Diskon Motor Listrik Honda di IIMS 2026, Ada Bonusnya Juga
11 Februari 2026, 08:00 WIB
Menurut Astra Honda Motor usulan format baru insentif motor listrik dari Aismoli sangat adil bagi pabrikan
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Insentif motor listrik memang terbukti mampu mendongkrak penjualan. Kemudian mendorong masyarakat beralih dari kendaraan roda dua konvensional.
Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) pun memiliki usul mengenai bantuan satu ini. Mereka ingin insentif dalam format baru.
Aismoli meminta pemerintah memberikan insentif lebih besar, kepada Electric Vehicle (EV) yang memiliki segudang teknologi. Seperti dikeluarkan oleh Astra Honda Motor (AHM).
Honda pun buka suara mengenai ide itu. Pabrikan asal Jepang ini mendukung usulan dari Aismoli.
"Kalau itu yang terbaik bagi konsumen, pasti kami akan support," ungkap Octavianus Dwi Putro, Direktur Marketing AHM di IMOS 2025 beberapa waktu lalu.
Pria yang kerap di sapa Octa tersebut menuturkan kalau usulan dilontarkan oleh Aismoli cukup masuk akal buat dijalankan.
Bahkan manufaktur berlogo sayap mengepak ini menilai insentif motor listrik dengan format baru tersebut bakal membawa dampak positif. Terutama untuk industri kendaraan roda dua setrum di dalam negeri.
"Kita akan ikut yang terbaik bagi konsumen, terbaik bagi para pemain (produsen) dan itu fair, ok lah," tegas Octa.
Sebagai informasi, sebelumnya Aismoli melontarkan ide mengenai insentif motor listrik yang akan diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto dan para menteri.
“Besarannya juga tidak harus Rp 7 juta ya, minimal mungkin bisa dibedakan antara sepeda motor yang secara kualitas berteknologi tinggi serta harganya mahal, maka subsidi juga (sebaiknya) besar,” ungkap Budi Setiyadi, Ketua Umum Aismoli saat dihubungi KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Sedangkan untuk motor listrik yang minim teknologi, lalu memiliki banderol terjangkau Budi menilai insentif diberikan tidak perlu terlalu besar.
Ketua Umum Aismoli ini menyampaikan kalau hal tersebut penting dilakukan. Mengingat para pabrikan mengeluarkan biaya cukup banyak buat menyematkan teknologi terkini.
Ditambah sejumlah produk kendaraan roda dua setrum diniagakan dengan harga puluhan juta. Seperti Honda CUV e:, Alva One, Alva Cervo, Tangkas P6 Pro sampai United TX3000 A/T.
“Mungkin nilai subsidinya tidak harus sama dengan yang sampaikan tadi, mungkin di bawah lagi. Jadi ada proporsional, tidak semuanya secara general sama,” Budi melanjutkan.
Memang jika dilihat motor-motor listrik yang dilengkapi teknologi terkini, dipasarkan dengan banderol cukup tinggi.
Sementara itu banyak juga kendaraan roda setrum yang hanya di jual di bawah Rp 20 jutaan atau bahkan Rp 10 juta. Namun fitur tersedia tidak terbilang sangat minim.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
11 Februari 2026, 08:00 WIB
10 Februari 2026, 12:00 WIB
10 Februari 2026, 07:00 WIB
09 Februari 2026, 15:00 WIB
08 Februari 2026, 22:00 WIB
Terkini
11 Februari 2026, 21:00 WIB
Harga BYD Atto 1 disebut masih akan bertahan mulai dari Rp 199 jutaan meskipun statusnya diimpor utuh
11 Februari 2026, 20:00 WIB
Diler GWM Kelapa Gading hadir di lokasi strategis, sehingga memberikan pelayanan maksimal kepada konsumen
11 Februari 2026, 19:00 WIB
Insentif otomotif jadi salah satu daya tarik utama, perlu diterapkan agar penjualan bisa bertahan konsisten
11 Februari 2026, 18:00 WIB
Bridgestone Indonesia berhasil mencatat perkembangan pasar yang positif pada tahun lalu di tengah tantangan
11 Februari 2026, 17:00 WIB
Ada sejumlah pilihan mobil hybrid murah mulai dari Rp 200 juta-Rp 300 jutaan di IIMS 2026, simak daftarnya
11 Februari 2026, 16:43 WIB
Lepas L8 hadir di IIMS 2026 dengan menawarkan beragam penawaran menarik, sehingga bisa dimanfaatkan pengunjung
11 Februari 2026, 13:00 WIB
Vinfast menilai mobil listrik yang sudah diproduksi di Subang memiliki harga yang kompetitif di pasar EV
11 Februari 2026, 12:00 WIB
Segmen fleet masih menjadi andalan VinFast dalam mengembangkan kendaraan listrik mereka di Indonesia