Cara Dassault Systemes Bantu Percepat Produksi Kendaraan Listrik

Melalui platform 3DExperience, Dassault Systemes bantu percepat produksi kendaraan listrik seperti Electrum

Cara Dassault Systemes Bantu Percepat Produksi Kendaraan Listrik

TRENOTO – Perusahaan joint venture PT Goto Gojek Tokopedia dan PT TBS Energi Utama, Electrum menjadi pelanggan pertama Dassault Systemes di Indonesia. Untuk diketahui Electrum fokus pada pengembangan kendaraan listrik roda dua.

Produksi motor listrik perdananya memakan waktu lebih cepat karena bantuan dari Dassault Systemes melalui platform 3DExperience yang menyediakan proses rekayasa mekanis sampai pengembangan secara digital di cloud.

Guillaume Gerondeau, Vice President Transportation of Mobility and Transportation menjelaskan bahwa Dassault Systemes membantu merancang kendaraan dari skala kecil sampai masuk produksi.

Namun tidak sampai situ perancang juga bisa mensimulasikan secara langsung teknologi yang bakal disematkan pada kendaraan serta implementasi di dunia nyata melalui platform digital.

Dassault Systemes
Photo : TrenOto

“Platform ini mengumpulkan part berbeda dan sistem mengizinkan Anda mendesain rancangan kompleks kendaraan, bagaimana sistem terkoneksi dan saling bereaksi satu sama lain,” ucap Guillaume, Kamis (24/10).

Perancangan melalui platform juga membantu tahapan RND (research and development) dan pembuatan prototipe. Seperti yang dilakukan Electrum untuk produk motor listriknya.

Waktu perancangan sampai produksi juga bisa dipangkas jadi lebih cepat. Guillaume mencontohkan umumnya bisa memakan waktu kurang lebih 5 tahun.

Dassault Systemes punya target mempercepat waktu produksi sampai 1.5 tahun saja di masa mendatang.

Patrick Adhiatmadja, Managing Director Electrum mengungkapkan platform tersebut juga memungkinkan Electrum meningkatkan kontinuitas desain sampai rekayasa dan proses manufaktur tanpa investasi untuk sumber daya IT tambahan.

“Electrum akan siap memenuhi ambisi Indonesia untuk menghadirkan dua juta sepeda motor listrik di jalan pada 2025,” ujar Patrick.

Baru diperkenalkan saja, motor listrik Electrum menggunakan dual battery berkapasitas lebih besar dan memiliki torsi 30 Nm pada 1.600 rpm.

Dassault Systemes
Photo : TrenOto

Dengan baterai tersebut motor listrik Electrum bisa menempuh jarak sampai 120 km. Kemudian karena pakai sistem swap baterai pengguna tidak perlu repot menunggu waktu pengecasan.

Kecepatan maksimal dibatasi paling cepat 90 km/jam, cukup mumpuni untuk sebuah motor listrik. Didesain nyaman untuk pengendara maupun penumpang karena memiliki jok melebar berukuran besar.


Terkini

mobil
Kendaraan Niaga Sumbang 55 Persen Penjualan Daihatsu di November

Upaya Daihatsu Gairahkan Kembali Penjualan LCGC di Tanah Air

Penjualan LCGC Daihatsu di Indonesia tergerus karena sejumlah faktor yang termasuk yang mempengaruhi

mobil
Jetour T2 PHEV

Peluncuran Jetour T2 PHEV Tak Akan Terganggu Insiden di Jagorawi

Jetour T2 PHEV dipastikan akan meluncur dan dipasarkan ke konsumen di Indonesia pada semester kedua tahun ini

news
SIM Keliling Jakarta

Jadwal dan Lokasi SIM Keliling Jakarta Hari Ini 16 Februari

Perpanjangan masa berlaku SIM dapat dilakukan di layanan SIM keliling Jakarta hari ini, simak informasinya

news
SIM Keliling Bandung

Lokasi SIM Keliling Bandung saat Cuti Bersama Tahun Baru Imlek

Kepolisian tetap menghadirkan layanan SIM keliling Bandung agar masyarakat dapat mengurus dokumen berkendara

news
Ganjil genap Jakarta

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Pada 16 Hingga 17 Februari 2026

Ganjil genap Jakarta ditiadakan dua hari untuk menyambut libur Imlek yang berlangsung hari ini dan besok.

news
Ipone

Booth Ipone di IIMS 2026 Jadi Magnet Para Bikers

Ipone meluncurkan berbagai produk terbaru dan sejumlah games selama pameran otomotif IIMS 2026 berlangsung

news
Motul

Ramaikan IIMS 2026, Motul Hadirkan Sejumlah Inovasi

Motul Indonesia terus menghadirkan inovasi untuk menunjukkan komitmen kepada para masyarakat di Tanah Air

mobil
Denza D9

Koleksi Kendaraan Jerome Polin, Ada Denza D9

Sejak memiliki Denza D9, Jerome Polin mengaku sudah jarang menggemudikan mobilnya sendiri meski masih memiliki kendaraan lain