Adopsi Sepeda Motor Listrik Lambat Karena Kurang Diler

Adopsi sepeda motor listrik di Indonesia terbilang lambat karena kurang tersebarnya diler di sejumlah daerah

Adopsi Sepeda Motor Listrik Lambat Karena Kurang Diler
Adi Hidayat

KatadataOTO – Minimnya adopsi sepeda motor listrik di Indonesia menjadi perhatian banyak pihak. Pasalnya pemerintah sudah memberikan beragam kemudahan termasuk insentif sebesar Rp7 juta untuk meningkatkan penjualan namun hasilnya masih kurang memuaskan.

Salah satu yang memperhatikan situasi tersebut adalah Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli). Mereka melihat ada permasalahan dalam pemerataan pedagang.

“Menurut saya kendalanya adalah diler sepeda motor listrik belum merata di seluruh daerah. Saya bahkan dapat telepon dari Jember menyampaikan bahwa di Jember belum ada padahal kota besar di Jawa Timur,” ungkap Budi Setiyadi, Ketua Umum Aismoli (29/11).

Alva Bicara Kemungkinan Ekspor Motor Listrik
Photo : Alva

Menurutnya diler sepeda motor listrik yang terbatas membuat masyarakat kesulitan melakukan pembelian. Sehingga adopsi Electric Vehicle khususnya roda dua di Tanah Air menjadi lebih lambat dari harapan.

Padahal menurutnya saat ini sejumlah merek motor listrik sudah memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 40 persen. Sayangnya jumlah dilernya masih sedikit dan terbatas di Jakarta.

“Diler yang sudah masuk sekitar 500 dan menunggu verifikasi sekitar 200. Jadi ada 700-an dealer telah tersebar di seluruh Indonesia tapi populasi terbanyak di Jakarta,” ucapnya dilansir Antara.

Ia pun terus mendorong 17 merek sepeda motor listrik yang sudah memenuhi persyaratan dan menjadi mitra pemerintah untuk melakukan penjualan dengan skema bantuan. Sehingga diharapkan penetrasi pasar bisa ditingkatkan khsususnya di daerah potensial tetapi belum tersentuh.

“Berdasarkan data dari Kementerian Perhubungan setidaknya ada 52 merek kendaraan listrik yang terdaftar sementara Kementerian Perindustrian terdapat 42 brand. Sedangkan saat ini anggota Aismoli ada 38 tapi mudah-mudahan ada brand baru segera bergabung dan bisa mengatasi permasalahan,” jelas Budi Setiyadi.

Yadea T9
Photo : Yadea

Berdasarkan data Sisapira pada Rabu (29/11) saat ini baru 4.148 unit sepeda motor listrik yang tersalurkan. Sementara untuk sisa kuota kendaraan masih 184.996 unit.

Padahal jumlah model yang ditawarkan terus meningkat. Tercatat sedikitnya ada 39 sepeda motor listrik dari berbagai merek bisa dibeli oleh masyarakat dengan insentif Rp7 juta.


Terkini

news
Polytron

Polytron Fest 51: Makin Serius di Industri Otomotif Tanah Air

Ajang Polytron Fest 51 memperlihatkan arah baru perusahaan yang semakin serius di industri otomotif Indonesia

otosport
Hasil MotoGP Austria 2026

Hasil MotoGP Austria 2026: Pedro Acosta Menang di Kandang

Pedro Acosta bayar kesalahannya di balapan sprint, mempertahankan posisi pertama di MotoGP Austria 2026

mobil
Changan Nevo Q05

Harga Resmi Changan Nevo Q05 Diumumkan, 1.000 Unit Sudah Ludes

Setelah masa perkenalan dan berhasil terjual lebih dari 1.000 unit, harga Changan Nevo Q05 resmi diumumkan

otosport
MotoGP Austria 2026

Hasil Sprint Race MotoGP Austria 2026: Martin Asapi Marquez

Sprint race MotoGP Austria 2026 berjalan cukup dramatis, Acosta yang sempat memimpin justru bernasib sial

news
ACC Carnival

ACC Carnival Medan Ada Promo Cashback Rp 1 Juta

ACC Carnival Medan tawarkan banyak promo menarik bagi para pengunjung hingga bisa dapat cashback Rp 1 juta

mobil
Wuling Starlight M

Versi Baru Wuling Darion PHEV Terungkap, Incar Pasar Denza D9

Wuling Starlight M merupakan versi baru dari Darion, ukuran jauh lebih besar dan dapat ubahan eksterior

news
AiMOGA

Aimoga Buka Peluang Kolaborasi Dengan Perguruan Tinggi Indonesia

AiMOGA yang merupakan perusahaan di bawah naungan Chery Group kembali menunjukkan komitmennya di Tanah Air

news
Automechanika Jakarta 2026

Automechanika Digelar Minggu Depan, Diramaikan 339 Peserta

Automechanika 2026 akan digelar di Jakarta, diharapkan bisa gairahkan pasar komponen kendaraan di Indonesia