Komponen Termahal di Mobil Listrik yang Sering Bermasalah
14 Juli 2026, 22:00 WIB
Tren mobil listrik bekas masih lama terjadi karena jumlah penjualan model barunya belum terjadi peningkatan signifikan
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Meski belakangan mobil listrik bekas marak ditampilkan dibeberapa platform jual beli, rupanya jumlahnya dianggap masih terlalu kecil. Hal ini disampaikan oleh Agung Iskandar, Director Classified and New Business OLX Autos Indonesia siang hari tadi.
Menurutnya, tren mobil listrik di Indonesia baru terjadi 6 bulan hingga 1 tahun belakangan. Padahal di pasar kendaraan bekas selalu terjadi penundaan tren bila dibandingkan baru.
“Sekarang kendaraan listrik memang mulai meningkat penjualannya tapi kalau diamati, jumlahnya masih relatif kecil. Dan di mobil bekas biasanya ada penundaan tren karena rata-rata orang memakai selama 3 tahun sementara peningkatan segmen ini baru terjadi 1 tahun terakhir,” ungkapnya.
Oleh karena itu, Ia memperkirakan tren mobil listrik bekas masih lama terjadi. Itu pun baru dapat terjadi bila penjualannya di Indonesia stabil mengalami peningkatan.
Kondisi tersebut menurutnya wajar dan telah terjadi di seluruh dunia termasuk Eropa yang Ia nilai lebih baik dibanding Indonesia. Tren mobil listrik di benua biru dinilai lebih cepat namun di segmen kendaraan bekas jumlahnya masih sangat sedikit.
“Segmen ini paling banyak itu di Eropa namun trennya sama dengan Indonesia karena peningkatannya juga masih baru. Akibatnya penjualan mobil listrik bekas pun jumlahnya masih sedikit,” tambahnya.
Sedikitnya jumlah mobil listrik bekas pun menyebabkan dirinya sulit menentukan resale value dari kendaraan tersebut. Pasar yang belum terbentuk secara matang menjadi salah satu penyebabnya.
“Pilihannya masih sedikit jadi semua masih tanda tanya. Tapi tinggal tunggu waktu karena semakin banyak mobil baru yang terjual, cepat atau lambat akan jadi bekas dan semua akan terlihat dengan jelas,” tegasnya.
Berdasarkan pantauan kami, di OLX Autos terdapat beberapa pilihan mobil listrik bekas yang dijual dengan beragam kondisi. Umumnya pilihan tersebut bermerk Hyundai baik itu Kona maupun Ioniq buatan 2020 dan 2021 serta memiliki variasi harga mulai dari Rp529 juta hingga Rp625 jutaan.
Harga tersebut tentunya terbilang menarik untuk masyarakat karena selisihnya cukup jauh dengan harga baru. Terlebih baterai kendaraan juga masih mendapatkan garansi dari pihak APM karena usianya di bawah 8 tahun.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
14 Juli 2026, 22:00 WIB
06 Juli 2026, 17:44 WIB
05 Juli 2026, 13:33 WIB
06 Maret 2026, 08:11 WIB
05 September 2025, 09:00 WIB
Terkini
26 September 2026, 16:52 WIB
Dorna mengumumkan jadwal MotoGP 2027, terdiri dari 22 seri dan terdapat dua sirkuit baru yang jadi tuan rumah
26 September 2026, 07:00 WIB
Motul Performance Solution hadir untuk melatih para mekanik maupun pemilik bengkel independen di Palembang
25 September 2026, 22:01 WIB
Prestone Racing Coolant baru saja diperkenalkan untuk para pemilik mobil balap di Automechanika Jakarta 2026
25 September 2026, 19:00 WIB
Pemerintah berencana untuk memberikan insentif motor listrik di tahun ini, tapi belum menemui titik terang
25 September 2026, 17:23 WIB
Suzuki e Sky punya peluang dihadirkan di RI, namun perlu memperhagikan strategi bersaing dengan para rivalnya
25 September 2026, 17:22 WIB
Motul Indonesia Energy (MIE) memberikan partner ambassador mereka perjalanan berharga ke benua Eropa
25 September 2026, 09:00 WIB
Astra Otoparts ikut ambil bagian di ajang Automechanika Jakarta 2026, hadirkan integrasi layanan otomotif
25 September 2026, 07:00 WIB
Mitsubishi Fuso baru saja mengumumkan Field Fix Campaign untuk kepada seluruh pengguna Canter di Indonesia