Pasar Motor Listrik Bakal Jalan di Tempat Tanpa Subsidi Tahun Ini
07 Januari 2026, 10:00 WIB
Aismoli mendorong PLN untuk terus menambah jumlah SPKLU khusus motor listrik demi memudahkan konsumen
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Penggunaan motor listrik di Indonesia semakin masif. Masyarakat cukup banyak yang beralih dari kendaraan konvensional ke model setrum.
Hal itu membuat Aismoli (Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia) bergembira. Namun mereka juga berharap bisa dibarengi dengan pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik.
Terutama SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) khusus motor listrik. Hal ini agar lebih memudahkan masyarakat.
“Kemarin sekitar satu bulan lalu saya sudah menandatangani MoU dengan PLN menyangkut pengadaan atau pemasangan SPKLU untuk sepeda motor yang turut dihadiri oleh pihak swasta,” buka Budi Setiyadi, Ketua Aismoli kepada KatadataOTO melalui sambungan telepon.
Dia pun berharap kepada perusahaan milik negara tersebut bisa segera merealisasikan kerja sama keduanya. Sehingga konsumen merasa nyaman buat memakai motor listrik.
“Pertumbuhan motor listrik juga cukup tinggi di beberapa daerah termasuk Jakarta, kalau bisa segera dilakukan. Memang mereka dapat ngecas di rumah tetapi kan banyak orang butuh mengisi daya di jalan-jalan,” budi menambahkan.
Budi mengungkapkan jika SPKLU khusus motor listrik terus ditambah maka bisa merangsang masyarakat menggunakan kendaraan ramah lingkungan satu ini.
Apalagi sudah ada insentif diberikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) beserta jajarannya. Dapat membuat masyarakat beralih dari kendaraan roda dua konvensional.
Kemudian subsidi motor listrik bisa terserap maksimal. Sehingga kuota yang tersisa tahun ini dapat segera habis dimanfaatkan masyarakat.
“Pastinya saya yakin kalau semakin banyak SPKLU khusus motor listrik dipasang di beberapa tempat akan membangkitkan satu kepercayaan masyarakat atau kemudian membeli karena tidak takut kehabisan daya baterai,” tutur Budi.
Sebagai informasi, melalui laman resminya PLN menyampaikan kalau mereka sudah memiliki 1.582 SPKLU serta 2.182 SPBKLU (Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum).
Lalu masih terdapat 9.956 SPLU (Stasiun Pengisian Listrik Umum) dan 14.524 Home Charging. Seluruhnya dibangun guna memanjakan para pengguna kendaraan setrum,
“Dengan pertumbuhan EV yang semakin masif tentu saja infrastruktur pendukung juga harus tersedia. PLN tidak bisa melakukannya sendirian sehingga kami sangat terbuka berkolaborasi sama seluruh mitra terkait percepatan transisi energi di sektor transportasi,” kata Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN di situs resmi mereka.
Darmawan menuturkan kalau pihaknya terus menambah infrastruktur untuk motor listrik. Sampai Juni 2024 tercatat ada 2.200 SPBKLU sudah disiapkan.
Tidak hanya itu, pada tahun 2024 PLN berinisiatif memanfaatkan tiang listrik sebagai media pengisian daya atau yang dikenal SPKLU Tiang dengan jumlah 2.000 unit.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
07 Januari 2026, 10:00 WIB
02 Januari 2026, 13:38 WIB
02 Januari 2026, 09:00 WIB
31 Desember 2025, 12:00 WIB
30 Desember 2025, 14:00 WIB
Terkini
20 Januari 2026, 12:00 WIB
Lepas jadikan Indonesia sebagai negara pertama yang memiliki diler resmi untuk memberi layanan pada pelanggan
20 Januari 2026, 11:00 WIB
Meski pemesanan sudah dibuka sejak tahun lalu, produksi Lepas L8 baru akan dilakukan mulai bulan depan
20 Januari 2026, 10:00 WIB
Sejumlah motor matic 150 cc yang ditawarkan Yamaha kepada para konsumen mengalami kenaikan di awal 2026
20 Januari 2026, 09:00 WIB
Kebakaran mobil listrik sering berawal dari human error, salah satunya proses pengisian daya yang tidak tepat
20 Januari 2026, 08:00 WIB
Ada berbagai upaya yang bisa dipilih pemerintah Indonesia untuk mengantisipasi kenaikan harga BBM di Tanah Air
20 Januari 2026, 07:00 WIB
Honda UC3 jadi salah satu kandidat motor listrik baru di Indonesia, saat ini baru ditawarkan di Thailand
20 Januari 2026, 06:00 WIB
Demi memudahkan para pengendara motor dan mobil, SIM keliling Bandung kembali dihadirkan di Kota Kembang
20 Januari 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta 20 Januari 2026 digelar pada puluhan ruas jalan untuk atasi kemacetan di Ibu Kota