Tren Modifikasi Motor Matic yang Semakin Populer di 2026
31 Desember 2025, 17:19 WIB
Adopsi sepeda motor listrik di Indonesia terbilang lambat karena kurang tersebarnya diler di sejumlah daerah
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Minimnya adopsi sepeda motor listrik di Indonesia menjadi perhatian banyak pihak. Pasalnya pemerintah sudah memberikan beragam kemudahan termasuk insentif sebesar Rp7 juta untuk meningkatkan penjualan namun hasilnya masih kurang memuaskan.
Salah satu yang memperhatikan situasi tersebut adalah Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli). Mereka melihat ada permasalahan dalam pemerataan pedagang.
“Menurut saya kendalanya adalah diler sepeda motor listrik belum merata di seluruh daerah. Saya bahkan dapat telepon dari Jember menyampaikan bahwa di Jember belum ada padahal kota besar di Jawa Timur,” ungkap Budi Setiyadi, Ketua Umum Aismoli (29/11).
Menurutnya diler sepeda motor listrik yang terbatas membuat masyarakat kesulitan melakukan pembelian. Sehingga adopsi Electric Vehicle khususnya roda dua di Tanah Air menjadi lebih lambat dari harapan.
Padahal menurutnya saat ini sejumlah merek motor listrik sudah memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 40 persen. Sayangnya jumlah dilernya masih sedikit dan terbatas di Jakarta.
“Diler yang sudah masuk sekitar 500 dan menunggu verifikasi sekitar 200. Jadi ada 700-an dealer telah tersebar di seluruh Indonesia tapi populasi terbanyak di Jakarta,” ucapnya dilansir Antara.
Ia pun terus mendorong 17 merek sepeda motor listrik yang sudah memenuhi persyaratan dan menjadi mitra pemerintah untuk melakukan penjualan dengan skema bantuan. Sehingga diharapkan penetrasi pasar bisa ditingkatkan khsususnya di daerah potensial tetapi belum tersentuh.
“Berdasarkan data dari Kementerian Perhubungan setidaknya ada 52 merek kendaraan listrik yang terdaftar sementara Kementerian Perindustrian terdapat 42 brand. Sedangkan saat ini anggota Aismoli ada 38 tapi mudah-mudahan ada brand baru segera bergabung dan bisa mengatasi permasalahan,” jelas Budi Setiyadi.
Berdasarkan data Sisapira pada Rabu (29/11) saat ini baru 4.148 unit sepeda motor listrik yang tersalurkan. Sementara untuk sisa kuota kendaraan masih 184.996 unit.
Padahal jumlah model yang ditawarkan terus meningkat. Tercatat sedikitnya ada 39 sepeda motor listrik dari berbagai merek bisa dibeli oleh masyarakat dengan insentif Rp7 juta.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
31 Desember 2025, 17:19 WIB
31 Desember 2025, 12:00 WIB
30 Desember 2025, 14:00 WIB
30 Desember 2025, 10:00 WIB
24 Desember 2025, 09:00 WIB
Terkini
01 Januari 2026, 15:00 WIB
Polda Metro Jaya ungkap setidaknya ada 227.6262 pelanggaran yang terjaring tilang ETLE Statis di Jakarta
01 Januari 2026, 13:00 WIB
MPV 7-seater Hyundai Stargazer Cartenz disulap jadi ambulans guna memudahkan proses evakuasi di Sumatera
01 Januari 2026, 11:12 WIB
Setelah tahun baru 2026 harga BBM di SPBU swasta, terkhusus RON 92 turun dengan besaran yang bervariasi
01 Januari 2026, 09:00 WIB
Kementerian Perindustrian ajukan insentif untuk otomotif pada Kementerian Keuangan dengan skema yang matang
01 Januari 2026, 07:00 WIB
Di awal tahun, Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM terutama untuk Pertamax series di sejumlah wilayah
01 Januari 2026, 06:00 WIB
Agar memanjakan para pengendara di libur tahun baru, SIM keliling Bandung tetap dihadirkan pihak kepolisian
31 Desember 2025, 18:00 WIB
Mayoritasnya merupakan mobil baru asal Tiongkok, kemudian telah dibekali teknologi hybrid maupun EREV
31 Desember 2025, 17:19 WIB
Modifikasi motor matic yang bakal digandrungi pada tahun depan diperkirakan akan lebih terjangkau masyarakat