BPLJSKB Bekasi Siap Akomodir Uji Tabrak Mobil di RI
27 September 2026, 09:55 WIB
Hyundai bakal tetap kembangkan mobil hybrid walau tanpa adanya insentif yang menguntungkan dari pemerintah
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Beberapa waktu lalu pemerintah memastikan tidak memberikan insentif penjualan untuk mobil hybrid di Indonesia. Langkah ini diambil karena menurut mereka pasar sudah tumbuh cukup baik.
Meski banyak disesalkan tetapi Hyundai Motors Indonesia mengaku tidak akan ambil pusing dengan keputusan tersebut. Pihaknya bakal tetap agresif dalam mengenalkan mobil hybrid di Tanah Air.
“Beberapa waktu lalu pemerintah telah menyampaikan bahwa tidak ada insentif untuk kendaraan hybrid. Tetapi itu tidak memundurkan langkah kami memperkenalkan produk di segmen tersebut,” ungkap Fransiscus Soerjopranoto, COO PT Hyundai Motors Indonesia (24/10).
Hal ini sejalan dengan strategi Hyundai Motor Company sebagai perusahaan induk. Pabrikan asal Korea Selatan tersebut menargetkan ada 14 unit mobil hybrid diluncurkan hingga 2030.
“Dari jumlah itu tentu ada yang masuk ke Indonesia. Tetapi apa dan bagaimananya masih harus menunggu lebih lama,” tambahnya.
Walau tetap mengembangkan segmen hybrid tanpa insentif, dirinya mengakui bakal ada tantangan di masa depan. Pasalnya selama ini bantuan pemerintah selalu berhasil dalam meningkatkan permintaan.
“Tentu kalau ada insentif dari pemerintah akan sangat membantu dalam mendongkrak penjualan. Semua sudah terbukti dari kehadiran LCGC yang membuat pasar meningkat hingga menjadi 1 juta unit,” ungkapnya.
Tak berhenti di sana, adanya insentif pembelian mobil listrik juga telah membuat banyak perusahaan otomotif masuk ke Tanah Air. Sehingga wajar bila beragam upaya dilakukan pemangku kebijakan agar pasar pulih.
“Kalau tidak salah Gaikindo sudah meminta kebijakan pemerintah khususnya dalam hal relaksasi PPNBN. Tapi kami akan mengapresiasi apapun kebijakannya,” tegasnya.
Perlu diketahui bahwa pada Agustus 2024, pemerintah melalui Kementerian Koordinator Perekonomian telah memastikan tidak memberi bantuan. Mereka menilai segmen hybrid sudah cukup berkembang dari sebelumnya.
“Kebijakan telah dikeluarkan dan tidak ada perubahan maupun tambahan lain. Penjualan mobil hybrid saat ini dua kali dari Battery Electric Vehicle jadi sebenarnya pasar sudah berjalan dengan mekanisme sekarang,” ungkap Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (06/08).
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
27 September 2026, 09:55 WIB
23 September 2026, 09:00 WIB
21 September 2026, 19:00 WIB
17 September 2026, 09:00 WIB
15 September 2026, 13:00 WIB
Terkini
05 Oktober 2026, 07:00 WIB
Cargloss terleihat menempel di helm dua pembalap Indonesia yang go International yakni Mario Aji dan Veda Ega
05 Oktober 2026, 06:00 WIB
Agar lebih mudah mengurus dokumen berkendara, Anda bisa mengunjungi SIM keliling Bandung yang beroperasi
05 Oktober 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta terbukti mampu mengatur arus lalu lintas lebih teratur khususnya pada jam-jam sibuk
04 Oktober 2026, 22:30 WIB
Mitsubishi New Xforce ditawarkan sebagai opsi kendaraan praktis, khususnya untuk pembeli SUV pertama
04 Oktober 2026, 13:12 WIB
Marc Marquez berhasil keluar sebagai pemenang di balapan utama MotoGP Jepang 2026 usai mengalahkan Martinator
03 Oktober 2026, 21:00 WIB
BAW merupakan produsen mobil yang berada di bawah Shandong Weiqiao Pioneering Group yang memiliki lini bisnis
03 Oktober 2026, 20:34 WIB
Jeep Wrangler Goldilocks dijual terbatas di Indonesia, sebab hanya tersedia dua unit saja pada tahun ini
03 Oktober 2026, 15:50 WIB
Lepas Asco Fatmawati siap melayani kebutuhan masyarakat di Ibu Kota akan kendaraan yang ramah lingkungan