Volkswagen Polo 2016 Bekas, Harganya Lebih Murah dari Toyota Agya

Volkswagen Polo 2016 bekas dijual dengan harga lebih murah ketimbang Toyota Agya varian terendah sekalipun

Volkswagen Polo 2016 Bekas, Harganya Lebih Murah dari Toyota Agya
Adi Hidayat
  • Oleh Adi Hidayat

  • Kamis, 22 September 2022 | 13:34 WIB

TRENOTO – Pandangan bahwa mobil Eropa memiliki harga tinggi sebenarnya tidak bisa dikatakan salah. Pasalnya kendaraan buatan Jepang, Korea Selatan dan China memang dijual dengan harga lebih merakyat.

Namun bila sudah jatuh cinta dengan kendaraan Eropa maka ada banyak pilihan di pasar mobil bekas dengan harga menarik. Salah satunya adalah Volkswagen Polo 2016 bekas yang dijual Rp142 juta.

Harga tersebut bahkan lebih murah ketimbang Toyota Agya G MT yang merupakan varian terendah. Dilansir dari situs resmi Toyota mobil LCGC ini ditawarkan dengan banderol Rp158.5 juta.

Photo : OLX Autos

Meski tidak menyebutkan secara detail, pelanggan akan ditawarkan beragam kemudahan untuk pembelian kendaraan. mulai dari TDP ringan, angsuran murah hingga pemilihan leasing konvensional atau syariah.

Sejumlah promo pun diberikan untuk pelanggan. Selain mendapatkan voucher bahan bakar minyak (BBM), pelanggan juga berhak atas gratis jasa service berkala sejauh 30.000 km atau 18 bulan di bengkel rekanan.

Selain mendapatkan banyak kemudahan, diler juga memastikan bahwa kendaraan masih dalam kondisi baik. Dibuktikan karena mobil sudah lulus inspeksi sebanyak 300 titik dan dipastikan unit bukanlah bekas banjir maupun tabrak.

Diler bahkan memberikan garansi buyback bila ditemukan kondisi berbeda. Selain itu diberikan garansi mesin selama 30 hari untuk memberi ketenangan pelanggan dalam berkendara.

Banyaknya penawaran terhadap mobil yang pajaknya berakhir pada November 2022 tentu menarik perhatian. Meski demikian diharapkan kehati-hatian tetap menjadi perhatian utama calon pelanggan kendaraan bekas.

Photo : OLX Autos

Hal ini karena semua kondisi di setiap unit berbeda-beda, tergantung bagaimana pemilik sebelumnya merawatnya. Oleh karena itu inspeksi secara langsung harus dilakukan guna memastikan keadaannya memang sesuai harapan pelanggan.

Melakukan inspeksi di bengkel resmi sangat disarankan sebagai salah satu langkah utama. Pasalnya di bengkel resmi peralatan tentunya lebih lengkap serta ditangani teknisi terlatih sehingga inspeksi dapat dilakukan secara optimal.

Di bengkel resmi juga bisa diketahui kisaran perbaikan bila ternyata ada komponen yang harus diperbaiki. Hal tersebut tentu akan memberi kemudahan kepada pelanggan untuk memastikan kendaraan berada dalam kondisi optimal.


Terkini

news
Farizon V8E

Farizon Siap Terima Orderan Untuk MBG, Andalkan Van Listrik V8E

Farizon V8E dinilai cocok untuk memenuhi kebutuhan dapur SPPG guna menyalurkan MBG ke sekolah-sekolah

mobil
Smart #2

Smart #2 Siap Debut, Rival Air ev Racikan Geely dan Mercedes-Benz

Smart menghadirkan reinkarnasi dari ForTwo, kini bertenaga listrik dan memiliki tampilan yang lebih modern

motor
Presiden Prabowo Subianto

Kritik Pedas Prabowo Soal Motor Listrik Lokal yang Hanya Rebadged

Prabowo mendorong para produsen mengembangkan dan memproduksi motor listrik secara mandiri di Indonesia

mobil
Wuling Aira ev

10 Mobil Listrik Terlaris Juli 2026, Wuling Aira ev Moncer

Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi

mobil
Suzuki XL7

Puluhan Suzuki XL7 Facelift Temui Konsumen Pertamanya

Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen

mobil
Mobil listrik nasional

Prabowo Pastikan Mobil Listrik Nasional Mengaspal pada 2028

Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif

otosport
Fabio Quartararo

Terungkap Quartararo Ambil Keputusan Pergi dari Yamaha Sejak 2025

Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia

mobil
Farizon V8E

Farizon Investasi 50 Miliar Untuk Produksi V8E di Purwakarta

Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E