Update SPK Toyota Veloz Hybrid, Nyaris Tembus 4.000 Unit

Toyota Veloz Hybrid mendapatkan tanggapan positif dari konsumen, terpesan ribuan unit dalam waktu singkat

Update SPK Toyota Veloz Hybrid, Nyaris Tembus 4.000 Unit
Serafina Ophelia

KatadataOTO –Toyota Veloz Hybrid jadi kendaraan elektrifikasi terbaru yang dihadirkan PT Toyota Astra Motor (TAM) buat konsumen Tanah Air.

Di awal Desember angka pemesanannya disebut menyentuh 400 unit. Namun per awal Januari, total Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) membludak sampai ribuan unit.

“Hingga kini, angka prebook-nya telah mencapai hampir 4.000 unit hanya dalam waktu kurang lebih 1,5 bulan (setelah peluncurannya),” kata Jap Ernando Demily, Direktur Pemasaran PT TAM kepada KatadataOTO, Sabtu (03/01).

Dia mengungkapkan Toyota Veloz Hybrid disambut baik oleh para konsumen dan masyarakat pasca debutnya di ajang Gaikindo Jakarta Auto Week atau GJAW 2025.

Toyota Veloz Hybrid
Photo: istimewa

Veloz Hybrid menjadi opsi baru Hybrid Electric Vehicle (HEV) dengan banderol kompetitif yang menempati kelas di bawah Kijang Innova Zenix Hybrid.

“Kami mengucapkan terima kasih atas respons positif  masyarakat terhadap New Veloz Hybrid EV, termasuk sejak dibukanya periode prebooking pada akhir November 2025 lalu,” ucap Ernando.

Konsumen sudah bisa melakukan pemesanan Toyota Veloz Hybrid di diler-diler resmi terdekat. Pengiriman dijadwalkan mulai kuartal pertama 2026.

Sekadar informasi, Toyota Veloz Hybrid memiliki tampilan tidak berbeda jauh dari versi konvensionalnya. Namun ada penyematan emblem hybrid di bagian belakang, kemudian tersedia varian two tone.

Mengikuti lini hybrid Toyota lainnya, logo T pada kendaraan dibingkai aksen berkelir biru sebagai pembeda dari varian mesin konvensional.

Toyota Veloz Hybrid menggunakan mesin 2NR-VEX berkubikasi 1.500 cc. Jantung pacu serupa juga saat ini disematkan pada Yaris Cross HEV.

Sementara baterainya pakai material NMC seperti pada Kijang Innova Zenix HEV maupun Yaris Cross HEV.

Lalu ada empat mode berkendara yakni Power, Normal, Eco dan EV Mode yang bisa dipilih sesuai kebutuhan pengemudi.

Toyota Avanza Veloz
Photo: KatadataOTO

Berkat konfigurasi tersebut, Veloz Hybrid diklaim memiliki efisiensi bahan bakar yang baik dan cocok untuk mobilitas harian.

Bicara soal fitur, Toyota Veloz Hybrid dibenamkan Auto Hold, Electronic Parking Brake (EPB) serta sistem hiburan terintegrasi Apple CarPlay maupun Android Auto.

Harga Toyota Veloz Hybrid masih sama seperti banderol prebooking yakni mulai Rp 299 jutaan sampai Rp 390 jutaan on the road Jakarta.


Terkini

mobil
Denza D9

BYD Punya 6 Opsi Nama Baru Denza untuk Pasar Indonesia

BYD kalah gugatan dari PT Worcas Nusantara Abadi, berpotensi ganti nama Denza khusus pasar Indonesia

news
Harga BBM

Harga BBM BP AKR Naik Ikuti Pertamina di April 2026, Vivo Tetap

Pertamina dan BP AKR menaikan harga BBM mereka pada Sabtu (18/04) hingga menyentuh Rp 25 ribu per liter

news
ACC Carnival

ACC Carnival Samarinda Tawarkan Sejumlah Promo Andalan

ACC Carnival kini berkunjung ke kota Samarinda, Kalimatan Timur untuk memberikan kemudahan konsumen di sana

mobil
Wuling Eksion

Peluncuran Wuling Eksion Semakin Dekat, Segini Kisaran Harganya

Harga Wuling Eksion digadang-gadang akan lebih murah dari versi MPV yakni Darion, dan sama-sama ada EV dan PHEV

mobil
Mobil LCGC

5 Mobil LCGC Terlaris di Maret 2026, Calya Ungguli Brio Satya

Toyota Calya mampu menjadi mobil LCGC terlaris pada bulan lalu setelah terdistribusi sebanyak 2.067 unit

mobil
BMW Festival of Joy

Pameran Khusus BMW Digelar di Jakarta, Ada Mini Edisi Spesial

Pameran BMW Festival of Joy dibuka untuk umum 17-19 April 2026 dan bisa dikunjungi tanpa dikenakan biaya

otosport
Perdana, Jakarta Gelar FIA Rallycross World Cup 2026

Perdana, Jakarta Gelar FIA Rallycross World Cup 2026

Ajang reli ini untuk pertama kalinya dihelat di Jakarta, sirkuit Ancol bakal disulap jadi trek Rallycross

mobil
Ford Everest Sport

Ford Dukung Larangan Mobil Cina Mengaspal di Amerika Serikat

Bos Ford menilai kehadiran mobil Cina di pasar otomotif Amerika Serikat bisa mengganggu bisnis mereka