukung Gojek untuk menjadi platform karbon-netral serta mentransisi 100 persen kendaraan listrik roda dua di tahun tersebut.
“Tujuan Electrum adalah untuk mempercepat elektrifikasi transportasi di Indonesia. Untuk mewujudkannya, diperlukan penerapan teknologi serta proses bertaraf dunia,” ungkap Pandu Sjahrir, Direktur Utama Electrum dan Wakil Direktur TBS Energi Utama.
Gogoro sendiri tengah mengalami pertumbuhan pesat dengan berbagai uji coba di Taiwan. Saat ini mereka telah memiliki lebih dari 450.000 pengendara, 10.000 stasiun pertukaran baterai di 2.300 lokasi serta 250 juta baterai swap.
Pengembangan baterai swap untuk kendaraan listrik di Indonesia memang tengah berkembang dengan pesat. Terlebih akhir tahun Indonesia akan menggelar pertemuan G20 yang mengandalkan kendaraan listrik sebagai alat transportasinya.
Banyaknya jumlah pengguna sepeda roda dua ditambah momen yang tepat, maka adalah hal wajar bila perusahaan baterai swap berupaya untuk masuk ke Tanah Air.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
31 Oktober 2024, 15:00 WIB
09 November 2023, 17:30 WIB
26 Oktober 2023, 20:48 WIB
05 Agustus 2022, 07:30 WIB
25 Januari 2022, 21:23 WIB
Terkini
06 April 2025, 19:00 WIB
Kepolisian gelar sistem buka tutup di Pantura imbas adanya one way di jalan tol yang dilakukan pemerintah
06 April 2025, 15:00 WIB
Kapolri optimistis arus balik pada Lebaran 2025 bisa berjalan lancar usai diterapkan one way nasional hari ini
06 April 2025, 13:06 WIB
Meminimalisir antrean selama arus balik, ada pembatasan waktu istirahat di rest area pada setiap ruas jalan tol
06 April 2025, 11:00 WIB
PT JTT mencatat ada sejumlah waktu favorit masyarakat untuk pulang ke rumah pada arus balik Lebaran 2025
06 April 2025, 09:00 WIB
Puncak arus balik diprediksi segera terjadi, ada 918 ribu kendaraan sudah mulai kembali ke Jabotabek
06 April 2025, 07:00 WIB
Polda Metro Jaya utamakan mobil dari arah Cikampek untuk hindari kepadatan di sejumlah ruas jalan tol
05 April 2025, 18:00 WIB
Joint venture Wuyang dengan Honda tengah menyiapkan motor listrik baru, tampil unik bergaya cafe racer
05 April 2025, 16:07 WIB
Terdapat sejumlah dampak ke industri motor listrik Indonesia setelah Donald Trump mengeluarkan kebijakan baru