Omoway Beri Subsidi Motor Pertamanya, Omo-X Dijual Rp 35 Jutaan
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Aismoli meminta insentif motor listrik untuk produk yang memiliki banyak teknologi dibedakan, bisa lebih besar
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Insentif motor listrik memang belum diberikan pemerintah. Menurut kabar, bantuan tersebut tinggal menunggu persetujuan dari Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian.
Meski begitu Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) memiliki sebuah usulan, terkait bentuk baru dari insentif motor listrik.
“Besarannya juga tidak harus Rp 7 juta ya, minimal mungkin bisa dibedakan antara sepeda motor yang secara kualitas berteknologi tinggi serta harganya mahal, maka subsidi juga (sebaiknya) besar,” ungkap Budi Setiyadi, Ketua Umum Aismoli saat dihubungi KatadataOTO pekan lalu.
Sementara untuk motor listrik yang minim teknologi, lalu memiliki banderol terjangkau Budi menilai insentif diberikan tidak perlu terlalu besar.
Ketua Umum Aismoli ini menyampaikan kalau hal tersebut penting dilakukan. Mengingat para pabrikan mengeluarkan biaya cukup banyak buat menyematkan teknologi terkini.
Ditambah sejumlah produk kendaraan roda dua setrum diniagakan dengan harga puluhan juta. Seperti Honda CUV e:, Alva, One, Alva Cervo, Tangkas P6 Pro sampai United TX3000 A/T.
“Mungkin nilai subsidinya tidak harus sama dengan yang sampaikan tadi, mungkin di bawah lagi. Jadi ada proporsional, tidak semuanya secara general sama,” Budi melanjutkan.
Memang jika dilihat motor-motor listrik yang dilengkapi teknologi terkini, dipasarkan dengan banderol cukup tinggi.
Sementara itu banyak juga kendaraan roda setrum yang hanya di jual di bawah Rp 20 jutaan atau bahkan Rp 10 juta. Namun fitur tersedia tidak terbilang sangat minim.
Sehingga dapat menimbulkan kecemburuan antara pabrikan. Lalu para manufaktur bisa saja menurunkan kualitas produk mereka.
Otomatis bakal menurunkan minat masyarakat yang akan beralih dari motor konvensional ke Electric Vehicle (EV).
Apalagi beberapa motor listrik sudah mengantongi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) cukup besar, bisa lebih dari 50 persen.
“Jadi artinya memberikan reward juga kepada industri yang sudah membuat sepeda motor listrik di sini itu cukup bagus,” tegas Budi.
Ia pun berharap pemerintah bisa mempertimbangkan usulan tersebut. Sebab bila dijalankan bisa membawa dampak positif.
Seperti produsen motor listrik saling berlomba-lomba mengadopsi beragam teknologi terkini. Lalu mau berinvestasi di Indonesia dengan jumlah cukup besar.
Sehingga dapat memajukan industri otomotif, terutama pada sektor kendaraan roda dua setrum di dalam negeri saat ini.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
14 Mei 2026, 11:31 WIB
09 Mei 2026, 11:00 WIB
08 Mei 2026, 09:00 WIB
15 April 2026, 09:00 WIB
13 April 2026, 09:00 WIB
Terkini
16 Mei 2026, 20:46 WIB
Alex Marquez tidak terbendung dalam memenangkan sesi sprint race MotoGP Catalunya 2026 di Sirkuit Barcelona
16 Mei 2026, 17:00 WIB
Komunitas JMC bersama Yamaha Indonesia baru saja menggelar touring jarak jauh dari Jakarta ke Lampung
16 Mei 2026, 14:36 WIB
BYD Atto 1 mendapatkan penyegaran dan tambahan fitur, lalu turut hadir varian anyar dengan harga Rp 199 juta
15 Mei 2026, 21:21 WIB
BYD menilai kesadaran masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi atau EV mulai menunjukkan tren positif
15 Mei 2026, 21:20 WIB
Jorge Martin berpeluang melanjutkan tren positifnya dalam balapan MotoGP Catalunya 2026 akhir pekan ini
14 Mei 2026, 20:18 WIB
Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia